Bab 37 : Kecewa

1037 Words

"Mmmmmhh ... ampun!" lirih Elara saat merasakan Zian sedang menguasai permainan. Zian mengatur nafasnya, walau dirinya sudah termasuk tua namun mempunyai semangat bagaikan kuda. Setelah rasa nikmatnya sampai ke ubun-ubun dia segera mengeluarkan apa yang harusnya di keluarkan. Rasanya sangat candu bahkan membuat Zian terbang sampai ke dunia fantasinya. Matanya meremang, ia langsung berbaring memeluk Elara. Elara tersenyum tipis, suaminya memang sangat pandai memuaskannya. "Papa Zi, jika bayi kita lahir nanti mau diberi nama siapa?" tanya Elara. "Ehmm ... pikirkan nanti saja, sayang. Mas sangat lelah." Zian mencoba untuk duduk, ia melirik badan polos istrinya tanpa sehelai benang pun membuatnya ingin mencicipi lagi namun jam sudah menunjukkan pukul 8 lebih. Dia bisa terlambat datang ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD