Hari ini adalah hari pemotretan untuk brand yang telah menandatangani kontrak dengan BT1. Allyson, Sam, dan Calie tiba lebih awal di lokasi pemotretan untuk menyiapkan wardrobe. Sedangkan Sara menjemput para member terlebih dahulu untuk mengantar mereka ke lokasi pemotretan.
Hari ini Sara ditemani oleh Alex, yang merasa tidak enak karena beberapa hari ini tidak bisa fokus sepenuhnya untuk membantu proyek Allyson. Tetapi Allyson tidak keberatan. Ia mengerti bahwa perusahaan Alex memang memiliki banyak proyek. Kali ini Alex memiliki waktu kosong dan ingin membayar semua waktunya untuk Allyson.
Sara, tuan Shin, dan para member berada dalam satu mini bus yang dikemudikan oleh seorang supir. Sedangkan Alex mengendarai mobilnya sendiri dan mengikuti dari belakang. Jalanan yang padat dan lokasi pemotretan yang jauh membuat perjalanan lumayan memakan waktu.
Para member turun dari mobil beserta dengan tuan Shin. Mereka berjalan menuju lift dan menuju ke lantai tiga. Sesampainya di lantai tiga mereka langsung bertemu dengan Allyson, Calie dan Sam.
"Pak Shin, Jun.. maafkan aku sebelumnya karena tidak bisa menyatukan kalian dalam satu ruangan. Sehingga aku membaginya menjadi tiga kelompok dengan penanggung jawab masing-masing." Allyson menyampaikan kepada orang yang paling berpengaruh dalam boygroup tersebut
"tidak masalah" jawab tuan Shin
"ya karena cukup banyak koleksi yang harus di take hari ini, sedangkan mereka tidak memiliki ruang besar untuk menampung sepuluh orang lebih. Tapi aku berjanji kalian akan makan siang bersama." Allyson tersenyum dengan senyum khasnya yang menarik pandangan.
"baiklah, Dae Jung dan In Su akan ikut bersama Calie ke ruang tiga. Tae Yun dan Ye Suk bersama Sam ke ruang lima. Jun dan In Ho akan bersamaku di ruang empat. Dan kita akan makan bersama di ruang dua." Jelas Allyson sambil tersenyum ramah ke semuanya sambil mengarahkan teman-temannya untuk cepat bergerak.
"Pak Shin, aku sudah menyiapkan kopi untukmu di ruang dua." Ucap Allyson ramah yang dijawab anggukan oleh tuan Shin.
Sam dan Calie telah pergi ke ruangan mereka masing-masing dengan para member. Allyson sendiri membimbing Jun dan In Ho ke ruang empat. Di dalam ruang itu sudah terdapat seorang perempuan bergaya kasual yang rambutnya dikuncir kuda.
"Jun, kenalkan dia Ana. Ia akan menjadi makeup artist mu hari ini, dan mungkin hari-hari berikutnya jika tidak ada halangan" senyum Allyson sambil memperkenalkan mereka berdua.
"baiklah kau bisa langsung bekerja Ana" perintah Allyson kepada Ana yang segera direspon oleh mereka berdua.
"lalu dimana makeup artist untukku?" tanya In Ho setelah Jun telah duduk di depan meja panjang dengan kaca panjang yang besar dan lampu-lampu di pinggiran kacanya
"disini" jawab Allyson sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah dagunya.
"kau?"
"hey.. aku ini professional. Ada masalah dengan beberapa makeup artist di kelompok Sam, sehingga aku memberikan makeup artist mu padanya." Jelas Allyson sambil mengerutkan bibirnya yang hari ini menggunakan lipstick berwarna nude.
"duduklah" pinta Allyson yang langsung dituruti In Ho.
Allyson mulai menghias wajah In Ho. Semalam setelah ia pulang dari rumah BT1, Allyson buru-buru mempelajari garis wajah In Ho untuk memudahkannya ia bekerja hari ini.
Sebenarnya In Ho sudah memiliki wajah mulus yang menurut Allison tanpa cacat. Jadi ia tidak begitu khawatir hari ini. Terlebih ia juga ikut berlatih bersama makeup artist yang lain selama hampir sebulan sebelum mereka datang. Allyson berencana hanya memakaikan foundation, eyeshadow, dan pewarna bibir untuk In Ho.
"untuk take pertama aku tidak ingin berlebih pada wajahmu, karena pakaianmu yang akan berbicara." Jelas Allyson sambil memoles keahliannya pada wajah In Ho.
"kau memiliki garis rahang yang bagus" ucap Allyson.
"kau menyukainya?" tanya In Ho di depan wajah Allyson persis
"he-em" Allyson hanya menjawab iya dengan bergumam.
Wajah Allyson persis di depan wajah In Ho, membuat In Ho bisa melihat ke kedalaman mata milik Allyson. In Ho juga memiliki warna mata yang sama dengannya. Wajah Allyson yang mulus dengan warna kulit putih khas asia sangat terlihat saat ini.
Allyson mempertajam sedikit mata In Ho. Setelah dirasanya cukup, Allyson membuat sentuhan terakhir di bibir In Ho, sedikit lipgloss berwarna bibir untuk mengkilapkan bibirnya.
In Ho sedikit merasa tidak nyaman saat Allyson berada di dekatnya. Para idol korea memang membatasi hubungan dengan lawan jenis, karena itu akan menjadi skandal yang besar jika muncul ke permukaan. Sehingga In Ho menjaga diri dengan membangun dinding yang sangat tinggi diantara dirinya dan para wanita, kecuali para penggemar saat acara fanmeeting. Selama ini, In Ho besar hanya di kalangan keluarga dan para member. Sedikit sekali ia berinteraksi dengan lawan jenis.
"kau bisa mengganti bajumu dengan ini sekarang. Setelahnya aku akan menata rambutmu." Allyson memegang setelan sweater berwarna biru awan dan celana putih di tangannya. In Ho beranjak ke kamar ganti untuk menggunakan setelan yang diberikan Allyson. Lima menit kemudian ia keluar dan melihat Allyson sedang memberi arahan kepada Ana yang sedang menyiapkan Jun. Kemudian Allyson berbalik ketika menyadari bahwa In Ho sudah keluar mengganti pakaiannya.
"duduklah, aku akan menata rambutmu" ajak Allyson sambil tersenyum. Kemudian Allyson menata sedikit ujung-ujung rambut In Ho dengan alat catok. Rambut In Ho sudah cukup mengembang seperti yang diinginkan Allyson, sehingga ia hanya merapikan di ujungnya saja.
Sentuhan terakhir ia menggunakan hairspray agar tatanannya lebih terjaga. Wajah mereka kembali berdekatan, dan semakin membuat In Ho merasa tidak bisa bernapas.
Allyson pergi mengambil sepatu dan memberikannya pada In Ho. In Ho bersyukur Allyson tidak memakaikan sepatu kepadanya. In Ho selesai dengan dirinya, Allyson menempelkan suatu aksesoris di bagian d**a kiri In Ho yang membuatnya semakin sempurna dan tampan.
"waahh.. hey Jun, lihat adikmu ini" berbicara ceria sambil memamerkan In Ho dengan bangganya pada Jun.
"kau terkesima melihatku?" kata In Ho dalam bahasa korea
"ia bilang apa kau terkesima dengan dirinya" Jun membantu menerjemahkan untuk Allyson.
"aku terkesima dengan hasil kerjaku" yang langsung dibalas dengan tawa Jun setelah Jun menerjemahkan kata-kata Allyson kepada In Ho.
"heey.." In Ho merengut pada Allyson dan Jun. Allyson merapihkan tampilan In Ho tanpa menyadari dua orang telah masuk dan memperhatikan apa yang Allyson lakukan dengan In Ho.
"Allyson.." Allyson menatap ke sumber suara dan menemukan Sara dan Alex.
"hai Alex, Sara" Allyson menyapa dengan melambaikan tangan dan senyum khasnya. Pemandangan itu tertangkap oleh In Ho, dan membuat In Ho mengerutkan alis. Alex membalas dengan mengangkat tangannya sambil tersenyum.
"kau sudah selesai Ally? Kita sudah di tunggu di studio" tanya Sara yang melihat ke sekitar ruangan.
"sure.. ayo" ajak Allyson kepada In Ho dan Jun.
Mereka berlima pergi ke studio untuk take bersama dengan member yang lain. Ana mengikuti di belakang dengan mebawa alat make up seperlunya.
Pengambilan gambar berjalan lancar. Sutradara dan fotografer menyukai mereka di depan kamera. Mereka memberikan apa yang brand minta. Mereka juga banyak tertawa selama pemotretan. Allyson dan yang lain juga mengawasi pengambilan gambar tersebut. Terkadang membantu memberikan arahan. Beberapa kali juga membenarkan dan memperhalus makeup mereka lagi.
Mata Allyson beberapa kali bertemu dengan mata In Ho yang kemudian mereka berdua tersenyum dan saling menatap. Allyson lebih memperhatikan In Ho dibandingkan yang lain. Tentu saja karena ia sendiri yang mengerjakan In Ho. Tetapi terkadang Allyson terhanyut saat melihat In Ho. Ia memang member termuda, yang menarik dan tampan. Allyson berbohong jika mengelak fakta tersebut. Apakah sebesar itu karisma mereka di hati para kaum hawa?
Sara pergi untuk menyiapkan logistik makanan saat istirahat nanti. Kemudian Calie dan Sam juga pergi ke ruang dua untuk mengganjal perutnya sedikit. Alex tetap disana menemani Allyson mengawasi jalannya pemotretan.
"aku lihat kau sudah akrab dengan mereka" tanya Alex sambil menatap Allyson dengan tatapan lembut.
"ya.. mereka sangat baik. Tidak sulit untuk membangun hubungan baik dengan mereka" jawab Allyson dengan senyum khasnya yang sudah sangat dikenal Alex sejak lama.
"apa kau sudah mengisi perutmu?" tanya Alex memperpanjang pembicaraan
"tentu.. dengan sepotong sandwich" Allyson memamerkan giginya
"pantas saja kau semakin kurus sejak terakhir kita bertemu. Rasanya aku ingin membagi dagingku untukmu" canda Alex menyenangkan kepada Allyson seperti biasanya mereka bercanda
"hey kau ini.. bagaimana aku bisa gemuk kalau kau baru saja muncul dihadapanku setelah beberapa hari ini" Allyson mengerucutkan bibirnya. Alex tertawa melihat tingkah Allyson.
"aku tidak tau kalau ternyata kau merindukanku" Alex tertawa dan mengusap bagian atas kepala Allyson
Kedekatan Allyson dan Alex ditangkap oleh mata In Ho. Entah mengapa mood In Ho jadi sedikit malas melihat mereka berdua.
"berpacaran saat bekerja, apa tidak ada tempat lain?" In Ho menggerutu dalam hati.
**
Pemotretan pertama telah selesai, berikutnya adalah pemotretan kelompok. Kelompok pertama yang diminta adalah In Su dan Jun. Semua member kembali ke ruangan masing-masing.
Allyson segera kembali untuk membantu Ana menyiapkan Jun dengan koleksi keduanya. Allyson menyiapkan setelan untuk Jun, dan Ana membereskan makeup Jun. In Ho hanya diam duduk di sofa panjang di dalam ruangan sambil bermain games di handphonenya, untuk memperbaiki moodnya sebelum gilirannya tiba. Jun pergi setelah semuanya beres. Allyson dan Ana kembali ke studio untuk mengantar Jun, sedangkan In Ho tetap di dalam ruangan.
"kau bisa temani ia dulu? Aku akan kembali nanti" perintah Allyson kepada Ana saat Jun sudah mulai take bersama In Su. Allyson kembali ke ruangan dan menemukan In Ho sedang bermain games di handphonenya. Kemudian Allyson duduk di samping In Ho dan memperhatikan In Ho bermain games di handphonenya.
"hey" ucap Allyson
"ada apa?" tanya In Ho yang masih serius memainkan gamesnya
"kau tiba-tiba jadi pendian. Apa kau lapar?"
"kau sudah menyiapkan koleksi berikutnya untukku?" In Ho tak menjawab pertanyaan Allyson. Masih tetap cuek dengan fokus pada gamesnya.
Allyson langsung bangkit dan pergi ke arah gantungan baju panjang bertuliskan nama Jeon In Ho. "Setelah ini kau akan berkolaborasi dengan Tae Yun. Ini pakaianmu berikutnya".
Allyson berjalan ke arah In Ho untuk memberikan setelan baru. In Ho mengambilnya dan segera ke ruang ganti. Lima menit kemudian ia keluar dengan Allyson yang sudah menunggunya di sofa tempat mereka duduk tadi.
"mm.. sepertinya kau perlu sabuk" Allyson cekatan mencari sabuk, dan terpikir akan menambahkan dasi. In Ho memakai sabuk pemberian Allyson dengan Allyson memperhatikan di hadapannya.
Allyson memakaikan dasi ke leher In Ho. Membuat In Ho terkejut karena tiba-tiba Allyson mengalungkan dasi ke lehernya. Sebenarnya ia sudah sering dilayani seperti ini, tapi saat dilayani dengan Allyson ada rasa khawatir dan tidak tenang muncul ke dalam hatinya.
In Ho menelan ludah menetralisir keadaan. Allyson yang masih fokus memakaikan dasi untuk In Ho tidak melihat keresahan In Ho yang terpancar dari matanya.
"panas sekali" ucap In Ho sambil mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya.
"hm? Tapi suhunya 24 derajat" Allyson menengok ke mesin pendingin.
"apa semua pekerja disini adalah wanita?" tanya In Ho untuk menutupi kegugupan
"hampir kebanyakan.. apa kau terganggu?" jawab Allyson sambil tersenyum ke dalam mata In Ho. Sebelum In Ho sempat menjawab, pintu ruangan terbuka.
"Ally.." seorang laki-laki berdiri di bibir pintu dan melihat pemandangan Allyson yang sedang memakaikan dasi di leher In Ho. Allyson dan In Ho menengok bersamaan ke arah Alex, saat posisi Allyson berada sangat dekat di hadapan In Ho dan tangan Allyson berada melingkar di sekitar kerah baju In Ho.
Jantung Alex terasa jatuh dan napasnya tercekat. Ia berusaha sebisa mungkin menormalkan wajahnya yang terkejut. Alex sudah sering menyaksikan Allyson bekerja seperti ini sebelumnya. Tapi entah kenapa kali ini terasa berbeda di mata Alex.
"oh maaf, aku tidak tau kalau.."
"tak apa, aku sebentar lagi selesai. Bisa kau tunggu sebentar lagi?" Allyson meminta dengan senyum khasnya. In Ho yang melihat hal tersebut kembali mengerutkan alisnya. Alex kemudian menjawab dengan anggukan dan segera menutup pintu.
"apa dia kekasihmu?" In Ho mengutuk lidahnya sendiri karena telah berani mengeluarkan pertanyaan bodoh itu. Rasanya ia ingin mati saja saat ini juga.
"siapa yang kau maksud?" Allyson mengambil tisu dan menyeka bulir keringat di dahi In Ho.
"laki-laki yang barusan"
"ohh.. kami hanya teman" Allyson menjawab santai sambil tersenyum.
"kelihatannya ia tidak menganggapmu seperti itu". Perasaan In Ho yang masih belum membaik mengarahkan semua kekesalannya pada Allyson. Tapi Allyson tidak memperdulikan perkataan In Ho.
Allyson sudah terbiasa dengan kata-kata itu yang juga sering keluar dari mulut teman-temannya. Ia pergi ke gantungan baju panjang dan memilih sebuah jas dan mengambilnya. Kemudian saat ia ingin mengenakannya kepada In Ho, In Ho merebut jas yang ada di tangan Allyson.
"biar aku pakai sendiri", ucap In Ho
Allyson kebingungan tidak mengerti apa yang tiba-tiba merasuki In Ho. Sejak berakhirnya pemotretan sesi pertama ia terlihat seperti sedang kesal. Seperti ada aura hitam gelap yang tiba-tiba menyelubungi In Ho. Allyson pergi dari ruangan tanpa mengucapkan apapun kepada In Ho.
"sial" In Ho berkecak pinggang saat ia sudah sendirian di ruangan tersebut. In Ho membuka botol minum dan meneguknya sampai tinggal setengah.
**
Allyson meninggalkan ruangan dengan bibir mengerucut. Ia berjalan ke arah studio untuk menghampiri Ana. Ana berada di samping tempat pemotretan. Ia banyak tertawa karena melihat tingkah lucu Jun. Meskipun Ana tidak mengerti candaan mereka tetapi Ana tertawa hanya sekedar dari melihat ekspresi dan cara mereka tertawa bersama.
Allyson menghampiri Ana, dan melihat di seberangnya terdapat Dae Jung dan Ye Suk yang mendapat giliran take ketiga.
"tertawa mereka menular sampai kepadamu?" tanya Allyson kepada Ana.
"mereka sangat lucu. Aku tidak mengerti apa yang mereka ucapkan, tetapi mereka bisa menarik orang-orang untuk tertawa bersama hanya dengan tawa mereka" Ana berbinar mengatakan itu. Allyson setuju dengan apa yang diucapkan Ana. Mereka seperti memiliki aura positif. Pantas saja jika mereka memiliki fanbase di berbagai belahan dunia.
Alex telah datang bergabung bersama Ana dan Allyson. "kau sudah selesai dengannya?" tanya Alex saat ia telah berdiri di samping Allyson
"ya" jawab Allyson singkat. Allyson teringat kejadian menyebalkan bersama In Ho tadi di ruangan. Hal itu membuat dirinya kembali kesal dan menjawab Alex seperlunya. Alex memberikannya botol minum dan langsung diterima oleh Allyson. Allyson membukanya dan langsung meneguk hampir setengahnya.
"terimakasih.. sesuatu membuatku sangat panas dan aku menjadi sangat haus", balas Allyson dengan senyum lebar yang memperlihatkan giginya.
Mereka bertiga melihat pemotretan yang luar biasa. Mereka bertiga tertawa dan berbincang-bincang dengan apa yang dilihat di hadapan mereka. Perasaan Allyson sudah lebih baik saat ini. Allyson senang melihat In Su dan yang lain sangat kompak dan saling peduli satu sama lain. Tiba-tiba handphone Alex berbunyi, dan Alex permisi untuk mengangkat telepon.
**
In Ho mondar mandir di dalam ruangan sendirian sambil berkecak pinggang. Ia kesal akan dirinya sendiri. Kenapa perasaannya begitu buruk saat ini. Ia menyesal sudah bersikap tidak baik pada Allyson. In Ho akan keluar untuk mencari Allyson dan meminta maaf atas sikapnya.
Ia pergi ke ruang dua, In Ho berpikir mungkin Allyson ada di sana untuk memakan sesuatu. Saat ia pergi ke ruang dua di sana ada Sara, tuan Shin, dan beberapa petugas yang sedang menyiapkan makanan. In Ho langsung memberi salam dan dibalas ramah oleh Sara.
"ada yang kau butuhkan? Kau ingin minum atau makan sesuatu?" tanya Sara
"emm.. Allyson.."
"ohh kau mencari Allyson? Ku rasa ia ada di studio" jawab Sara tersenyum dengan ramah. In Ho berterimakasih dengan membungkukan badan, kemudian pergi menuju studio.
Dari ujung lorong yang menuju ke studio ia melihat Allyson sedang tertawa dan tersenyum bersama Alex. Beberapa kali Allyson menampilkan senyumnya kepada Alex. Perasaan bersalah In Ho yang tadi muncul, hilang dalam sekejap saat menyaksikan Allyson dan Alex. Mood buruknya kembali menarik dirinya. Kemudian terlihat Alex memisahkan diri dari Allyson dan Ana untuk mengangkat telepon.
In Ho berjalan dengan mantap ke arah Allyson. In Ho menarik tangan kiri Allyson dengan tangan kanannya. Allyson kaget saat In Ho menarik tangannya dan membawanya entah kemana.
"hey In Ho.. ada apa?", Allyson yang kebingungan tidak mendapatkan jawaban dari Alex. In Ho tetap fokus membawa Allyson menuju ruang dua.
"kau harus menyiapkan diriku bukan?" akhirnya In Ho menjawab saat sampai di ruangan.
"tadi kau bilang.."
"aku bisa memakai jas sendiri, tapi tidak dengan yang lain" In Ho cepat memotong pembicaraan sebelum Allyson menyelesaikan kalimatnya.
"kulihat Hyung akan selesai sebentar lagi. Bukankah berikutnya giliranku?" ucap In Ho cepat.
Allyson hanya diam tidak menjawab. Ia mengambil riasan yang ada di meja panjang tempat ia merias In Ho. Allyson mulai merapikan riasan In Ho yang mulai luntur.
"aku tidak tau kenapa perasaanku buruk sekali hari ini. Maafkan aku menyulitkanmu", mendengar tulusnya kata-kata In Ho membuat Allyson tersenyum.
"apa yang bisa membuat perasaanmu menjadi baik?" tanya Allyson ramah dan lembut.
"mm.. bermain games mungkin" jawab In Ho. "bagaimana denganmu?"
"aku? Mmm.. tidak ada yang khusus. Jika ingin mengembalikan mood biasanya aku makan, atau menonton film, atau aku pergi tidur saja", Allyson menyebutkan satu-satu jawabannya. In Ho tertawa karena mendengar jawaban yang ia rasa sangat lucu.
"kau seperti roller coaster hari ini" ucap Allyson karena melihat In Ho yang kembali dalam keadaan baik.
"ayo.. kita ke studio", ajak Allyson dan mereka keluar dari ruangan untuk menuju studio. Di jalan mereka bergabung dengan Tae Yun dan juga Sam, dan bergabung dengan yang lain saat sampai di studio
"Jun, Ana akan membereskanmu dulu, dan kau bisa langsung makan siang. Semuanya sudah siap. Kau bisa ajak tuan Shin juga" ucap Allyson saat ia menghampiri Jun yang sudah selesai dengan pemotretannya.
"okey.. "
Saat ini giliran In Ho dan Tae Yun untuk melakukan pengambilan gambar. Mereka berdua memiliki karakter ketampanan yang bernilai sama. Tak salah brand ini menggunakan mereka sebagai iklannya. Disamping mereka adalah boygroup yang sedang naik daun, dilihat dari jejak rekamnya, brand yang menggunakan mereka sebagai bintang iklan akan langsung melejit namanya.
Mereka memang penyanyi dan penari, tapi mereka juga berbakat untuk menjadi model. Allyson tersenyum melihat mereka sangat baik di depan kamera. Tak butuh waktu lama untuk produser dan fotografer mendapatkan hasil yang mereka inginkan.
"mereka sangat bagus Allyson. Aku tak sabar ingin melihat yang ketiga" bicara produser kepada Allyson yang sedari tadi memperhatikan proses take dari balik kamera.
"kau lah yang memiliki penglihatan bagus Adam" jawab Allyson dengan senyuman khasnya.
Adam dan Allyson sudah kenal sejak beberapa tahun belakangan. Mereka memang sering dipertemukan karena urusan pekerjaan. Allyson dan yang lain yang mengawasi jalannya pemotretan memberikan tepuk tangan untuk hasil yang bagus. Kemudian mereka membalas dengan membungkukkan badan sambil juga mengucapkan terimakasih.
Allyson dan In Ho berjalan kembali ke ruangan. Allyson membantu melepaskan pakaian dan aksesoris yang dipakai In Ho. Kemudian sisanya In Ho lakukan sendiri di ruang ganti. In Ho kembali memakai kaus miliknya dan keluar dari ruang ganti.
"apa selanjutnya?" tanya In Ho sambil berjalan bersama ke ruang makan.
"setelah ini Dae Jung dan Ye Suk. Kemudian kalian solo untuk beberapa koleksi item. Lalu pemotretan kelompok lagi" jelas Allyson panjang lebar.
Di ruang makan tersebut sudah ada para member yang lain dan Calie.
"selamat makan semua" ucap mereka bersamaan, membuat ruangan itu sangat ramai dan terasa hangat. Mereka duduk mengelilingi meja persegi panjang dengan tuan Shin sebagai pusatnya. Allyson duduk di antara Calie dan In Ho.
"dimana Alex dan Sara?" tanya Allyson kepada Calie sambil matanya mencari ke penjuru ruangan.
"aku belum melihatnya". Mereka semua melanjutkan makan sambil berbincang tentang makanan dan apapun. Dae Jung dan Jun menurut Allyson sangatlah lucu, orang-orang sering dibuat tertawa karena tingkah mereka berdua.
Dddrrttt...ddrrttt..drrrrtt
Handphone Allyson berbunyi.
"ini ibuku" ucapnya ke arah Calie. Allyson beranjak dari meja makan dan membawa makan siangnya keluar, padangan In Ho mengikuti kepergiannya. Allyson pergi menuju ruang dua untuk mengangkat telepon.
"hey mom.." sapa Allyson kepada ibunya yang ada di seberang telepon saat ia sudah duduk di sofa ruangannya.
"..."
"aku sedang di studio, sedang ada pemotretan iklan yang menggunakan klienku mom"
"..."
"sepertinya tidak dalam waktu dekat. Bagaimana kalau mom saja yang kesini bersama daddy dan yang lain?"
"..."
"mmm baiklah.. jika nanti proyekku sudah selesai aku akan mengatur waktunya"
"..."
"bye mom" Allyson mengakhiri pembicaraan di telepon.
Allyson melanjutkan melahap makan siangnya dengan duduk di sofa ruang tersebut. Ia menikmati makan siang tersebut dengan tenang dan perlahan. Ternyata memimpin proyek dan mengawasinya sendiri satu per satu sangatlah menguras tenaga. Ia jadi teringat akan teman-temannya yang selama ini juga memimpin proyek.
Allyson menyukai kesunyian, di mana ia bisa berpikir dan mengistirahatkan otak dan lima panca inderanya. Allyson menghabiskan makanannya sekitar setengah jam. Ia membuangnya ke tempat sampah dan mengambil sebotol air minum di meja.
Ketika ia ingin kembali duduk di sofa, matanya bertemu dengan sepasang mata yang sudah tidak asing. Lelaki itu berdiri di bibir pintu. Hal itu membuat Allyson teringat pertemuan pertamanya dengan laki-laki tersebut.
"In Ho, kau mencari sesuatu?" tanya Allyson sambil membuka tutup botol minum yang ia ambil dari meja. In Ho hanya menggeleng dengan canggung.
"kau sudah selesai makan siang?" Allyson banyak berbicara kali ini dan In Ho hanya mengangguk
"kau tidak makan siang bersama kami" tanya In Ho akhirnya menutupi rasa gugup dan canggungnya. Tapi Allyson tidak menangkap kecanggungan tersebut. Ia berjalan kembali menuju sofa untuk duduk.
"oh maaf.. itu karena aku mendapatkan telepon dari ibuku. Jika ibuku sudah menelepon maka bisa memakan waktu lama. Jadi aku membawa makan siangku" jelas Allyson sambil tersenyum. In Ho mengangguk dan kemudian menghampiri Allyson dan duduk bersama di sofa.
Allyson mengamati gerak-gerik In Ho, ekspresinya, pandangan matanya. Tak dipungkiri memang In Ho memiliki ketampanan di atas rata-rata, entah ia sendiri menyadarinya atau tidak. In Ho duduk dengan memangkukan sikutnya di pahanya. Di mata Allyson saat ini In Ho terlihat seperti sedang resah menunggu hasil ujian.
"kau baik-baik saja? Kau sudah lelah? Atau kau ingin mengatakan sesuatu?" Allyson memberondongi In Ho dengan berbagai pertanyaan.
"tidak, aku tidak apa-apa" jawabnya sambil membuang nafas kekhawatiran. Allyson semakin bingung.
"baiklah.. aku akan pergi untuk mengecek persiapan take berikutnya. Kau.. tak apa kan kutinggal sendiri?" Allyson bingung harus berkata apa pada lawan bicara yang sepertinya juga sedang bingung. In Ho hanya mengangguk tanpa menatap ke Allyson
Allyson kemudian pergi untuk melihat kesiapan Dae Jung dan Ye Suk. Saat akan menutup pintu, Allyson melongok sedikit kembali kepada In Ho, untuk memastikan bahwa pria itu baik-baik saja.
**
Flashbacks...
In Ho melihat gadis di sampingnya pergi membawa makan siangnya. Matanya mengikuti sampai gadis tersebut tak terlihat lagi. Kemudian ia melanjutkan makan siang bersama yang lain.
Beberapa saat kemudian, Calie mengajak Dae Jung untuk bersiap-siap, dan Sam mengajak Ye Suk untuk besiap-siap juga. Para member yang belum selesai pengambilan foto mulai bangkit. Tetapi yang lain masih bercanda dan mengobrol satu sama lain. In Ho pun beranjak mengikuti kata hatinya.
"kau mana kemana In Ho?" tanya Tae Yun dari salah satu kursi makan.
"toilet" jawaban seadanya yang paling cepat terlintas di pikiraan In Ho. In Ho sendiri pun tidak tau ia akan kemana, hanya saja hatinya resah jika hanya duduk di ruang tersebut. Ia berjalan ke lorong yang lebih dalam.
Saat akan sampai di ruang dua, ia melihat pintu ruangan setengah terbuka. Kemudian ia masuk dan melihat seorang gadis berambut coklat tua dikuncir kuda sedang mengambil botol minum dan mata mereka bertemu
"In Ho, kau mencari sesuatu?" tanya Allyson sambil membuka tutup botol minum yang ia ambil dari meja. In Ho hanya menggeleng dengan canggung.
"kau sudah selesai makan siang?" tanya gadis itu dan In Ho hanya mengangguk. Memasukan tangannya ke dalam kantung belakang celananya.
"apa yang harus kubicarakan dengannya" tanyanya dalam hati. In Ho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"kau tidak makan siang bersama kami" akhirnya pertanyaan itu lah yang paling cepat terlintas. Gadis itu berjalan menuju sofa dan In Ho bersyukur gadis itu tidak menangkap kecanggungannya.
"oh maaf.. itu karena aku mendapatkan telepon dari ibuku. Jika ibuku sudah menelepon maka bisa memakan waktu lama. Jadi aku membawa makan siangku". Langkah kakinya membawanya untuk mengikuti Allyson duduk di sofa. Saat ini hatinya terasa panas membuat otaknya tidak bisa berpikir dengan baik. Beberapa kali In Ho membuang napasnya melalui mulut.
"kau baik-baik saja? Kau lelah? Atau kau ingin mengatakan sesuatu?" Allyson memberondongi In Ho dengan berbagai pertanyaan.
"tidak, aku tidak apa-apa" jawabnya sambil membuang nafas kekhawatiran. Di matanya, Allyson terlihat bingung. In Ho pun bingung dengan dirinya sendiri hari ini.
"baiklah.. aku akan pergi untuk mengecek kesiapan take berikutnya. Kau.. tak apa kan kutinggal sendiri?" In Ho hanya mengangguk tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya. Seluruh tubuhnya terasa kaku saat ini. Kemudian ia merasakan Allyson bangkit dari sofa dan menutup pintu.
"huuuhfftt" In Ho menghembuskan napas sambil meletakkan lehernya di sandaran sofa. Ia memejamkan mata dan yang terlintas adalah bayangan Allyson sedang tersenyum.
"apa yang terjadi padaku".
**
Pemotretan hari ini sangatlah memakan waktu. Banyak koleksi yang harus mereka ambil gambarnya dalam satu hari sekaligus, sesuai dengan kontrak. Allyson merasa kasihan pada para member karena bekerja sangat keras hari ini. Tapi mereka semua selalu mengatakan "kami baik-baik saja" atau "tidak apa-apa". Calie dan Sam juga tampak mondar-mandir dan sangat lelah hari ini.
Pemotretan selesai saat langit sudah gelap. Produser dan fotografer mengucapkan terimakasih banyak pada mereka semua karena memberikan hasil yang sangat baik. Mungkin akan ada kontrak berikutnya lagi dengan mereka.
Para member dan tuan Shin memasuki mobil dan kembali ke rumah. Allyson, Calie, dan juga Sam segera mengikuti untuk kembali ke apartemen masing-masing. Sara dan Alex mengantar para member kembali ke rumah mereka.
Tbc