"Annyeong haseyo" Allyson hadir di tengah-tengah mereka yang sedang berkumpul di ruang tengah. Jun dan Ye Suk sedang bertanding dalam permainan catur. Yang lain mengelilingi untuk melihat duel tersebut
"annyeong.." mereka semua membalasnya dengan ramai. "kau tidak sarapan bersama kami Allyson" ucap Dae Jung kepada Allyson yang sudah bergabung dengan mereka di ruang tengah.
"aku harus ke kantor dulu untuk mengambil mobil." Allyson mengerucutkan bibirnya karena tidak bisa menikmati sarapan yang dibuat pak Park.
"dimana In Ho?" Allyson celingukkan, matanya mencari ke seluruh sudut ruangan.
"apa kau sudah berhasil membangunkan In Ho?" Tanya Tae Yun kepada Ye Suk
"Kami sudah mencoba membangunkannya beberapa kali" jawab Ye Suk sambil memberi penjelasan kepada Allyson.
"apa ia sakit?" tanya Allyson mulai cemas. Seingatnya In Ho bukanlah orang yang bangunnya siang. Selama Allyson datang ke sana setiap pagi, In Ho selalu bangun lebih awal dibanding member lainnya.
"aahh.. tidak. Kami hanya tidur larut semalam" In Su menjawabnya
"mungkin kau harus membangunkannya" Jun
"ya.. kau harus coba membangunkannya. Kami sudah menyerah membangunkannya sedari pagi." Semua orang menyetujui ide Jun.
"setelah kau naik tangga belok ke kanan, kamarnya di paling dalam sebelah kanan." Dae Jung mengarahkan Allyson di mana letak kamar In Ho
"baiklah" Allyson langsung bangkit dari sofa untuk menuju kamar In Ho yang sudah diarahkan oleh Dae Jung. Allyson naik ke tangga dan berbelok ke kanan. Ia celingak celinguk karena baru pertama kali ia ke sini. Setelah sampai di depan kamar In Ho, Allyson langsung membuka pintunya
"In Ho... aaaaaaaaakkkkk" ia melihat In Ho hanya menggunakan handuk putih untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.
"hei apa yang kau lakukan di sini?" In Ho tidak kalah terkejutnya. Ia baru menyelesaikan mandinya dan tiba-tiba seorang gadis masuk ke kamarnya dan berteriak. Allyson langsung menutup pintu dengan kencang, berlari ke arah tangga dan turun ke lantai satu. Wajahnya terlihat sangat kesal saat ia sampai di lantai satu.
"apa yang terjadi?" tanya Jun dengan wajah polosnya saat Allyson sudah ada di ruang tengah
"katakan padanya aku menunggunya di mobil" jawab Allyson dengan wajah kesal dan sedikit berteriak. Ia langsung mengambil tas yang ada di sofa dan bergegas pergi menuju mobil. Saat Allyson sudah tidak terlihat lagi, para member tertawa-tawa sambil cekikikan menertawai apa yang baru saja terjadi.
"bukankah itu menyenangkan?" ucap Ye Suk yang masih tertawa gembira
"kau lihat wajah Allyson tadi?" Dae Jung menambahkan
"Jun-hyung kau harus bertanggungjawab nanti" ucap Tae Yun sambil tersenyum riang memperlihatkan giginya. Kemudian terdengar suara seseorang menuruni tangga.
"hyung.. dimana Allyson?" In Ho telah berada di ruang tengah dan mengambil sisa sarapan yang ada di meja bar.
"ia menunggumu di mobil" ucap Jun sambil menunjuk pintu dengan wajahnya. In Ho mengangguk dan langsung pergi setelah berpamitan.
Ia bergegas menuju mobil di parkiran dan masuk ke pintu depan. Ia melihat Allyson sedang menundukkan kepalanya di atas kemudi. In Ho menelan ludahnya sebelum ia memanggil Allyson.
"A-Ally.." In Ho mencolek bahu Allyson dengan ragu dan takut
"APA?" Allyson mengangkat wajahnya dan menjawab dengan nada kesal
"kenapa kau kesal padaku?" balas In Ho tidak terima. Ia tidak merasa bersalah, tapi itu kejadian yang sangat memalukan bagi dirinya.
"hey.. jika kau bangun lebih cepat dan tepat waktu hal memalukan tadi tidak akan terjadi" Allyson masih terdengar kesal.
"apa maksudmu? Kau yang datang satu jam lebih awal dan masuk ke dalam kamarku"
"aku sudah katakan akan menjemputmu pukul sepuluh", In Ho terdengar bingung saat mendengar pernyataan Allyson barusan.
"pukul sepuluh?", kemudian In Ho mengingat dan berpikir kembali tentang perkataan Jun-hyung semalam. Dan tiba-tiba ia memahami kejadian ini ulah siapa.
"aah.. Jun-hyung" In Ho merasa dikerjai lagi oleh para hyung nya. Tapi hal itu tidak akan ia ceritakan kepada Allyson. Percuma saja, Allyson tak akan mengerti.
Allyson menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya menuju studio latihan.
**
"kurasa benar ini tempatnya" Allyson membaca secarik kertas berisi alamat studio yang diberikan oleh manager BM
"kau sudah siap?" Allyson menoleh kepada In Ho yang terlihat gugup disebelahnya. Ini adalah kalimat pertama yang dikeluarkan Allyson selama perjalanan. In Ho pun hanya diam seribu bahasa.
Allyson turun dari mobil diikuti In Ho yang sudah memakai kaca mata hitam. Mereka masuk ke ruang studio dan mencari manager dari BM. Tak lama kemudian BM dan sang manager menyambut mereka
"haiii.. good morning. Sapa BM dengan ramah. Ia terlihat antusias saat ini
"haii.. selamat pagi" balas In Ho dan Allyson sambil menjulurkan tangan.
"Welcome to my studio. Ini Alan, yang dari kemarin menghubungimu, Allyson" BM memperkenalkan Alan kepada Allyson dan In Ho. Kemudian mereka saling bersalaman.
"aku melihat penampilanmu di SNS... and that's crazy, man" BM mengungkapkannya kepada In Ho, dan In Ho tersenyum malu.
"okey.. kita langsung saja" kemudian BM dan manajernya mangajak Allyson dan In Ho untuk masuk ke dalam studio dan berlatih. Di dalam studio tersebut terdapat berbagai macam alat musik, beberapa pria yang Allyson tebak adalah vokalis pengiring. Allyson sering melihatnya di tv saat tampil Bersama BM.
"mereka adalah pengiring-pengiringku" ucap BM. In Ho membungkukan bahunya untuk memberikan salam. "okey.. kita akan mulai saja". Allyson mundur untuk memisahkan diri dari mereka. Ia memilih duduk di sudut ruangan yang terdapat beberapa sofa nyaman dan sebuah meja.
Mereka sedang berdiskusi sebentar sebelum mulai Latihan. BM aktif berbicara memberikan ide-idenya. In Ho pun mendengarkan dengan seksama. Tatkala ia juga sambil menyumbangkan idenya kepada yang lain. Kemudian tiba-tiba Alan duduk di samping Allyson sambil membawa minuman.
"terimakasih.." Allyson menerima minumannya dengan penuh senyum dan ramah.
"kau juga dari korea?" tanya alan
"tidak, aku dari Luther Corp. Ada sesuatu yang terjadi pada manager mereka, sehingga aku menggantikannya"
"owh.. begitu rupanya. Kupikir kau memang manager mereka karena kau berwajah Asia."
"aku memang dari Asia" senyum Allyson yang memperlihatkan giginya kepada Alan. Mereka mulai berlatih mengambil suara. Harmoninya sangat baik di telinga Allyson. Allyson sudah beberapa kali mendengar In Ho berlatih, tapi tetap saja Allyson selalu tersenyum tanpa sadar ketika mendengar suaranya.
Dddrrttt.. dddrtttt..
Handphone Allyson berbunyi dan nama Jackson L muncul di layar.
"maaf aku harus mengangkat ini" Alan mempersilahkan Allyson untuk keluar
"ada apa Jack?" ucap Allyson saat ia sudah berada di luar
"Ally.. kau dimana? Apa kau bisa ke kantor? Aku membutuhkanmu" ucap Jackson di sebarang telepon.
"aku sedang di studio. Mengantar In Ho bertemu dengan BM hari ini. Apa ada yang mendesak?"
"aku membutuhkan laporan keuangan saat kita bekerjasama dengan AG. Tapi sepertinya yang ada padaku adalah laporan lama yang belum ku approve."
"emm.. sepertinya ada di laptopku. Aku akan menghubungimu lagi nanti" Allyson langsung menutup teleponnya dan bergegas pergi ke mobil untuk memeriksa file yang diminta di laptopnya.
Allyson kembali mengorek-ngorek folder dari beberapa tahun yang lalu. Tapi sepertinya yang dimilikinya adalah file yang sama dengan yang saat ini dipegang Jackson. Kemudian ia menelepon Jackson kembali.
"bagaimana?" ucap Jackson langsung saat ia menerima telepon Allyson
"sepertinya sudah kupindahkan ke hardisk karena itu file beberapa tahun yang lalu"
"kalau begitu cepat kirimkan"
"tapi aku tidak membawanya saat ini. Apa kau membutuhkannya saat ini juga?"
"yess Allyson. Huuft.. kenapa semua orang tidak memilikinya saat ini. Membuat kepalaku sakit"
"aku akan segera mengirimkannya kepadamu begitu aku sampai di apartemen"
"dan pukul berapa itu?"
"emm mungkin malam ini. Setelah aku mengantar In Ho kembali" jawab Allyson sambil menyusun rencananya
"ah tidak tidak.. sebelum jam pulang kantor hari ini" kepala Jackson mulai panas kali ini. Suara Jackson terlihat marah, saat seperti itu bahkan Sara tidak berani menentangnya. kemudian Allyson akan memenuhi apapun yang ia minta.
"baiklah akan aku usahakan". Jackson langsung menutup teleponnya. Allyson menghembuskan nafas dan kembali ke dalam gedung. "Tidak mungkin kan aku meminta mereka berhenti latihan. Memangnya siapa aku?" Allyson berbicara sendiri sambil berjalan masuk ke dalam studio latihan.
Allyson melihat mereka masih berlatih suara dengan alunan musik dari band. Tak berama lama kemudian, musik berhenti karena sudah melewati jam makan siang. In Ho menghampiri Allyson di sofa. Allyson memberikan In Ho sebotol air mineral untuk membasahi tenggorokannya.
"kau dari luar?" In Ho sudah duduk di samping Allyson.
"ya.. Jackson mengubungiku" In Ho menangkap kekhawatiran di seluruh tubuh Allyson. Allyson menggerak-gerakkan kakinya.
"apa terjadi sesuatu?" tanya In Ho khawatir
"hanya ada sedikit masalah" Allyson menjawab dengan singkat. "apa kau sudah selesai?" barulah ia menoleh menghadap In Ho.
"sepertinya sudah.. tapi aku diminta menunggunya sebentar". Allyson mengangguk dengan senyum tipis. Ia terus menerus melihat ke jam tangan yang dipakainya. Ia juga terus menggerak-gerakkan kakinya. Tak lama kemudian BM masuk kembali ke dalam studio.
"maafkan aku membuat kalian menunggu. Sepertinya untuk hari ini cukup. Akan kita lanjutkan lagi nanti In Ho. Kau luar biasa hari ini." In Ho membungkukkan bahunya merasa malu dipuji oleh bintang sekelas BM.
"kalau begitu kami akan pergi" ucap In Ho dan mereka bersalaman sambil berpelukkan. Kemudian mereka keluar dari studio latihan dan turun menuju lantai satu menggunakan tangga. Tak lama mereka sudah berada di dalam mobil. Allyson memasang sabuk pengamannya dan kemudian diam. In Ho bingung melihat Allyson saat ini. Setelah tadi ia keluar, mendadak Allyson menjadi gadis dengan wajah resah
"kau baik-baik saja?" In Ho memutar tubuhnya menghadap Allyson.
"emm.. bagaimana ya" Allyson bergumam sendiri sambil melihat ke kaca depan mobil. "aku harus kembali ke apartemen segera. Ada sesuatu yang Jackson minta segera kukirimkan sebelum jam pulang kantor"
"apa apartemenmu dekat dari sini?"
"sekitar 45 menit"
"kalau begitu apa lagi yang kau tunggu? Jalankan mobilmu ke apartemen" In Ho berbicara sambil memasang sabuk pengamannya. In Ho mengerti sesuatu yang membuat Allyson resah seperti ini pastilah hal yang sangat penting dan mendesak
"tapi kau bagaimana?" tanya Allyson
"pekerjaanmu saat ini lebih penting daripada mengantar ku pulang. Aku tidak ingin kau benar-benar dipecat"
"kau tidak keberatan?" tanya Allyson memaastikan kembali yang In Ho ucapkan
"cepatlah sebelum aku berubah pikiran" jawab In Ho lelah
"baiklah" Allyson tersenyum senang memperlihatkan giginya. Raut wajahnya kembali ke Allyson yang In Ho kenal, manis dan ceria.
"mudah sekali membalikkan moodnya" In Ho bicara dalam hati sambil tersenyum tipis. Allyson pun langsung menjalankan mobilnya.
Tbc