"kemarin kau pergi bersama Alex?" tanya In Ho kepada gadis yang sedang mencocok-cocokan baju kepadanya.
"hanya makan malam bersama" Allyson menjawab jujur apa adanya. Pikirannya sedang fokus terhadap apa yang ia kerjakan saat ini.
"apa saja yang kalian bicarakan?" pertanyaan yang muncul karena ketidakpuasan dari seorang In Ho
"pekerjaan, teman.. tidak ada yang spesial". In Ho berpikir sepertinya tidak ada yang terjadi di antara mereka kemarin malam.
"kurasa kau cocok dengan ini" Allyson menghadapkan dirinya dan In Ho ke sebuah kaca besar. Kemudian Allyson sedikit menata rambut In Ho untuk menyesuaikan dengan gaya pakaian yang digunakan. In Ho diam saja membiarkan Allyson melakukan tugasnya pada dirinya.
"aku akan melihat yang lain" tambah Allyson kepada In Ho setelah yakin In Ho sudah beres dengan dirinya sendiri.
Kemudian Allyson berkeliling memeriksa kerja teman-temannya yang lain. Sam dan Calie juga sudah menyelesaikan pekerjaannya. Kemudian Allyson meminta mereka berenam untuk mengambil foto dengan pakaian yang sudah dicoba.
"bagaimana menurut kalian? Apa masih ada yang kurang?" tanya Allyson kepada dua orang sahabatnya. Mereka sedang berdiskusi bertiga mengenai hasil hari ini.
"Kalau begitu kau bisa mengirimkannya langsung setelah ini Sam" perintah Allyson yang dijawab Sam dengan anggukan.
"huft.. semoga tidak ada kendala" Allyson berbicara sendiri di depan kedua teman-temannya. Ia menangkupkan wajahnya di kedua telapak tangannya.
"kerjamu sudah sangat baik Ally.." Calie menenangkan Allyson yang terlihat resah jika semua ini belum selesai.
**
Keesokan harinya Allyson membawa mereka untuk berlatih dan melakukan gladi di studio tempat mereka akan tampil. Mereka beradaptasi dengan ukuran panggung dan musik yang akan mengiringi mereka. Mereka melakukan hal itu selama dua hari berturut-turut dari siang hingga malam.
Perfeksionis, adalah kata yang tepat untuk mereka. Bagi mereka, setiap penampilan akan dipersembahkan untuk para penggemar mereka, sehingga mereka ingin memberikan yang terbaik. Dae Jung banyak memberikan pengarahan mengenai gerakan tari. Jun sebagai leader banyak berkomunikasi dengan para kru.
Mereka berenam sangatlah ramah dan sering mengucapkan terimakasih untuk orang-orang yang terlibat dalam penampilan mereka. Band yang mengiringi pun menikmati berlatih bersama mereka. Mereka dan band banyak berdiskusi dan bertukar ide untuk sama-sama menampilkan yang terbaik.
**
Siang ini Allyson sudah berada di dalam mobil besar bersama dengan ketiga member, yaitu In Ho, Jun, In Su, dan Calie. Mobil kedua yang berada di belakang Allyson berisi Tae Yun, Dae Jung, Ye Suk, dan Sam. Alex dan yang lain sudah standby untuk menunggu mereka di pintu masuk studio.
Allyson mendapat kabar bahwa beberapa penggemar sudah memadati pinggiran jalan dari turun mobil sampai ke dalam gedung. Mobil Allyson dan mobil di belakangnya telah berhenti untuk menurunkan mereka semua.
Alex membukakan pintu bagian depan, dan Allyson pun keluar. "seriously Alex? Apa ini terlihat seperti 'beberapa'?" Allyson protes saat turun dari mobil dan berhadapan dengan Alex. Alex hanya menggelengkan kepala dan mengangkat bahunya.
Allyson membuka pintu penumpang dan satu-persatu orang di dalamnya mulai turun. Penjaga langsung mengiring mereka masuk ke dalam gedung. Teriakan para penggemar memenuhi atmosfer. Nama-nama mereka diteriaki oleh para penggemar yang berada di tepi-tepi jalan masuk studio.
Mereka langsung menuju ke ruang tunggu yang telah disediakan. Di dalam ruang itu terdapat beberapa sofa dan meja. Gantungan baju yang berisi pakaian yang sudah diberi nama masing-masing member.
Bagian dalam ruang tersebut berisi meja rias dengan kaca besar yang dipenuhi lampu. Kru acara masuk dan menyapa mereka semua di dalam, mengucapkan selamat datang dan sedikit berbincang. Mereka dipersilahkan untuk check sound terlebih dahulu dengan band yang akan mengiringi penampilan mereka.
Acara ini akan dimulai lima jam lagi. Mereka akan tampil di sela-sela acara untuk lagu pertama. Dan akan membawakan lagu kedua saat penutupan. Kemudian para member bergegas menuju studio dan melakukan check sound di sana dengan band pengiring. Setelah check sound selesai, mereka kembali ke ruangan untuk bersiap-siap. Hari ini Sam dan Calie hanya membawa dua orang yang akan membantunya merias. Sisanya akan mereka kerjakan sendiri.
"Jun, In Ho. Siapa yang mau lebih dulu?" tanya Allyson yang sudah bersiap dengan peralatannya
"Jun-hyung saja.. aku ingin makan dulu" In Ho mempersilahkan Jun untuk disiapkan lebih dulu oleh Allyson. Kemudian Allyson langsung memulai melaksanakan tugasnya.
Ini pertama kalinya Allyson merias Jun. Tidak sulit untuk melakukannya. Allyson sudah sering melakukan pada banyak wajah yang memiliki garis wajah sama dengan Jun. Allyson dan Jun tidak banyak berbicara. Terkadang Jun mengeluarkan vokalnya untuk melakukan pemanasan.
Allyson sudah selesai dengan wajah Jun. Kemudian ia mengambil satu setel celana dan kemeja dari gantungan baju yang bertuliskan nama Jun untuk diberikan kepadanya.
"pakailah dulu, aku akan mengerjakan rabutmu setelah itu" Allyson mengatakan dengan tersenyum dan sambil memberikannya pada Jun. Jun menerimanya dan pergi ke ruang ganti.
Tae Yun dan In Su sudah selesai saat ini. Mata Allyson melihat ke sekeliling untuk mencari sosok In Ho. Ia menemukannya sedang duduk di sofa bermain handphone di sudut ruangan.
"In Ho" panggil Allyson agak berteriak yang membuat In Ho menoleh ke arahnya. Allyson melambaikan tangan memberi tanda memintanya menghampiri Allyson. In Ho langsung bangkit dan pergi ke arah Allyson. In Ho segera duduk di bangku kosong di depan kaca besar. Allyson segera memulai tugasnya.
Ia membersihkan wajah In Ho terlebih dahulu dengan pembersih wajah, kemudian mulai mengolesinya dengan foundation tipis berwarna senada dengan warna kulit In Ho. Sambil Allyson bekerja terkadang In Ho melatih vokalnya. Hal itu membuat Allyson tersenyum, dan tertangkap oleh mata In Ho
"kenapa kau tersenyum?" tanya In Ho
"tak apa... aku bisa mendengar suaramu dengan lebih jelas saat tidak diiringi musik." Allyson tersenyum dengan tangan yang masih memoles wajah tampan In Ho.
Ini kedua kalinya In Ho dirias oleh Allyson. Tapi In Ho masih merasa tidak nyaman di dalam dadanya. Sehingga In Ho mengalihkannya dengan bernyanyi. Saat Allyson sudah selesai, ia kembali mengambil setelan untuk dipakai oleh In Ho.
"bergantilah dengan ini dulu. Aku akan merapihkan rambutmu setelah aku selesai dengan Jun." Setelan yang diberikan Allyson diterima In Ho, dan In Ho pun beranjak untuk berganti pakaian.
Jun yang sudah selesai mengganti pakaiannya sedang duduk di sofa. Allyson membawa gel, sisir, dan alat pelurus rambut ke tempat Jun duduk. Di situ ia mulai bekerja menata rambut Jun.
Suasana ruangan sangatlah sibuk saat ini. Semua orang mondar mandir melakukan tugasnya masing-masing. Setelah dari Jun, Allyson berganti kepada In Ho. Ia memakaikan gel rambut kepadanya agar lebih terlihat berkilau.
"Allyson.. Allyson" seseorang memanggilnya dengan kencang agar tidak kalah dengan suara ribut di dalam ruangan.
"ya ya.. aku disini.", Allyson tidak mencari sumber suara, ia masih fokus pada rambut In Ho
"waktumu tiga puluh menit menuju penampilan" seorang wanita berambut pirang panjang datang dan menghampiri mereka.
"yess.. I got it" jawab Allyson yang masih fokus mengerjakan rambut In Ho
"fiuuhh" Allyson menghembuskan napasnya setelah wanita itu pergi. In Ho tersenyum melihat Allyson
"kepalamu saat ini pasti semerawut" tanya In Ho yang menatap Allyson melalui kaca di depannya
"tenang saja, kalian membayarku sangat mahal untuk semua ini" Allyson dan In Ho tertawa bersama.
Allyson telah selesai menata rambut In Ho, dan merapihkan detail-detail kecil pada In Ho. Seorang kru memanggil mereka sepuluh menit menuju penampilan mereka. Mereka pun beranjak mengikuti kru tersebut.
"Allyson" In Ho memanggilnya sebelum ia meninggalkan ruangannya. Dan Allyson menengok kearah In Ho. "kau harus menyaksikan kami" Allyson mengangguk sambil tersenyum dan In Ho pergi dengan melambaikan tangan.
"Allyson.. ayo kita melihat mereka di panggung. Aku ingin melihat mereka tampil secara langsung." Ajak Calie sambil memeluk pergelangan tangan Allyson.
"sepertinya kau sudah menjadi salah satu penggemar mereka Calie" goda Allyson kepada Calie.
Allyson, Sam, dan Calie keluar dari ruangan untuk menonton pertunjukkan mereka langsung dari dalam studio. Mereka bertiga menyaksikannya dari bibir pintu dekat bangku penonton paling belakang.
Semua penonton meramaikan studio dengan suara-suara teriakan. Mereka meneriaki nama-nama member yang paling mereka sukai. Lagu pun dimulai dan mereka mulai beraksi di atas panggung.
Penampilan mereka begitu menghipnotis. Lagu ini adalah lagu yang ringan untuk didengarkan. Tetapi dengan tambahan koreografi yang sangat pas dan rapih, membuat Allyson terpana melihatnya.
In Ho dan Tae Yun seperti menjadi pusat dari lagu ini. Kharisma mereka berdua sebagai seorang bintang sangat terlihat jelas di mata Allyson. In Ho mengetahui angel yang baik untuk ditangkap oleh kamera. Sedangkan Tae Yun memiliki sikap panggung yang membuat kamera selalu ingin menangkapnya.
Beberapa kali mata In Ho dan Allyson bertemu, dan hal itu membuat jantung Allyson berdebar. Seperti ada kupu-kupu yang terbang di dalam perutnya. Tanpa sadar Allyson tersenyum kecil melihatnya.
"wow Ally.. kau lihat In Ho? Ia luar biasa" Calie berbisik di telinga Allyson.
"Tae Yun juga luar biasa", ternyata Calie berpikiran sama seperti Allyson.
Dari keenam member yang tampil di depan, In Ho dan Tae Yun seperti menjadi pusat dari semua vocal dan gerakan. Bukannya keempat member yang lain hanya menjadi penghias. Hanya saja menurut Allyson mereka berdua sangat cerdas dalam memanfaatkan kemampuan dan wajahnya untuk menarik perhatian para penonton.
Di akhir lagu, mata In Ho dan Allyson kembali bertemu dan In Ho mengedipkan sebelah matanya kepada Allyson. Allyson merasa tersipu saat itu, wajahnya memerah, ia hanya bisa bertepuk tangan sambil tersenyum mengikuti penonton yang lain untuk menghilangkan kegugupannya. Allyson, Sam, dan Calie bergegas kembali sebelum mereka untuk menyambut mereka di ruangan.
"waahhhh.. selamat selamaaat.. kalian hebat sekaliiii" Calie menyambut mereka dengan tepuk tangan meriah. Allyson dan Sam pun ikut bertepuk tangan untuk menghargai kerja keras mereka. Para member yang masuk ke ruangan mengucapkan terimaksih sambil membungkukkan badan. Khas dari mereka. Para member mengambil minuman yang telah tersedia di meja untuk membasahi tenggorokan.
"Allyson.. 40 menit" ucap seorang kru mengingatkan waktu yang mereka miliki untuk penampilan terakhir.
"alright everyone.. fourty minutes to go for the last performance" Allyson berteriak di ruangan tersebut yang membakar semangat para member dan teman-temannya. Semua orang langsung bergegas untuk membantu para member berganti pakaian. Allyson memberikan setelan kepada Jun dan In Ho. Dan mereka segera beranjak ke ruang ganti.
"oh kau sudah selesai.. kemarilah" Allyson melambaikan tangannya kepada In Ho yang sudah lebih dulu keluar.
"kau terpukau?" goda In Ho saat Allyson membetulkan wajah dan rambutnya.
Wajah Allyson berubah menjadi merah jika mengingat penampilan yang tadi. Ia berharap In Ho tidak meyadari warna wajahnya yang berubah saat ini. Allyson menjawabnya dengan senyuman kecil. Dan In Ho tersenyum memperlihatkan giginya saat Allyson tidak menjawab.
"sudah selesai" ucap Allyson setelah 15 menit ia merapihkan riasan In Ho. Kemudian Allyson mengambil sebuah jaket rider berwarna coklat dari gantungan baju bertuliskan nama In Ho, dan ia memakaikannya kepada In Ho.
"sempurna" Allyson tersenyum gembira melihat hasil kerja dan kreativitasnya dalam bekerja.
"kau boleh pergi, aku akan ke Jun" Allyson memberikan senyuman khasnya kepada In Ho. Kemudian In Ho menunggu di sofa dan melatih beberapa tarian untuk menyesuaikan gerakan dengan pakaiannya.
Ia melakukan pengambilan suara untuk lagu berikutnya. Matanya melihat ke arah Allyson yang sedang melakukan tugasnya kepada Jun. Beberapa kali mereka berdua terlihat tertawa bersama. Di mata In Ho, Allyson terlihat sangat manis jika sedang bekerja. hingga tak sadar ia telah tersenyum kecil melihat Allyson.
"Allyson.. sudah waktunya" kru tadi kembali datang untuk membawa para member menuju ke panggung.
"Ally..kau tidak ikut?" tanya Calie
"kau saja.. aku ingin menikmati sofa sejenak" senyum Allyson sambil menolak ajakan Calie. Calie pun mengerti dan ia pergi sendiri. Allyson terduduk di sofa dan menyandarkan kepalanya di punggung sofa. Ia memejamkan matanya beberapa menit karena kelelahan.
"Allyson" Allyson merasakan seseorang duduk di sampingnya
"ya Sam.." Allyson mengenal suara Sam tanpa harus melihat siapa yang datang
"ini" Sam memberikan botol minum kepada Allyson. "aku juga lelah" lalu Sam ikut menyandarkan kepalanya seperti Allyson
"sepertinya hanya Calie yang memiliki tenaga seribu ekor kuda" Allyson tertawa bersama Sam.
"aku lapar Sam", Allyson bangkit menuju meja yang dipenuhi makanan. Ia mengambil piring dan beberapa potong kue untuk mengganjal perutnya. Lalu ia duduk kembali bersama Sam
"bagaimana makan malammu kemarin?" Sam membuka pertanyaan dan mengambil sepotong kue dari piring yang ditawari Allyson
"biasa saja.. memang apa yang kau harapkan?" Allyson menjawab sambil menikmati kue-kue yang ia ambil.
"haah.. si bodoh itu, ck" Sam mendecakkan lidah.
"apakah kue ini memang lezat, atau hanya karena aku sedang lapar?" Allyson tidak mempedulikan omongan Sam. Mereka makan bersama sambil memuji rasa dari masing-masing kue yang mereka cicipi. Sudah lama ia tak menghabiskan waktu seperti ini bersama sahabat-sahabatnya
"waahh mereka juga luar bisa di lagu kedua ini" Calie tiba-tiba datang dan melihat Allyson dan Sam sedang lahap memakan kue.
"kau mau?" Allyson menyodorkan piringnya kepada Calie. Melihat kue-kue yang menggoda itu membuat Calie juga langsung mengambil sepotong dari piring.
"wahh.. aku sedang lapar atau memang kue ini enak?" ucap Calie saat menggigit kuenya
"see?" Allyson mempertegas pertanyaannya tadi kepada Sam. Sam tidak peduli apa yang dikatakan dua gadis tersebut.
Tiba-tiba para member masuk dan para kru di dalam ruangan memberikan tepukan tangan meriah atas penampilannya yang hebat. Allyson, Calie, dan Sam yang mulutnya sedang penuh bangkit dari sofa dan ikut bertepuk tangan sambil menghabiskan apa yang ada di mulutnya.
Tiba-tiba pembawa acara talkshow yang merupakan artis Hollywood terkenal masuk ke dalam ruangan dan menyapa para member. Mengucapkan selamat dan memuji penampilan mereka. Kemudian mereka berfoto bersama, dan artis tersebut diberikan kenang-kenangan album mereka oleh Jun sebagai leader group. Artis tersebut kemudian berpamitan dan keluar dari ruangan.
Allyson membantu In Ho untuk melepaskan atribut penampilannya. Tiba-tiba seorang pria dengan suara berat menghampirinya. "Allyson.. kabari jika sudah siap"
"ya Lex" Allyson hanya menoleh sesaat kepada Alex dan fokus kembali kepada In Ho. Mata Alex bertemu dengan mata In Ho. Sedangkan Allyson masih sibuk dengan apa yang dilakukannya
"aku akan mengantarmu pulang" sahut Alex tiba-tiba. Entah kenapa In Ho tiba-tiba merasa jengkel dengan Alex.
"aku ingin kau mengantar mereka kembali.. aku akan pulang bersama Calie dan Sam" senyum Allyson untuk menolak Alex secara halus.
In Ho merasa lega mendengarkan jawaban penolakan tersebut, tapi ia tidak suka melihat Allyson tersenyum seperti itu kepada Alex. Kemudian Alex mengiyakan dan langsung pergi keluar ruangan. Satu jam kemudian Allyson berjalan keluar bersama yang lain untuk menuju mobil yang sudah menunggu di luar.
"hati-hatilah di jalan, maaf aku tidak ikut mengantar. Aku serahkan pada Alex." Ucap Allyson kepada Jun.
"kau juga hati-hati Allyson.. terimakasih untuk kerja kerasmu hari ini" balas Jun sambil membungkukan badan.
Di luar gedung sudah menunggu para penggemar yang ingin mengantarkan kepulangan mereka. Alex dan yang lain sudah siap untuk mengawal mereka masuk ke mobil. Allyson, Sam, dan Calie mengamatinya dari belakang. Para penggemar mereka masih semangat memanggil nama-nama mereka saat mereka melintas di luar menuju mobil. Kedua mobil sudah terlihat berjalan meninggalkan area gedung.
"kenapa kau tidak pulang bersama Alex?" tanya Sam yang sudah berada di balik kemudi. Sam sudah membawa mobilnya melintasi jalan menuju apartemen para sahabatnya. Calie duduk di depan, sedangkan Allyson duduk sendiri di belakang karena ia ingin berbaring dan meregangkan tubuhnya.
"Alex harus mengantar mereka kembali, dan aku hanya ingin cepat-cepat menemui kasurku." Calie tertawa kecil mendengar jawaban Allyson di kursi belakang.
Tbc