Part 9

2256 Words
Rrriiiinnnggg.... Pagi sekali Allyson menyalakan alarmnya. Selama seminggu belakangan ini ia mereschedule kembali semua jadwalnya untuk menampung semua limpahan tuan Shin kepadanya. Beruntung teman-temannya sangat membantunya. Keesokan harinya setelah tuan Shin kembali ke Seoul, setiap pagi Allyson menyempatkan diri untuk mampir ke rumah para member. Jackson telah memberinya keringanan dengan memperbolehkan Allyson lebih fleksibel untuk datang ke kantor. Allyson lebih serius mempelajari jadwal mereka sekarang. Untuk urusan wardrobe Allyson telah melimpahkannya kepada Sam dan Calie. Saat ini Allyson hanya tinggal memberikan keputusan setuju atau tidak untuk brand yang akan digunakan mereka. Allyson bergegas bangun dari ranjangnya dan bersiap-siap untuk ke rumah para member. Akhir minggu ini mereka diundang untuk tampil membawakan dua buah lagu di salah satu acara talkshow terkenal di Amerika. Sam dan Calie sudah merumuskan mengenai wardobe yang akan digunakan berdasarkan genre lagu mereka. Allyson akan mengunjungi rumah mereka lagi hari ini untuk memberitahukan perkembangannya kepada mereka. Satu setengah jam kemudian Allyson telah tiba di tempat kediaman mereka. Allyson beranjak ke dapur dan menemui chef yang setiap harinya menyiapkan makanan untuk mereka. "pagi chef" sapa Allyson dengan memperlihatkan giginya dan membungkukkan badan. Pak Park merupakan pria berusia hampir lima puluh tahun. Ia berasal dari Korea, namun telah lama pindah dan menetap di Amerika. Allyson sengaja memilihnya untuk tugas ini karena Pak Park bisa menyiapkan berbagai dish, Korea, timur, maupun barat. Ini adalah hasil kerja Sara. "pagi Allyson.. kau sudah sarapan? Aku menyiapkan sarapan juga untukmu." "wahh.. terimaksih Chef. Aku jadi bisa sarapan selain sandwich setiap paginya." Menatap penuh hasrat melihat sarapan yang disediakan oleh Chef Park. "ngomong-ngomong dimana mereka?" "aku sudah melihat sebagian dari mereka. Sebagian lagi mungkin masih ditutupi selimut yang hangat." Senyum pak Park sambil menyiapkan sarapan "hai Allyson.. kau sudah tiba" suara berat seorang pria menyapanya dari atas tangga. "pagi Jun.. aku tidak ingin melewatkan sarapan berkelas dari seorang chef" senyum Allyson kepada Jun. Jun turun menuju dapur untuk menghampiri Allyson dan Pak Park. "kau ingin kopiku Jun?" tanya pak Park kepada Jun yang sudah duduk bersama Allyson di meja bar. "ne ahjussi. Kopimu lah yang terbaik disini," mengiyakan tawaran pak Park. "aku akan buatkan teh seperti biasanya untukmu Allyson" ucap pak Park kepada Allyson. Allyson mengangguk dengan senyuman. Sebenarnya Allyson tidak biasa dilayani untuk dibuatkan minuman. Tapi pak Park sangat memaksa setiap harinya, dan Allyson mau tidak mau menerimanya. Memang Allyson sangat menyukai teh buatan pak Park. Entah ia memasukkan apa ke dalamnya, hanya saja di musim seperti ini, teh itu terasa sangat enak dan membuat tubuh menjadi nyaman. "kau sudah sarapan?" tanya Jun yang duduk bersampingan dengan Allyson "aku menunggumu" senyum Allyson menjawabnya dengan ramah. Sejak tidak ada tuan Shin di rumah ini. Allyson mencoba untuk mengakrabkan diri kepada semua member. Berkenalan, mengajaknya berbicara, dan berdiskusi soal apapun. Mereka sangat baik terhadap Allyson, mungkin itulah pesan terakhir tuan Shin sebelum ia pergi ke bandara. Salah satunya yang Allyson mulai akrab adalah Jun. Ia adalah yang tertua di antara para member, sekaligus sebagai leader group BT1. Jun suka memasak sehingga ia selalu turun lebih awal ke dapur. Terkadang membantu pak Park untuk menyiapkan sarapan. Jun dan Allyson mulai menyantap sarapan yang telah disiapkan oleh pak Park. Mereka bertiga berbincang bersama dengan segelas teh, kopi, dan sepiring sarapan yang masih hangat. ** In Ho membuka matanya dan mengumpulkan kesadarannya. Ia langsung ke kamar mandi untuk bersiap-siap turun ke bawah. Sejak beberapa hari ini ia selalu menemukan Allyson ada di dapur setiap paginya. Mereka berdua semakin menjadi dekat sejak tuan Shin kembali ke Seoul. Tetapi tidak hanya dirinya saja yang semakin dekat dengan Allyson, para Hyung nya yang lain juga semakin menganggap Allyson sebagai keluarganya sendiri. In Ho beranjak keluar kamar dan turun ke lantai satu menuju dapur. Seperti dugaannya, Allyson ada di sana, sedang bersama pak Park dan Jun. Mereka bertiga terlihat akrab di meja bar, sarapan sambil berbincang dan menikati segelas minuman hangat. "hyung" In Ho menghampiri Jun dan menepuk bahunya. Dan In Ho membungkukkan badan ke arah pak Park untuk memberikan salam, yang dibalas senyuman dan anggukan kepala dari pak Park. "Apa baru kau yang sudah bangun?" tanya Jun menemukan In Ho berdiri diantaranya dan Allyson. In Ho hanya menggeleng tanda tidak tau. "ini.. apa?.. kopi?" tanya In Ho sambil menunjuk gelas yang ada di depan Allyson dengan wajah penasaran. "Ini teh, aku tidak suka kopi. Kau mau mencobanya? Pak park yang membuatkannya untukku" Allyson memberikan gelasnya pada In Ho sambil tersenyum dengan khasnya. In Ho menerimanya dan mencoba dengan menyeruputnya. Teh ini belum pernah In Ho rasakan sebelumnya, menurutnya di cuaca yang dingin ini teh ini lebih cocok di lidah dibandingkan dengan kopi. "wahh.." ucap In Ho setelah mencoba segelas teh di gelas Allyson. "apa itu enak?" tanya Jun penasaran kepada In Ho "hyung, ini lebih enak dari kopi. Cobalah" kemudian Jun mencobanya dan sepakat dengan yang In Ho katakan. Pak Park tersenyum melihat mereka bertiga menikmati teh buatannya. Allyson pun juga ikut tersenyum melihat kakak adik di hadapannya ini. "kami akan latihan untuk penampilan minggu ini Allyson.. kau mau melihat kami latihan?" tanya In Ho sambil menyantap sepiring menu sarapan didepannya. "bolehkah aku..?" tanya Allyson ragu-ragu. Meskipun Allyson sudah menyaksikan mereka tampil di internet, tapi Allyson tidak tau seperti apa kondisinya saat mereka sedang latihan. "In Ho benar.. ikutlah, kau juga boleh memberi masukan kepada kami" jawab Jun "pukul berapa kalian akan memulainya?" "setelah kami semua sarapan" jawab In Ho "hai semuaa..." Dae Jung muncul dari atas tangga. Allyson selalu tertawa melihatnya, ia tidak pernah tidak lucu, selalu ceria apapun yang terjadi. Dae Jung pun bergabung bersama mereka di dapur dan segera menyantap sarapan. Kemudian In Su, Tae Yun, dan Ye Suk juga turun dari tangga dan bergabung bersama mereka di meja bar. Mereka menyantap sarapan dengan suasana ramai dan ceria. Allyson tidak tau apakah memang orang korea selalu memiliki suasana makan seperti ini. Meskipun terkadang mereka mengeluarkan lelucon dalam Bahasa korea, tapi Allyson tetap tertawa melihatnya. Bukan karena Allyson memahaminya tapi Allyson tertawa melihat ekspresi wajah mereka saat berbicara. Di antara mereka berenam yang paling humoris adalah Dae Jung dan Jun. Tae Yun memiliki wajah polos datar yang seperti anak kecil ketika sedang tidak berada di depan kamera. In Ho juga sering diperlakukan seperti anak kecil karena memang ia yang paling muda di sini. Ddrrttt...dddrrrttt... Handphone Allyson bergetar karena ada panggilan masuk. Nama Alex Adelard muncul di atas layar. Nama yang muncul tersebut tertangkap oleh mata Jun dan In Ho yang memang duduk di sisi kanan dan kiri Allyson. "aku permisi sebentar" Allyson turun dari kusi dan membawa handphonenya ke halaman belakang rumah. "ya Alex.." jawab Allyson saat mengangkat telepon dari Alex. Mata In Ho berjalan mengikuti Allyson sampai ia tidak terlihat lagi di pelupuk matanya. "hei.." In Ho langsung menatap kepada Jun yang menepuk bahunya. "terlihat sekali kau tertarik padanya" ucap Jun sambil tertawa kepada adik kecilnya itu "tidak" balas In Ho dengan cepat dengan mata membulat. Tiba-tiba para member menertawainya bersama-sama. "semua orang di rumah ini menyadarinya, kecuali dirimu dan Allyson" ucap Ye Suk sambil terkekeh menerka wajah In Ho yang kebingungan "bahkan pak Park mengetahuinya" sahut Tae Yun. "ne.. ne.." senyum pak Park sambil mengangguk kepada In Ho yang membenarkan perkataan Tae Yun "kami ini lebih tua darimu.. kami tau seperti apa laki-laki saat sudah tertarik dengan seorang gadis" Jun bicara meyakinkan sambil meletakkan tangan di bahunya In Ho. In Ho hanya diam tak tau harus menjawab apa. "memang sejak kapan kau bangun lebih pagi dariku?" goda Dae Jung sambil tertawa kepada In Ho. Dan yang lainpun ikut tertawa sambil menyetujui yang Dae Jung katakan. "ya, itu tidak pernah terjadi sejak lima tahun kita hidup bersama" ucap In Su yang menyetujui perkataan Dae Jung "hyung.. hentikan" In Ho meminta para hyung nya untuk berhenti menggodanya. Member lain dan pak Park tidak bisa berhenti tertawa melihat tingkah maknae nya yang lucu. ** Lagu yang akan mereka bawakan untuk akhir minggu ini diputar di ruang latihan. Mereka melatih tarian dan merekamnya dengan kamera. Kemudian rekaman video tersebut akan mereka tonton ulang untuk mengevaluasi di bagian manakah yang masih harus diperbaiki. Ini pertama kalinya Allyson melihat mereka berlatih. Dan wow.. mereka sangat keren juga perfeksionis untuk menampilkan yang terbaik. Dae Jung selalu memberi arahan kepada member lain mengenai tarian. Ia banyak berbicara dan mengevaluasi teman-temannya. Untuk vocal, mereka berlatih sendiri-sendiri maupun berpasangan. Allyson memberikan tepuk tangan saat lagu selesai diputar. "kenapa kalian tidak mengajakku melihat kalian berlatih dari kemarin" para member tertawa sengan napas terengah-engah. Gerakannya yang keras membuat mereka kelelahan setelah beberapa kali mengulang-ulang lagu. Allyson memberikan botol minum kepada masing-masing dari mereka. "istirahatlah sebentar.. sore ini kita akan fitting baju" Allyson berbicara kepada mereka yang sebagian masih berbaring di lantai ruang Latihan. "aku akan menunggu di luar" Allyson pamit dan pergi dari ruang latihan. Allyson menuju ke dapur dan duduk di meja bar untuk membuka laptop dan buku catatannya. Ia menyambungkan wifi dan earphone pada laptopnya karena Sam dan Calie akan terhubung untuk meeting bersama. "bagaimana perkembangannya?" ucap Allyson berbicara di depan layar laptopnya "kabar bagus.. mereka akan siapkan seperti yang kita inginkan Allyson" jawab Sam dari seberang sana "Allyson, kau tidak boleh lupa mereka akan fitting sore ini." Ucap Calie "ya tentu.. aku sudah menyampaikannya. Mereka baru saja selesai latihan" jawab Allyson "aku akan menunggu kalian berdua di sana" "got it boss" Sam memberikan jempolnya di depan kamera laptopnya. Allyson hanya tertawa melihat teman-temannya di depan layar laptop "aku merindukan kalian.. di mana Sara?" "Sara sedang sibuk dengan pekerjaan yang diberikan Jackson. Sejak kau menggantikan tuan Shin, otomatis tugasnya menjadi tugasmu bukan. Kau harus tau Jackson bergerak cepat memanfaatkan hal itu." ucap Sam panjang lebar sambil tertawa kecil. Yang dibalas tawa oleh Calie dan Allyson "baiklah.. akan aku sambung lagi nanti. Sampai bertemu nanti sore" Allyson melambaikan tangan ke kamera laptop dan memutus sambungan rapat. Ia mendengarkan sebuah lagu dari laptopnya. Lagu pop klasik yang ia sukai saat ia masih remaja. Sekarang lagu itu tidak banyak diputar, tapi Allyson masih tetap suka mendengarnya. Sambil mendengarkan musik menggunakan earphone, ia membuka email untuk melihat notifikasi terbaru. Beberapa langganan jurnal mengirimkannya beberapa judul jurnal terbaru. Ia mulai membaca satu jurnal sains yang menurutnya menarik. Ia menopangkan dagunya di tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya menulis-nulis sesuatu di buku catatannya. Allyson sangat serius jika sudah melakukan hal ini. Ia suka membaca dan belajar. Ia manyukai hal-hal berbau science hingga bisa tenggelam di dalamnya. "kau sedang apa?" seorang pria tiba-tiba muncul dihadapannya mengusik ketenangan Allyson saat ini. "membaca sesuatu" Allyson menjawab dengan senyum sambil melepaskan earphone dari telinganya. "apa yang kau dengarkan?" pria tersebut mengambil segeas air putih dari meja bar. "sebuah lagu" Allyson kembali menjawab pertanyaan In Ho dengan ringkas. "kalian selalu berlatih sekeras itu?" tanya Allyson memecah keheningan antara dirinya dan In Ho. In Ho menjawab dengan anggukan sambil minum air. Allyson memperlihatkan senyuman khasnya kepada In Ho. In Ho menjadi berdebar kembali setelah jantungnya mulai mereda usai latihan. "aku akan mandi dan bersiap" In Ho meletakkan gelasnya di meja bar, dan pergi ke lantai dua menuju kamarnya. Kemudian Allyson melanjutkan apa yang ia lakukan sebelum In Ho datang ke hadapannya. ** Allyson dan keenam member berada dalam mobil hitam besar yang membawanya menuju tempat fitting. Mereka berenam banyak berbincang dan bercanda di dalam mobil. Yang paling sering terdengar adalah suara tertawa dari Jun dan Dae Jung. Allyson rasa Dae Jung dan Jun adalah member yang menciptakan atmosfer diantara mereka menjadi sangat baik. Satu jam kemudian mobil mereka telah terparkir di sebuah gedung tempat mereka akan fitting. Gedung ini adalah gedung dari label fashion yang dimiliki Luther Corp. Di dalamnya mereka disambut oleh para kru dan designer. Allyson langsung bergegas untuk memilih pakaian yang akan cocok untuk Jun dan In Ho, begitupun dengan Sam dan Calie. Allyson, Sam, dan Calie banyak berdiskusi mengenai perpaduan gaya yang pas untuk masing-masing member. Mereka membutuhkan dua pakaian untuk dua buah lagu. "sepertinya aku tidak cocok dengan yang kedua ini. Bagaimana menurut kalian?" tanya Allyson kepada Sam dan Calie "hmm.. ya kau benar. Tidak cocok untuk lagu dan tariannya" jawab Sam "aku lebih suka kita gunakan brand lain untuk lagu kedua mereka" ucap Allyson kembali "bagaimana kalau CK?" Saran Calie kepada dua orang temannya. "bisa kau jadwalkan kapan fittingnya?" tanya Allyson kepada Calie. "akan ku kontak" Calie pergi meninggalkan kedua temannya "Ally.. Alex sudah datang" mata Sam menunjuk ke arah Alex datang dan berjalan menghampiri mereka. Dan Sam melambaikan tangan sambil tersenyum kepada Alex. "hai.." sapa Allyson ramah kepada Alex yang baru datang. "lama tak berjumpa Lex" sapa Sam "Allyson tidak pernah memanggilku untuk datang" jawab Alex menggoda Allyson. Allyson hanya tertawa meninju pergelangan tangan Alex. "hai Alex.." suara gadis mungil Calie yang datang dari belakang membuat Alex menoleh ke sumber suara. "bagaimana Calie?" tanya Allyson segera menunggu jawaban Calie "mereka siap besok kalau mereka kosong". Allyson segera membuka buku catatannya. "seharusnya besok adalah jadwal gladi mereka. Tapi aku lebih khawatir soal pakaian. Akan ku geser saja gladinya." Allyson berbicara sendiri dan mencoret-coret buku catatannya. "mintalah jam sore seperti hari ini cal.." pinta Allyson kepada Calie "kalian akan pergi bersama?" tanya Calie kepada Alex "kau mau ikut bersama kami?" tanya Allyson yang masih sibuk mencoret-coret buku catatannya "ahh.. tidak" Calie tersenyum seperti memberikan kode kepada Sam. Sam hanya mengedipkan sebelah matanya kepada Calie. "kurasa hari ini cukup. Sam, tolong kau atur pengiriman ke studio show untuk semua yang sudah kita sepakati." Sam mengiyakan dengan sigap perintah Allyson. Allyson segera menuju tempat para member sedang berkumpul. "Jun.. ada beberapa jadwal yang ingin aku sesuaikan untuk besok. Besok di jam yang sama kita akan fitting di tempat kedua. Semoga besok urusan wardrobe kita bisa selesai. Sehingga kalian bisa langsung latihan dan gladi di tempat show. "oh ya.. tidak apa. Kami percayakan saja kepadamu" jawab Jun "baiklah, aku akan mengantar kalian ke depan. Maaf aku tidak ikut kembali ke rumah bersama kalian" ucap Allyson dengan sedikit memberikan penyesalan "tidak masalah" Jun memberitahukan kepada member yang lain soal yang ia baru saja bahas bersama Allyson. Keenam member, Allyson, Calie, Sam, dan Alex berjalan bersama keluar dari gedung untuk menuju mobil masing-masing. Keenam member menaiki mobil hitam besar yang akan membawa mereka kembali ke tepat tinggal mereka. Sam dan Calie masuk menuju mobil Sam. Allyson berjalan menuju mobil Alex. Beberapa pasang mata melihat Allyson yang naik mobil bersama Alex. "hei In Ho.. kau harus segera bergerak" ucap Jun kepada In Ho yang duduk tepat di belakangnya. In Ho hanya diam tidak menggubris perkataan hyung nya. Ia bersandar ke jok mobil dengan membenamkan wajah dan kepalanya di dalam kupluk hoodienya. Para hyung nya tertawa cekikikan melihat maknae nya seperti ini. Tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD