"Allyson.. sepertinya aku tidak bisa membantumu 100% lagi mulai hari ini. Jackson memintaku membantu proyek di sebelah. Sebenarnya aku sudah menolaknya, tapi ia sangat memohon padaku. Jadi aku ingin meminta maaf padamu Ally" ucap Sara tiba-tiba yang baru masuk ke ruangan mereka dan menghampiri Allyson di mejanya
"oh tak apa Sara.. kau sudah banyak membantu di awal. Segala yang kubutuhkan darimu memang ada di awal. Selanjutnya biar aku yang mengcover kekurangannya" jawab Allyson sambil tersenyum yang memperlihatkan giginya. Sara meninggalkan meja Allyson dan menuju ke mejanya sendiri.
"Sam, Calie, bisa kita meeting sebentar hari ini. Jadwal terdekat mereka adalah pemotretan iklan. Aku ingin membahasnya" Sam dan Calie menjawab dengan anggukan. Mereka bertiga pergi ke ruangan istirahat karyawan yang pernah didatangi In Ho.
"memang wardrobe disediakan oleh pengiklan.. tapi aku ingin kalian yang mix and match berdasarkan style mereka yang telah kalian pelajari" ucap Allyson. "lalu soal makeup artist, mereka harus bersiap-siap. Ini tugas pertama mereka. Kalian sudah melihat hasil latihan mereka?" tanya Allyson lanjut
"ya, mereka sudah kami latih seperti permintaanmu. Hasilnya baik.. kami juga sudah menyimpan brand-brand yang mereka biasa pakai di sana" jelas Sam dengan percaya diri.
"baiklah, bagus sekali. Aku senang mendengarnya. Siang ini aku akan ke tempat mereka, kalian harus bersiap" titah Allyson kepada dua temannya.
"Ally..bolehkan kami menyusul saja? Jackson meminta bertemu dengan kami siang nanti." Mohon Sam kepada Allyson
"tidak masalah, aku akan menunggu kalian disana" senyum Allyson menyetujui permohonan Sam.
Allyson membuka kontak handphonenya dan mencari nama tuan Shin dan meneleponnya.
"selamat siang tuan Shin, aku Allyson. Apa saat ini aku menggangu?"
"tidak Allyson, mereka sedang latihan. Kau akan kemari?"
"iya, siang nanti aku akan kesana"
"baiklah, aku senang kau berkunjung. Sampai nanti" tuang Shin mengakhiri telepon.
**
Allyson menekan bel pintu, dan pintu langsung dibukakan oleh tuan Shin. "halo tuan Shin" salam Allyson ramah sambil membungkukkan badan, yang dibalas dengan cara yang sama oleh tuang Shin. Allyson sudah mulai terbiasa dengan budaya salam mereka.
"tolong jangan panggil aku tuan, pak Shin saja cukup. Agar kita lebih akrab" Allyson menurut dengan senyuman khasnya.
"Allyson, kami sedang makan siang. Bergabunglah dengan kami. Kau pasti belum makan siang kan?" ajak tuan Shin kepada Allyson saat mereka sampai di ruang makan.
"Anyeong haseyo" Semua member berdiri memberikan salam hangat kepada Allyson. Allyson membungkukkan badan untuk membalas salam, wajah Allyson bingung ingin membalas salam mereka dengan apalagi. Tuan Shin mengerti ekspresi wajah Allyson yang kebingungan
"Mari silahkan, tak perlu sungkan. Ahh.. disana masih ada bangku kosong, di samping Dae Jung" tuang Shin menunjuk salah satu bangku di samping laki-laki berambut pendek agak bergelombang berwarna coklat terang, yang Allyson ingat ia adalah member yang paling ceria dan juga lucu. Allyson segera menuju bangku yang dipilihkan oleh tuan Shin.
"Karena kau sudah datang dan menjadi tamu kami.. kau ingin mencicipi apa? Aku akan siapkan untukmu karena kau telah mengurusi kami selama ini" ucap laki-laki ceria bernama Dae Jung saat Allyson sudah duduk di sampingnya. Allyson tersenyum menampilkan giginya. Memang benar yang Allyson perkirakan, selain lucu ia juga baik. Ia merasa akan bisa akrab dengan Dae Jung.
"Aku pemakan dan penyuka segala jenis makanan.. bagaimana jika kau yang pilihkan saja?" balas Allyson dengan senyum khasnya yang menampilkan gigi putihnya"
"Aaahh.. baiklaaahh", Dae Jung segera mengambilkan beberapa menu makanan di piring.
"Kau ingin nasi juga?"
"Tentu, di negara asal ku, jika belum makan nasi dianggap belum makan, meskipun sudah makan semangkuk daging" cerita Allyson. Semua orang tertawa setelah mendengarnya.
Meja makan itu terasa hangat, seperti keluarga besar yang harmonis. Allyson merasa seperti pulang kerumah. Selama ini ia tinggal di lingkungan orang-orang barat yang sangat berbeda kulturnya dengan orang-orang timur. Tapi Allyson tetap menjaga sikap seperti orang timur meskipun ia berteman dengan orang-orang barat.
Allyson memutar pandangannya tepat ke depan. Di hadapannya duduk laki-laki yang sudah tidak asing lagi baginya. Berbadan atletis, berambut coklat gelap, bermata hitam dan bulat. Ia adalah In Ho.
"Halo.. bagaimana kabarmu?" sapa Allyson ramah sambil tersenyum dengan khas nya.
"Belum pernah sebaik ini" jawab In Ho, dan Allyson senang mendengarnya.
Kami semua menyelesaikan makanan. Pemandangan yang terlihat selanjutnya adalah para member mencuci bekas makannya sendiri-sendiri. Allyson tersenyum melihat itu. Allyson pun ikut mencuci piringnya sendiri. Allyson mencuci piringnya bersamaan dengan leader group, Min Jun.
"Kau datang untuk membahas soal besok ya?" tanyanya dalam bahasa inggris yang sangat baik.
"Iya benar.. kedua temanku yang lain akan menyusul setelah ini. Mereka masih ada urusan di kantor" jelas Allyson dengan senyum kepada Jun. Seorang laki-laki berambut coklat gelap dan bergelombang memperhatikan mereka berdua berbincang dari meja makan.
"Bisa kita berbincang bertiga denganmu dan In Ho?" tanya Allyson saat mereka berdua telah selesai mencuci piring.
"Tentu" jawab Jun. Jun berbalik dan matanya menangkap In Ho sedang memperhatikannya dengan Allyson.
"Aah kebetulan kau disini. Kita akan berdiskusi dengan Allyson" ucap Jun dalam bahasa korea. Allyson hanya tersenyum kepada In Ho. Mereka bertiga duduk di meja makan, dengan In Ho dan Jun berada di sisi kanan kiri Allyson.
Allyson mulai membuka berkas yang akan ia diskusikan. Berkas itu berisi profil brand yang akan mereka iklankan besok. Allyson menjelaskan tentang produk musim dingin terbaru yang akan mereka launching. Kemudian Allyson menjelaskan mengenai teknis esok hari.
Mereka bertiga banyak berbincang, terutama Jun dan Allyson. Karena Jun merupakan leader group, dan In Ho bukanlah orang yang banyak bicara. Banyak pertanyaan yang ia jukan oleh mereka kepada Allyson. Allyson menjawabnya dengan baik dan berharap mereka akan senang melakukan ini besok.
"Kurasa ini menarik Allyson. Kau sangat baik dalam pekerjaanmu. Aku jadi memahami soal pekerjaan besok" ucap Jun dengan wajah mengapresiasi.
"Kau terlalu berlebihan" Allyson menjawab dengan senyum khasnya. In Ho hanya memperhatikan Allyson dengan perasaan asing.
"Apa aku boleh meminjam halaman belakang kalian?" tanya Allyson kepada mereka berdua
"Itu bukan milik kami, silahkan jika kau perlu" jawab Jun. Jun beranjak dari meja makan setelah berpamitan dengan Allyson. Meninggalkan In Ho berdua saja dengan Allyson di meja makan. kemudian suasana terasa canggung bagi In Ho.
"Apa teman-temanmu menjahilimu lagi?" tanya Allyson sambil senyum meledek dan memajukan kepalanya ke arah In Ho.
"Heeyy... apa Jackson belum memecatmu?" balas In Ho kesal dan Allyson hanya tertawa melihat tingkah dan ekspresi In Ho
"Aku ingin ke belakang.. kau mau menamaniku?" tanya Allyson santai
"Tidak" jawab In Ho singkat
"oowhh baiklah.. jika klienku kesal padaku bisa-bisa aku benar-benar dipecat" canda Allyson sambil tertawa dan beranjak pergi meninggalkan meja makan.
Dddrrttt...ddrrrttt.. Dddrrttt...ddrrrttt.. Dddrrttt...ddrrrttt..
Handphone Allyson berbunyi dari dalam tasnya saat ia sudah duduk di bangku halaman belakang. Layarnya menampilkan nama Alex Adelard.
"ya Alex"
"..."
"ya besok pagi. Apa kau bisa"
"..."
"baiklaah.. aku senang mendengarnya. Sampai besok"
**
In Ho sedang mondar mandir di dalam kamarnya, merasa gelisah dengan hatinya saat ini. Tiba-tiba Tae Yun datang memanggilnya dan sontak In Ho terkejut.
"ahh kau mengagetkanku hyung"
"ada apa denganmu?" tanya Tae Yun datar yang sedang menyimpan lollipop di dalam mulutnya. In Ho tak menjawab dan langsung meninggalkan kamar. Ia turun menuju lantai satu dan berjalan ke arah dapur dan mengambil botol minum dari atas meja.
Saat ini hati dan tubuhnya tiba-tiba terasa panas. Saat sedang minum ia melihat Allyson sedang duduk sendiri di bangku halaman belakang. Rambut coklat bergelombangnya tergerai dan sedikit tertiup angin. In Ho mengambil botol minum satu lagi dan membawanya menuju halaman belakang.
"Untukmu" In Ho berdiri sambil menawarkan botol minum kepada Allyson yang sedang duduk. Allyson mendongak dan melihat siapa yang datang. Lalu memberikan senyum khasnya kepada In Ho.
"Terimakasih.. kau sangat baik" menerima botol minum dan langsung meminumnya. Kemudian In Ho duduk di samping Allyson
"Kenapa kau di luar? Cuacanya lumayan dingin" tanya In Ho terlihat khawatir tanpa menghadap Allyson.
"Aku ingin merasakan angin. Supaya pikiranku jernih dan bisa bekerja dengan baik" senyum Allyson kepada In Ho
"Bukannya pikiranmu akan jernih, kau akan flu sepulang dari sini" masih menatap ke depan, tak berani melihat Allyson. Alyson hanya tertawa memperlihatkan giginya.
"Memang apa yang sedang kau kerjakan?" tanya In Ho pada Allyson
"Oh.. aku sedang melihat-lihat wardrobe untuk kalian. Kau lihat ini?" sambil menunjukkan sebuah portofolio kepada In Ho. "Kurasa aku akan memakaikanmu ini.. lalu ini dan.. juga ini" jelas Allyson sambil membolak-balik portofolio di tangannya. Posisi mereka saat ini sangat dekat, dan jantung In Ho berdegup kencang berada sedekat ini dengan Allyson.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Allyson lekat menatap mata In Ho. In Ho langsung memutar pandangannya ke tempat lain
"Lakukan saja, aku tak pernah protes dengan urusan pakaian yang diberikan" jawab In Ho tanpa melihat Allyson. Kemudian Allyson tersenyum tanpa disadari In Ho. Ternyata mereka adalah boygroup yang tidak banyak permintaan. Tapi Allyson ingin menjadikan mereka bintang dari brand tersebut, jadi Allyson takkan mengecewakan kedua pihak.
"Oiya In Ho.. saat aku datang tadi, apa yang mereka ucapkan?"
"Itu adalah cara kami memberikan salam. Anyeong haseyo" In Ho kembali menghadap Allyson sambil memutar tubuhnya. Tubuh mereka sekarang saling berhadapan. Membuat suasana menjadi cair dan hangat meskipun udara diluar sedang berangin.
"Lalu bagaimana aku membalasnya?"
"Balaslah dengan cara yang sama, atau cukup dengan Anyeong"
"a..nyeong" ulang Allyson mengikuti mulut In Ho yang membulat
"an-nyeong" In Ho mempraktikannya dengan perlahan
"an-nyeong"
"Ya seperti itu" In Ho tersenyum lebar melihat Allyson yang berbicara mengikutinya. Allyson senang mempelajari hal baru dalam hidupnya.
In Ho memang masih belum lancar berhabasa inggris, sehingga Allyson berbicara dengan pelan agar In Ho menangkap apa yang dikatakannya. Mereka terlihat akrab dan saling tertawa. Mereka terlihat saling berbagi ilmu, Allyson membantu melancarkan bahasa inggris In Ho, hal sederhana seperti percakapan sehari-hari orang amerika. In Ho memang sedang belajar Bahasa inggris dengan keras, ia bersyukur bertemu dengan Allyson yang terbuka pada siapapun.
**
"Apa?" teriak Sam di dalam mobil yang ia bawa. "tapi aku butuh besok segera. Sial.. baiklah kalau begitu" Sam menutup teleponnya dengan sangat kesal.
"Ada apa Sam?" tanya Calie yang duduk di samping kursi kemudi.
"semua makeup artist ku tidak akan hadir besok. Mereka mengalami kecelakaan. Patah kaki dan harus dirawat" kita harus segera sampai dan menemui Allyson.
Tak lama mobil yang dikendarai Sam sampai di tempat tujuan. Sam dan Calie langsung menekan bel pintu dan dibukakan oleh Ye Suk.
"Anyeong" sapa Ye Suk sambil membungkukkan badan. "kami sudah menunggu kalian," ucapnya dalam Bahasa inggris yang berlogat korea. Calie dan Sam langsung memasuki rumah dan disambut oleh para member di sana. Calie dan Sam langsung bekerja sesuai dengan tujuannya pergi kesana.
"Apa kalian melihat temanku Allyson? Ia sudah tiba disini kan?" tanyanya kepada Ye Suk.
"Oh ya.. sepertinya Allyson sedang di belakang dengan In Ho"
Sam beranjak pergi ke halaman belakang setelah berterimakasih kepada Ye Suk. Sam melihat Allyson sedang tertawa dan bercanda bersama In Ho. Ada sesuatu yang ditangkap aneh oleh Sam dari mereka berdua.
"Allyson" panggil Sam dari jauh. Keduanya langsung menengok ke belakang tempat Sam berada.
"Kau sudah datang Sam" senyum Allyson sambil melambaikan tangan yang melihat Sam berjalan mendekat ke arah mereka berdua. In Ho berdiri dan memberikan salam yang dibalas oleh Sam dengan cara salam mereka.
"Sejak dua puluh menit yang lalu", jawab sam. "kita ada sedikit masalah Ally" ucap Sam dengan wajah khawatir.
"Aku akan meninggalkan kalian berdua" ucap In Ho yang mengerti mereka membutuhkan privasi.
"Ada apa?" tanya Allyson saat In Ho sudah pergi dai hadapan mereka
"makeup artist ku tidak bisa hadir besok. Mereka mengalami kecelakaan, patah kaki dan dirawat" jelas Sam. "Kita tidak ada waktu untuk melatih orang baru Ally" sambungnya dengan nada khawatir. Allyson berpikir sejenak, tampak keraguan di dalam ekspresinya.
"Baiklah Sam.. aku akan memberikan satu milikku untukmu. kau bisa mengatasinya?"
"Lalu bagaimana denganmu?" sambung Sam
"Satu orang akan kulakukan sendiri" jawab Allyson yakin.
"Kau yakin kan Ally?" tanya Sam melihat raut wajah Allyson yang masih mengerutkan alis. Tapi Allyson membalas dengan anggukan yang tegas.
"baiklah, kau pasti bisa. Aku yakin itu" ucap Sam
Tbc