Cahaya mentari menerobos masuk melewati celah gorden, dua insan masih bergelung disatu Selimut. Menyelami kenyamanan yang tengah mereka rasakan. Tidur malam ini benar-benar sangat berkualitas. "Ehhmmm." Gumam Syla, matanya masih terpejam. Namun ia merasa seperti dalam kungkungan yang sangat kuat, sekedar menggeser tubuhnya pun susah. Gerakan-gerakan kecil membangunkan Denis, perlahan mata pria itu terbuka. Keduanya saling pandang. "Maaf, bisakah kamu melepaskanku?" cicit Syla masih dalam dekapan suaminya. Denis bergeming sesaat melihat posisi mereka yang sangat intim, pantas saja tidurnya terasa nyenyak. Dilepaskan pelukannya, supaya Syla bisa bernapas. Pelukan erat membuat wanita itu susah payah mengambil oksigen. "Aku ingin masak." Syla hendak beranjak dari ranjang, terlebih

