"Makan siang yuk?" Kata Alvin yang melihat sepupunya masih sibuk dengan pekerjaannya. "Masih beberapa menit lagi, Kak." "Ya sudah, aku tunggu ya?" Syla mengangguk saja. Ponsel Syla berbunyi, menghentikan kegiatannya sejenak. Satu pesan dari nomor tidak dikenal, cepat Syla membukanya. Syla tersenyum melihatnya. +6289******* Sudah makan siang? Ingat makan yang bergizi. +6289******* Oh iya, lupa satu lagi. Jangan dekat-dekat pria lain! Senyum Syla bertambah lebar, posesif sekali batinnya. Apa ini mungkin sifat asli Denis? Sepertinya Syla harus lebih mengenal suaminya itu. Syla sengaja mengetes Denis, ia ingin melihat seperti apa reaksi lelaki itu. Syla. Belum, masih ada yang harus aku kerjakan. Soal kak Alvin, dia sudah menunggu ku. Bagaimana dong? Dering teleponnya menunt

