Part 14

1440 Words
Hari ini Allyson pergi ke kantor dan tidak ke rumah para member. Banyak yang harus ia persiapkan bersama tim untuk acara bergengsi, Grammy Award. BT1 akan melakukan performance, begitu juga dengan duet In Ho dan BM. Allyson hanya memiliki sisa waktu seminggu. "bagimana dengan Dior Sam?" tanya Allyson di tengah-tengah rapat yang ia pimpin "kita hanya tinggal fitting saja" "akan aku jadwalkan besok untuk fitting" Allyson menulis-nulis di buku catatannya. "untuk outfit In Ho bersama BM?" "sudah beres" ucap Calie "wardrobe grup?" "tinggal fitting" "kalau begitu besok kita akan fitting di dua tempat sekaligus" "soal hotel bagaimana Sara?" "aku sudah booking enam kamar untuk mereka. Satu suite room. Dan dua kamar tambahan" "makeup artist? Huft.. jangan sampai kejadian lalu terulang lagi" "sudah terkonfirmasi sembilan orang, untuk berjaga-jaga" ucap Sara "thank's god. Aku akan komunikasikan dengan Alex mengenai keamanan" Allyson menyelesaikan meetingnya. Sejauh ini perkembangannya sangat baik. Ia lega karena teman-temannya sangat bisa diandalkan. Ia menelepon Alex untuk menanyakan kabar terbarunya. Alex menjelaskan melalui telepon dengan sangat jelas. Dan hal yang diberikan Alex sesuai dengan apa yang diminta Allyson. Allyson keluar kantor bersama Calie, Sam, dan Sara. Sam mengajak Allyson untuk pulang bersama. Dan Calie pulang bersama Sara karena mereka ingin pergi ke suatu tempat dulu. Seperti biasanya, saat jam sibuk jalanan menjadi padat. Itulah mengapa Allyson lebih senang menggunakan subway. Tapi karena ia merindukan berkumpul dengan temannya, maka ia menerima ajakan Sam untuk pulang bersama. Alyson mengecek notifikasi di handphonenya. Ada pesan masuk dari In Ho saat siang tadi. Di saat sibuk, Allyson jarang sekali memegang handphonenya. Ia mulai membalas pesan masuk dari In Ho. Tidak sampai satu menit, balasan dari In Ho muncul kembali di layar handphone Allyson. Terus begitu sampai beberapa menit kemudian. Bunyi handphone Allyson yang terus-menerus muncul mulai menarik perhatian Sam. "apa yang terus menerus mengirimkan pesan padamu itu Alex?" tanya Sam sambil fokus melihat jalanan di depan menyetir "In Ho". Sam mengerucutkan alisnya saat mendengar jawaban Allyson "kalian dekat?" "hmm.. biasa saja" "oh ayolah Ally.. kau tidak biasanya seperti ini" goda Sam sambil tersenyum. "kau bisa ceritakan apapun padaku". Sesaat mata Allyson menerawang kembali ke belakang. Allyson kembali mengingat malam bersama In Ho di apartemennya. "tidak ada yang harus aku ceritakan Sam" Allyson meyakinkan Sam. Sam mengalah, tidak ingin memaksakan Allyson untuk mengungkapkan sesuatu. "okey.. ketahuilah Ally, siapapun yang kau pilih aku akan mendukungmu" senyum Sam kepada Allyson. Sam tau bahwa Allyson bukan orang yang mudah terbuka mengenai hal-hal seperti ini. Sam menghormati sahabat baiknya. Meski perasaannya mengatakan bahwa ada sesuatu antara Allyson dan In Ho. "thank's Sam" Saat metahari hampir tenggelam Allyson tiba di apartemennya. Ia segera membersihkan tubuhnya dengan mandi. Selesai mandi ia mengecek kembali handphonenya. Ia mencari kontak Jun dan meneleponnya. "ya Allyson" "hey Jun.. maafkan aku tidak bisa ke sana hari ini. Besok aku akan menjemput kalian pukul sembilan. Kita akan fitting di dua tempat" "akan kukabari yang lainnya." "terimakasih" "ohya Allyson.. apa bisa kami keluar untuk membeli sesuatu sebelum Grammy nanti?" "ya tentu.. besok lusa aku akan mengantar kalian. Kemudian kalian bisa mengunakan panggung dua hari untuk gladi. Manfaatkan waktu yang kalian miliki dengan baik ya" "kami mengerti.. Sampai besok Ally. Terimakasih karena sudah banyak membantu". Allyson menutup teleponnya. Ia berjalan ke kulkas untuk mengambil segelas jus. Kemudian handphonenya berbunyi. Nama In Ho muncul di layar. "In Ho", Allyson berjalan menuju pintu balkonnya. Menggeser pintunya dan duduk di bangku balkon sambil menikmati angin malam. "karena kau menelepon Jun-hyung kutebak kau sudah di apartemen". "..." "kau tidak kemari hari ini?" "iya, maafkan aku karena telah menghilang hari ini. Kupikir aku bisa mampir saat makan siang. Tapi ternyata di luar rencana banyak yang harus aku diskusikan untuk Grammy", Allyson menghembuskan napasnya jika ia mengingat betapa banyaknya pekerjaannya hari ini. "bogosipeo", ucap In Ho tiba-tiba. Allyson diam sejenak mengingat-ingat kata itu. "sepertinya aku pernah mendengar itu.. tapi aku lupa apa artinya", di seberang sana In Ho tertawa kecil mendengar suara Allyson yang seperti anak kecil. "aku hanya ingat.. Saranghae?" "kalau begitu.. Saranghaeyo" ucap In Ho di seberang telepon. Allyson membeku mendengarnya, paru-parunya berhenti bekerja, membuat Allyson tidak bisa bernapas sejenak. Jelas ia mengetahui apa arti dari kata itu. Hal itu membuatnya tidak mampu berkata-kata saat ini. Ada jeda selama beberapa detik. In Ho memahami Allyson pasti bingung menjawabnya. Ia kembali mengingat ciuman pertamanya di bibir Allyson. In Ho selalu tersenyum sendiri jika mengingat momen itu. In Ho tidak pernah menyesal mendaratkan bibirnya untuk pertama kali di bibir Allyson. Ia bahkan membiarkan Allyson menembus dinding pertahannya miliknya. Saat ini ia sudah tidak bisa mundur. Karena ia adalah laki-laki yang selalu yakin dengan langkah-langkah dan pilihannya. "tidurlah.. kau pasti lelah hari ini. Sampai besok" In Ho menutup teleponnya lebih dulu karena ia tahu Allyson sedang canggung saat ini. ** Allyson telah berbaring di atas ranjangnya. Lampu kamarnya dimatikan, dan ia hanya menyalakan lampu tidur. Setengah tubuhnya sudah ditutupi selimut, tapi ia tidak bisa memejamkan matanya meskipun tubuhnya sangatlah lelah hari ini. Setelah kejadian ciuman pertamanya dengan In Ho, Allyson jadi sulit untuk tidur. Ia selalu terbayang dengan kejadian itu, berkali-kali muncul seperti stereotype. Karena itu ia memaksakan dirinya untuk banyak bekerja untuk sedikit melupakan kejadian tersebut. Belum selesai mengenai kejadian malam itu, In Ho mengucapkan sesuatu yang belum pernah ia dengar dari laki-laki manapun sebelumnya. "apa ia serius? Atau hanya sedang menggodaku?" Allyson berbicara sendiri dalam keheningan kamar tidurnya. "aahh.. tidak tidak" Allyson menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menepis pikiran yang tidak-tidak. Ia sangat berusaha untuk bisa tertidur malam ini. ** Allyson, Calie, dan Sam tiba di rumah para member menggunakan mobil Sam. Atas permintaan Allyson semalam, ia ingin dijemput di apartemen oleh Sam dan Calie. Pukul sembilan mereka telah sampai di sana. Di dalam sudah bergabung semua Jun, In Ho, Ye Suk, In Su, Tae Yun, Dae Jung, dan pak Park seperti biasanya. Mereka bertiga bergabung bersama mereka semua untuk sarapan bersama. Empat puluh lima menit kemudian mereka sudah berada di dalam mobil menuju tempat fitting pertama. Calie dan Sam mencoba beberapa baju untuk dikenakan oleh In Su, Ye Suk, Dae Jung ,dan Tae Yun. Allyson juga mengambil beberapa setelan yang akan bagus dipakai oleh Jun dan In Ho. Allyson ingin mereka bergaya klasik, dengan tuksedo hitam. Allyson mengambil kemeja putih slimfit dengan model yang berbeda-beda. Meskipun mereka berada dalam satu grup, keberagaman tetap ingin dipertahankan oleh Allyson. Karena hal berbeda itu lah yang membuat mereka besar saat ini. Untuk Jun, Allyson menyiapkan kemeja putih berkerah dan tuksedo hitam klasik dengan celana panjang hitam berwarna sama. Allyson mencoba mencocokkan beberapa dasi di leher Jun. Ia juga sering meminta persetujuan Jun mengenai saran outfit darinya. "sepertinya ini saja" Allyson menempelkan dasi hitam tipis di kerah baju Jun. "Ukurannya juga sudah pas di badanmu. Jadi tidak perlu disesuaikan lagi" "ya aku setuju." Allyson tersenyum dan membiarkan Jun mengganti pakaiannya lagi. "In Ho" panggil Allyson pada In Ho yang sedang bercanda dengan Ye Suk. Kemudian In Ho menghampirinya. "coba kau pakai ini" Allyson memberikan kemeja putih berkerah slim fit untuk In Ho pakai nanti. Tubuh In Ho yang atletis sangat menonjol jika menggunakan baju-baju slimfit. Allyson juga memberikan celana panjang hitam yang senada dengan jas nya. In Ho telah kembali dengan menggunakan setelan kemeja dan celana panjang. Kemudian Allyson memilih beberapa sabuk sebagai pelengkap. Allyson memasangkan In Ho dengan beberapa pilihan dasi, tapi tidak ada yang pas di mata Allyson. "kurasa ini cukup" Allyson melihat tampilan In Ho dari atas sampai bawah. In Ho akan sangat tampan dan mencolok nanti ketika Allyson merapihkan wajah dan rambutnya. "kau tidur nyenyak semalam?" tanya In Ho tiba-tiba. "hm?" Allyson mengernyitkan alisnya tidak mengerti "matamu terlihat kurang tidur" In Ho berbicara saat Allyson membantunya membuka jas "aku baik-baik saja" senyum Allyson dengan khasnya. Sebenarnya In Ho menebak dengan benar. Allyson sulit sekali tidur tadi malam dan beberapa hari sebelumnya. In Ho selalu hadir hinggap di pikirannya, mengganggu tidurnya. "apa aku membuatmu tidak nyaman?" tanya In Ho yang membuat Allyson membeku beberapa detik "tidak seperti itu" kenyataannya Allyson pun bingung dengan hatinya saat ini. Kenapa saat itu ia diam saja saat In Ho menciumnya. Selama ini Allyson memang sudah mulai mengagumi In Ho dan yang lainnya. Tapi mungkin itu sama seperti yang dirasakan Calie, hanya sebatas penggemar. Tapi saat ini Allyson mulai bertanya lagi pada dirirnya sendiri, apakah sudah tepat apa yang ia rasakan selama ini. "lalu?" "lalu apa?" "kau menjadi lebih pendiam sejak saat itu" "yaa terserah kau saja mau berpikir bagaimana" Allyson mengambil jaket In Ho dan pergi meninggalkannya sendiri. Setelah In Ho tinggal sendiri, Jun menghampiri In Ho yang sedang melihat penampilannya di depan kacaa "sepertinya kau terlalu cepat" "tidak.. aku yakin saat ini kecepatanku sudah sangat pas" In Ho tersenyum kecil kearah Jun. Dan Jun memukul bagian belakang kepala In Ho . "aahh.. hei hyung" Jun tertawa keras melihat ekspresi In Ho saat ini. Sering kali In Ho bisa menjadi adik yang sangat manis di mata para hyung nya. Mereka telah menyelesaikan fitting untuk red carpet Grammy Award. Kemudian mereka langsung pergi menuju tempat fitting kedua untuk mencoba kostum saat penampilan. Di sore hari mereka telah mendapatkan pakaian yang akan digunakan mereka untuk bernyanyi. Sejauh ini tidak ada masalah yang ditemukan "Jun.. aku akan menjemput kalian besok" Allyson berbicara melalui jendela mobil saat mereka berenam sudah ada di dalam mobil. "okey.. terimakasih untuk hari ini Allyson" "Sampai besok" Allyson melambaikan tangannya kepada semua orang yang ada di mobil. Tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD