Part 13

2461 Words
Allyson memarkirkan mobil dengan mulus di parkiran apartemennya. Ia melepas sabuk pengaman dan mereka segera turun dari mobil. Allyson menekan tombol lantai lima saat mereka sudah berada di dalam lift. "maafkan aku tidak langsung memulangkanmu" Allyson memecah kesunyian di dalam lift. In Ho mengangguk sambil tersenyum. Denting bunyi lift berbunyi, menandakan mereka telah sampai di lantai lima. In Ho mengekor mengikuti langkah Allyson yang sangat cepat. Kemudian mereka sampai di sebuah pintu berwarna putih. Allyson menekan tombol password untuk membuka kunci apartemennya. Bunyi klik terdengar dan Allyson mempersilahkan In Ho untuk masuk. "selamat datang di apartemenku. Ini pertama kalinya untukmu kan?" Allyson tersenyum dengan khasnya kepada In Ho. "ini tidak sebesar tempat tinggal mu saat ini, tapi ini cukup untuk kutempati seorang diri". Allyson meletakkan tas nya di ruang tengah dan bergegas membuka kulkas. Allyson menuang segelas orange juice segar dari kulkasnya dan menyajikkannya kepada In Ho. "aku akan mengambil hard disk ku sebentar di dalam" Allyson bergerak pergi meninggalkan In Ho di ruang tengah. In Ho tidak mengatakan apapun sejak ia memasuki apartemen ini. Ukuran apartemen Allyson hampir sama dengan yang dimiliki In Ho di Seoul. Baginya ukuran tidaklah penting selama ia nyaman berada di dalamnya. Ia merasakan kesan yang sama terhadap apartemen Allyson, bersih, mungil, dan nyaman. Allyson kembali ke ruang tengah dengan membawa hardisk. Ia duduk di atas karpet dan membuka laptopnya di atas meja. Melihat Allyson duduk di atas karpet, membuat In Ho turun duduk di atas karpet bersama Allyson. Allyson sedang fokus mencari-cari sesuatu di dalam hardisknya. In Ho diam saja memperhatikan gadis itu sibuk di depan layar laptopnya. "ahh.. ketemu" Allyson langsung mengirimkannya ke email Jackson tepat tiga puluh menit sebelum jam kantor berakhir. Kemudian ia mengabari Jackson melalui pesan singkat. "huuft.. nyaris saja" Allyson memejamkan mata menyenderkan kepalanya ke badan sofa di belakangnya. Merasa lega seperti baru turun dari roller coaster. "kau lapar tidak?" tanya Allyson saat ia sudah membuka matanya. In Ho hanya mengangguk sambil tersenyum. Saat ini In Ho tidak bisa banyak bicara. Jantungnya berdebar-debar karena hanya berdua dengan Allyson di apartemennya. "ayo ikut aku" Allyson bangkit dan In Ho pun mengikutinya ke dapur. Allyson membuka kulkasnya dan melihat isi di dalam kulkasnya. "aku punya mac and cheese, kebab beku, sandwich, lasagna, dan daging masak. Kau mau yang mana?" tanya Allyson yang saat ini sedang berdiri di sisi lengan In Ho. "mmm.. kebab beku saja" jawab In Ho. Allyson mengambil dua buah kebab beku dan daging masak dari dalam kulkasnya. Kemudian memanaskannya di dalam oven. Dddrrttt... dddrtttt... sebuah pesan masuk dari Jun muncul di handphone In Ho. "kau sudah selesai? Kapan akan kembali?" bunyi pesan yang dikirimkan Jun "sudah. Ada sesuatu yang membuatku harus ke apartemen Allyson dulu" In Ho mengetik di jendela pesan Jun. Sesaaat kemudian nama Jun muncul di layar handphone In Ho. "aku akan mengangkat ini dulu" Allyson mengangguk dan In Ho beranjak dari dapur ke balkon "kau di apartemen Allyson?" "ya, ada urusan mendadak dari kantornya. Aku terpaksa ikut dia kemari. Aku akan segera pulang hyung" "ahh tidak apa-apa, nikmati saja waktumu. Bawakan saja kami makanan" di seberang sana terdengar Jun sedang tertawa bersama dengan yang lain. "arasso" In Ho menutup teleponnya dan kembali ke dapur. Allyson sudah selesai menyiapkan makanan mereka. Dua buah kebab di piring, dan sepiring nasi dengan daging masak yang terlihat lezat di mata In Ho. "ini.. apa?" In Ho menunjuk ke piring yang sekiranya berisi makanan untuk Allyson "daging masak". Kemudian In Ho mencolek sedikit untuk mencicipinya. "aku.. ingin makan yang sama denganmu saja" mata In Ho menatap lekat ke arah piring milik Allyson "sure.. tunggulah di sana" Allyson menunjuk ruang tengah dengan kepalanya. Dan In Ho segera duduk di atas karpet ruang tengah milik Allyson. Allyson kembali dengan membawa nampan yang berisi dua piring nasi, dua gelas air putih, dan sekotak besar jus mangga. Mereka berdua langsung menyantap makanan dengan lahap saking laparnya. "kau suka?" tanya Allyson saat melihat In Ho memakan nasi dan daging dengan lahap. "tadi kau bilang ini apa?" tanya In Ho sambil melahap makanan di mulutnya "daging masak. Aku memasaknya lama dengan santan dan bumbu rempah". Mereka menyelesaikan makanannya dan membereskan bekas makanannya masing-masing. Hal itu sudah biasa untuk mereka berdua. In Ho dan Allyson kembali duduk di atas karpet di ruang tengah dan menikmati jus mangga berdua. In Ho melihat meja Allyson banyak berisi kertas-kertas yang di print dengan judul-judul sains berbahasa inggris. In Ho mengambil satuan kertas yang di steples menjadi satu. Kertas tersebut memiliki judul besar bahasa inggris dan bernuansa sains. Di setiap alineanya banyak coretan-coretan pulpen berwarna dan note-note kecil yang In Ho yakin adalah tulisan tangan Allyson "apa ini?" tanya In Ho sambil menjulurkan kertas yang sedang dipeganya kepada Allyson "itu jurnal hasil penelitian. Aku membacanya di saat waktu luang" Allyson menjawab dengan datar "kau membaca ini?" In Ho terlihat bingung, tapi Allyson malah tersenyum melihat wajah In Ho yang terkejut. Allyson tersenyum di depan In Ho yang membuatnya menjadi berdebar. Baiklah, mungkin Allyson sudah sering tersenyum di depannya. Tapi saat ini suasananya sungguh berbeda, mereka hanya berdua di dalam apartemen. "aku akan memberitahumu tentang diriku yang tidak banyak orang ketahui" Allyson memutar badannya menghadap In Ho. "sebenarnya aku adalah sarjana sains" Allyson memperlihatkan giginya sambil tersenyum kepada In Ho. "tapi pekerjaan pertama ku di tempat Jackson, jadi kuteruskan sampai sekarang" "bagaimana bisa?" tanya In Ho penasaran yang menatap lekat ke mata Allyson. "dulu aku pernah magang di perusahaan Jackson. Kemudian Jackson suka dengan keahlianku. Yaa bisa dibilang keahlianku yang disukainya hanya sebatas hobi untukku. Jackson itu unik, dan menyukasi hal-hal yang tidak biasa. Melihatku yang berasal dari background ilmu yang sangat berbeda, ia memintaku bekerja ditempatnya saat aku sudah lulus nanti. Lalu aku menerimanya" Allyson kembali tersenyum yang membuat In Ho berusaha keras menahan debaran jantugnya. "kau tidak bisa meninggalkan dunia sainsmu ya?" "mmm.. sepertinya begitu. Aku menyukai kedua-duanya. Jadi agar aku tidak melupakan apa yang ku dapat di universitas, aku sering mengunduh jurnal-jurnal tersebut untuk k*****a saat aku punya waktu luang". Allyson mengambil gelas jusnya dan meminumnya. "jadi siapa yang mengetahuinya selain diriku?" In Ho bertanya saat Allyson sedang meminum jusnya "Jackson, sebagai atasanku. Dan Sam, karena saat aku magang ia sudah bekerja di tempat itu" Jus yang Allyson minum meninggalkan bekas di sudut bibirnya. Tangan In Ho terangkat dan ia membersihkan sudut bibir Allyson dengan ibu jarinya. Allyson terkejut dengan yang dilakukan In Ho. Mata mereka bertemu dan tiba-tiba suasana menjadi canggung. In Ho menarik ibu jarinya dan mereka berdua seketika mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Mata In Ho berhenti pada sebuah kotak berwarna ungu dengan tulisan emas di atasnya yang tidak tertutup rapat. Kemudian ia membukanya yang ternyata isinya adalah sebotol parfum dengan gelang rantai yang mengelilingi botol tersebut. Di sisi botol tersebut terdapat sebuah kartu yang bertuliskan "semoga kau menyukainya. Alex" In Ho langsung memicingkan matanya saat melihat nama Alex. Napasnya langsung tercekat saat mengetahui bahwa ini adalah hadiah pemberian Alex. "Ally.." Allyson menengok ke arah In Ho yang sudah memegang botol parfum pemberian Alex "boleh aku mencobanya?" tanya In Ho "sure" In Ho membuka tutup botol dan menyemprotkannya satu kali ke punggung tangannya. Tercium aroma manis yang tidak biasa. In Ho bisa tebak ini adalah parfum mahal yang tidak banyak dimiliki orang lain "kau suka?" tanya Allyson. "itu boleh untukmu jika kau menyukainya" "hei ini parfum wanita, bukan untukku", In Ho membulatkan mulutnya, ciri khas orang Korea dalam berbicara. "kau boleh memberikannya pada perempuan lain" saran Allyson dengan wajah cuek. "perempuan lain? Aku tidak.. tunggu, apa Alex sering memberikanmu hadiah seperti ini?" tanya In Ho sedang menyelidik. "tidak.. itu hanya hadiah karena aku berulang tahun" jawab Allyson santai. Tapi In Ho langsung terkejut mendengarnya "kau berulang tahun? Kapan?" tanya In Ho dengan semangat "kemarin" tapi Allyson menjawabnya dengan datar. "jika ini hadiah ulang tahun untukmu kenapa kau memberikannya kepada orang lain" "aku hanya bingung.. karena aku tidak pernah memakai parfum. Kalau ada orang yang menginginkan atau menyukainya aku akan memberikannya." "kau dekat dengan Alex tapi ia tidak tau kalau kau tidak suka memakai benda ini?". Allyson tertawa mendengar In Ho sudah seperti teman-temannya di kantor. "akan kuluruskan beberapa hal. Pertama, aku akan klarifikasi bahwa aku dan Alex tidak sedekat seperti yang kau pikirkan. Kedua.. ia tidak tau banyak hal tentang diriku. Antara aku dan Alex benar-benar tidak ada hubungan apapun" jelas Allyson pada In Ho. Entah mengapa pernyataan barusan membuat hati kecil In Ho tersenyum. Mata In Ho berkeliling ke sekeliling ruangan dan menemukan speaker di dekat televisi. In Ho langsung berjalan menuju speaker tersebut. "apa ini bisa tersambung dengan handphoneku?" tanya In Ho sambil membuka daftar lagu yang ada di handphonenya "tentu.. apa yang akan kau lakukan?" In Ho tidak menjawab pertanyaan Allyson. Kemudian alunan musik terdengar dari speaker milik Allyson. Lagu yang belum pernah Allyson dengar sebelumnya. Lagu jazz ini mengingatkan Allyson dengan pesta dansa pada film Captain America the first avenger. Some day, when I'm awfully low When the world is cold Kemudian In Ho berjalan ke arah Allyson dan mengulurkan tangan kepada Allyson. I will feel a glow just thinking of you And the way you look tonight "apa yang kau lakukan?" tanya Allyson terkekeh melihat In Ho yang sangat lucu saat ini. Jiwa menjadi anggota termuda di dalam grupnya seakan-akan keluar menyapa Allyson. Yes, you're lovely, with your smile so warm And your cheeks so soft "mengajakmu berdansa", In Ho mengajaknya dengan wajah polos seperti tanpa dosa. "tidak tidak.. itu bukan keahlianku", Allyson menolaknya sambil tertawa geli "kumohon" In Ho mengeluarkan wajah memohonnya agar Allyson menerima ajakannya. Allyson tertawa dan kemudian ia menerima uluran tangan In Ho. There is nothing for me but to love you And the way you look tonight In Ho menarik tubuh Allyson agar lebih dekat dengannya. In Ho merasakan debaran yang tidak karuan dalam dadanya, tapi ia tidak peduli. Hari ini ia merasa senang, bahkan ia tidak peduli jika Allyson sampai mendengar bunyi jantungnya. With each word your tenderness grows Tehrin' my fear apart "letakkan tanganmu disini" In Ho membawa tangan kanan Allyson di bahu kirinya. Kemudian ia memeluk pinggang Allyson dengan tangan kirinya. Tangan kanan In Ho menggenggam tangan kiri Allyson di udara. Dan mereka mulai bergerak mengikuti melodi lagu. And that laugh, wrinkles your nose Touches my foolish heart Allyson tertawa geli dengan tubuhnya sendiri. Ia merasa kaku, tidak seperti In Ho yang memang jago dalam menari. Tubuh In Ho sangatlah atletis, dan proporsional, Allyson bisa merasakan itu saat mereka berdekatan seperti ini. Lovely, never, never change Keep that breathless charm Won't you please arrange it? 'Cause I love you A-just the way you look tonight "one.. two.. three".. "one.. two.. three".. "one.. two.. three" In Ho mengajarkan langkah-langkah gerakan kepada Allyson. Allyson lama sekali mencernanya, ia tidak terbiasa dengan hal tersebut. "aku payah sekali" Allyson mengakui dirinya benar-benar buruk dalam hal ini. "kau tidak perlu berpikir, lihat saja aku", akhirnya Allyson mengikuti saran In Ho. And that laugh that wrinkles your nose It touches my foolish heart Kamudian In Ho memutar tubuh Allyson, dan menariknya kembali. Tidak ada beban pikiran di antara mereka saat ini. Mereka berdua saling tertawa bersama-sama sambil berdansa. Lovely, don't you ever change Keep that breathless charm Won't you please arrange it? 'Cause I love you A-just the way you look tonight "bagaimana kau bisa tau lagu ini? Sepertinya kau belum lahir pada zamannya?" Allyson tersenyum sambil menggerakan kakinya untuk berdansa. Matanya lekat menatap In Ho, dan tangan kanannya bersandar pada bahu In Ho. Saat ini Allyson bisa merasakan tinggi tubuhnya hanya sebatas d**a In Ho. "aku mendengarkan semua jenis lagu dari berbagai zaman" In Ho tersenyum. Hal itu membuat Allyson berdebar dan wajahnya menjadi merah. Rasanya tiba-tiba dadanya menjadi panas. Tiba-tiba lagu jazz tadi selesai bermain dan berganti dengan lagu lain. Kali ini Allyson mengenali lagunya. I found a love for me Darling just dive right in And follow my lead "maaf aku tidak tau kalau kemarin kau berulang tahun" "ulang tahunku bukanlah sesuatu yang besar dan harus diketahui oleh semua orang" Allyson tersenyum lekat di depan mata In Ho Well I found a girl beautiful and sweet I never knew you were the someone waiting for me "ini pertama kalinya aku berdansa" "aku senang bisa jadi yang pertama dalam salah satu hal di kehidupanmu", ucap In Ho. Allyson terkekeh mendengarnya. Mereka masih bergerak dalam harmoni lagu 'Cause we were just kids when we fell in love Not knowing what it was I will not give you up this time "Pejamkan matamu" pinta In Ho yang berbisik di telinga kiri Allyson. "kau masih banyak berpikir saat ini" "nikmati dan resapi saja melodinya" But darling, just kiss me slow, your heart is all I own And in your eyes you're holding mine Allyson menutup matanya mengikuti apa yang dikatakan In Ho. Ia mendengarkan lagu tidak hanya dengan telinganya, tapi juga dengan hatinya. Tiba-tiba tangan kanan In Ho membawa tangan kiri Allyson ke bahu kanan In Ho. Kedua tangan In Ho memeluk pinggang Allyson. Dan kedua tangan Allyson melingkar di tengkuk In Ho. Allyson bisa merasakan tubuh kekar In ho di tangannya. Allyson merasakan darah mengalir cepat dalam dirinya, membuat jantungnya harus memompa lebih keras dari biasanya. Musik romantis, seorang pria berdansa dengannya, sepasang tangan yang memeluk pingganya saat ini. Bagaikan langit runtuh membawa kebahagiaan yang Allyson takut jika kahilangannya. Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms Barefoot on the grass, listening to our favorite song When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath But you heard it, darling, you look perfect tonight Mereka terus berdansa. Menggerakan kaki dengan langkah-langkah kecil mereka. In Ho membimbing kaki kecil Allyson untuk melangkah perlahan mengikuti alunan lagu, ke kanan dan ke kiri. Allyson yang sudah mulai terbiasa dengan langkah dansanya semakin lancar bergerak mengikuti alunan melodi. Well I found a woman, stronger than anyone I know She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home Tiba-tiba In Ho menarik kepala Allyson untuk bersandar di d**a kirinya. Otak Allyson seperti membeku saat ini, tidak bisa berpikir. Tubuhnya hanya mengikuti apa yang In Ho lakukan. Tangan dan dadanya terasa dingin. I found a love, to carry more than just my secrets To carry love, to carry children of our own "We are still kids, but we're so in love. Fighting against all odds. I know we'll be alright this time. Darling, just hold my hand. Be my girl, I'll be your man. I see my future in your eyes". In Ho bernyanyi mengkuti lagu dengan suara beningnya sambil tersu berdansa. Ini keberapa kalinya Allyson mendengar In Ho bernyanyi sendiri. Hatinya menghangat mendengarnya. Telinganya bisa mendengar detak jantung In Ho yang tenang dan mendamaikan hatinya. "Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms. Barefoot on the grass, listening to our favorite song. When I saw you in that dress, looking so beautiful I don't deserve this, darling, you look perfect tonight" In Ho masih menyanyi dengan Allyson bersandar di d**a In Ho. Kehangatan di hati Allyson dan senyum di wajahnya tak pernah pudar saat mendengar In Ho bernyanyi. Allyson mengangkat kepalanya dari d**a In Ho. Sekarang ia menatap lekat wajah In Ho di hadapannya. In Ho pun membalas tatapannya ke dalam mata hitam milik Allyson, sambil ia terus bernyanyi. "I have faith in what I see. Now I know I have met an angel in person. You look perfect tonight"  Wajah In Ho mulai mendekat ke wajah Allyson. Keraguan telah menghilang dari kepala In Ho saat ini. Hatinya hanya dipenuhi dengan keyakinan dirinya akan seorang gadis bernama Allyson. In Ho mendekatkan wajahnya ke wajah Allyson, menyentuhkan bibirnya dan mengecup lembut bibir merah muda milik Allyson. I don't deserve this.. You look perfect tonight "happy birthday.." ucap In Ho lembut Tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD