Joshua menaruh barang-barangnya di samping lemari, dia memandangi sekitar. sekarang dia ada di kamar yang katanya kamar Jesica waktu kecil. ruangan disini tidak terlalu luas, mungkin lebih luas gudang di rumahnya, dan lagi kasurnya tidak di beri ranjang, di biarkan di lantai saja. Joshua menyentuh kasur di depanya sebelum membaringkan dirinya. kasurnya seperti kayu, keras dan terasa tidak nyaman. "apa kasurnya aman untuk di tiduri?"Tanya Joshua. Karena dia tidak yakin ada orang yang nyaman dengan kasur sekeras ini. Jesica terkekeh kecil, dia berjalan kearah Joshua, duduk menghadap kearah Joshua. "ya paling badanmu akan sedikit sakit-sakit, atau yng paling parah lehermu bisa sakit,"Jelasnya"jadi bagaimana tuan, apa kau ingin menyerah sampai disini saja?" "cemen sekali menyerah hanya

