BAB 26

2299 Words
[Warning! Full 21+] Sakura kembali ke sisi Tomoyo saat Xiao Lang kembali ke singgasana utama. Sang kaisar dan Ibu Suri menyaksikan hiburan dari sana. Mulai dari peniup api, pemakan api, akrobatik, penyanyi, dan beberapa kelompok penari. Setelah beberapa waktu, Xiao Lang berdiri dan melangkah melewati pintu diikuti oleh para selir barunya. "Yun!" Putra Kekaisaran Agung memanggil di antara kencangnya alunan musik. “Tidak kurang dari sembilan selir untuk satu malam. Huangdi sudah dua puluh enam tahun!” Mei Ling mendelik tajam kepada para gadis; Shu Wan, Jia Li, dan Fang Hua membuang muka; Hu Tao dan Shi An saling berbisik menggunjingkan para gadis, selagi mereka melangkah melewati. Malu, Sakura melempar senyuman takut kepada Tomoyo. "Anda harus pergi menghampiri beliau,” ujar Tomoyo. Sakura menggelengkan kepala. “Yun akan datang untuk membawa kami kembali ke Istana Harem sekarang.” "Pergi kepada beliau, Sakura-chan," paksa Tomoyo. "Saya akan berbicara kepada suami saya untuk membicarakannya dengan Yun. Dia akan mendengarkannya.” Sakura setuju. Sesuai penjaminan Tomoyo, Yun mendengarkan Eriol. Tugas jadi dialihkan ke Yukito untuk membawa Mei Ling dan para selir kembali sementara Yun membawa Sakura kepada Xiao Lang. Ketika mereka tiba di ruangan kaisar, pria itu hanya mengenakan hanfu tipis untuk tidur. Ruangan itu remang-remang dan sesuai perintah Zou Jin, enam selir hadir. Tiga berada di tempat tidur, beberapa duduk di lantai, dan sisanya berdiri di dekatnya. Xiao Lang mendelik kepada Yun saat dia melihat Sakura. "Aku memerintahkan untuk membawamu kembali ke tempat tidur, ini sudah larut,” ujar Xiao Lang. "Saya tahu,” sahut Sakura. "Tetapi, saya datang untuk memberikan Anda hadiah.” "Sebuah hadiah itu tidak perlu, Ying Hua,” tandas Xiao Lang selagi mendudukkan diri di tempat tidur. “Tapi, jika kau merasakan sebaliknya, maka aku akan menerimanya.” Xiao Lang menatap tangan kosong Sakura dengan rasa ingin tahu. Gadis itu tidak bergerak. "Ying Hua?" Sedikit gemetar, Sakura memberanikan diri mendekati Xiao Lang. Para selir lain mengamatinya. Seseorang sudah memposisikan diri di belakang Xiao Lang. Jantung Sakura berdetak kencang. Akankah Xiao Lang menyentuh mereka seperti yang ia lakukan pada Sakura? Akankah ia mengatakan hal yang serupa? Sesuatu hal yang akan membuat mereka menginginkan pria itu seperti yang dirasakan Sakura sekarang? Sejak kapan Sakura mulai begitu mempedulikan hal semacam itu? Sakura merasakan isak tangis naik ke tenggorokannya. Apakah ini yang dirasakan oleh Mei Ling, Shu Wan, dan para selir lainnya? Sulit untuk bernapas, Sakura memutar badan dan berlari menuju pintu partisi. "Ying Hua!" Panggilan tajam Xiao Lang menghentikan langkah Sakura, bertepatan dengan Yun mencoba meraih pergelangannya untuk mencegahnya pergi. Sakura berbalik perlahan, menemukan Xiao Lang telah berdiri. "Ada apa?” Tatapan Sakura beredar ke sekeliling ruangan, pada Yun dan sembilan selir. Mengapa dia mendengarkan Tomoyo? Bagaimana mungkin dia memberitahu Xiao Lang di depan mereka semua tentang hadiahnya? "Aku harus tahu,” cetus sang kaisar, penuh kuasa. Sakura menutup mata, menarik napas panjang. "Saya tahu Anda memiliki banyak Yang," ujar Sakura memulai, lalu membuka mata. “Saya… ingin Anda untuk memiliki Yin.” Sakura menatap wajah Xiao Lang lamat-lamat, berharap pria itu memahaminya. "Yin…?" Alis Xiao Lang berkerut. Dia memberi isyarat kepada Sakura untuk mendekat. Tanpa basa-basi meraih dagu gadis itu dan menatap mata hijaunya dalam-dalam. “Penantianku telah mencapai akhir?” tanyanya. Sakura menelan ludah. “Iya.” Tomoyo telah menjelaskan dengan detail apa yang akan terjadi malam ini, ditambah pula oleh penjelasan Iroha selama perjalanan panjang menaiki kapal dan pendidikan seks di Okiya dahulu. Sakura sudah menyiapkan diri sebaik mungkin. Dan berharap ini tidak akan seburuk yang dia pikirkan selama ini. Mata Xiao Lang menggelap. “Tinggalkan kami.” Yun segera mengumpulkan para selir untuk membawa mereka keluar. "Anda… memiliki banyak istri sekarang,” gumam Sakura. "Dua puluh lima,” tandas Xiao Lang seraya menarik tali hanfu yang terikat di pinggang ramping Sakura. “Dan kau masih menjadi favoritku.” Pakaian Sakura melonggar dari tubuhnya. Xiao Lang menangkup wajahnya, lalu memberikan kecupan manis di bibir ranumnya, begitu lembut dan tidak tergesa. Sakura dapat mencecap sisa-sisa anggur yang masih menempel di lidah pria itu. "Tabib Qiao harus membuat lebih banyak jadwal kalender lagi,” ujar Sakura pelan. "Itu tidak penting. Aku hanya menginginkanmu.” Sakura tersenyum tepat saat Xiao Lang membuka kedua sisi hanfunya kemudian membawanya menuruni pundaknya. Ujung-ujung jemarinya meluncur di atas kulit halus Sakura selagi melakukannya. Hanfu itu pun jatuh ke lantai, melingkari kedua kaki Sakura. Sentuhan udara dingin menggelitik suhu hangat alami di tubuh Sakura, membuatnya merinding. Sang kaisar menatap tubuhnya, dan meski gadis itu menyembunyikan apa yang dapat disembunyikan dengan tangannya, kaisar tersenyum. "Naik ke ranjang.” Sakura duduk di tepi tempat tidur dengan penuh kegugupan, jantungnya berpacu di dalam rongga dadanya. Xiao Lang melepaskan bagian atas hanfunya sehingga itu menggantung di pinggangnya. Kemudian, menghampiri dan duduk di samping Sakura. Ia membawa hidungnya mendekati tulang selangka selir Jepangnya, menarik napas sangat dalam di sana. "Kau sangat wangi.” "Terima kasih.” Xiao Lang mengambil tangan kanan Sakura untuk dikecup sebelum kemudian menangkup belakang kepalanya dan mempertemukan bibir mereka. Sakura menutup mata, membalas ciuman itu, tangannya berhenti melindungi dadanya. Tangan kiri Xiao Lang melingkari pinggangnya, menariknya lebih dekat. Membuat ujung d**a gadis itu menempel pada d**a bidang Xiao Lang. Alih-alih menarik diri, gadis itu semakin mendekat. "Kau tidak takut?" bisik Xiao Lang di bibir Sakura. "Tidak,” jawab Sakura. "Kenapa?” "Karena Anda adalah suami saya." "Kau mempercayaiku?" Sakura mengangguk. "Saya mempercayai Anda." Xiao Lang segera mendaratkan barisan ciuman di sepanjang leher jenjang Sakura. Sukses membuat gadis itu mengerang, merasakan sensasi panas mulai muncul di ruang antara d**a dan pahanya. Kelopak matanya berkedip cepat kala sang kaisar mengisap kulitnya, membuka jalan kembali ke bibirnya. Mulut Xiao Lang lihai membuka mulut Sakura untuk kemudian dimasuki oleh lidahnya. Sementara itu, tangannya berada di d**a gadis itu, mengusap p****g yang sensitif dengan ibu jarinya. Selama mulutnya dibungkam, kepala Sakura sedikit mundur ke belakang, sensasi basah dan hangat membuatnya kepayang hingga seolah sedang melihat bintang. Tiba-tiba, Xiao Lang menggenggam tangan kiri Sakura, menarik cincin cakar emas dari sana. Mata Sakura membuka saat tangan itu ditarik untuk menyentuh kejantanan Xiao Lang. Kehangatannya terasa begitu intensif meski masih dilapisi oleh celana hanfu. "Naik lebih jauh,” ujar Xiao Lang. Di sela ciuman, Sakura menarik diri ke tengah ranjang dan Xiao Lang merangkak mengikuti tanpa melepaskan bibirnya sama sekali, begitu rakus. Sakura melihat kaisar itu membuka untaian tali hanfunya lalu melemparkannya begitu saja. Secara naluriah, dia melihat ke bagian bawah Xiao Lang, tetapi pria itu segera merendahkan diri untuk menghujani ciuman basah menuruni perut datarnya. Waktu terasa berhenti karena Sakura tertelan dalam kebahagiaan belaian dan ciuman Xiao Lang. Cinta. Sakura mencintai ini. Sakura harus mencintainya. Itu adalah satu-satunya kata dan perasaan dalam pikiran Sakura sekarang. Sakura mengerang. "Anata… Huangdi," cincin cakarnya yang masih tersisa menggores punggung Xiao Lang. “izinkan saya menyentuh Anda… anata… tunjukkan.” Sakura merona. Apa yang dia katakan? Tunggu, mengapa Xiao Lang menatapnya begitu… penuh kasih sayang? Apakah dia hanya berimajinasi? Apakah kaisar merasakan cinta? Tidak membiarkan Sakura melamun, Xiao Lang memeluknya lalu memutar posisi mereka, membuat gadis itu berada di atasnya. Xiao Lang mengarahkan kepala Sakura ke tengkuk lehernya, menarik napas tajam saat bibir gadis itu menyentuh kulitnya. Ia mencontoh pergerakannya dengan sangat tepat. Sukses memicu ereksinya menjadi sangat keras. Sakura begitu bercahaya. Xiao Lang tidak dapat mengalihkan mata dari gadis yang telah menguasai seluruh sisi pikirannya. Dia mengerang saat lidah Sakura menyentuh putingnya. Ditatapnya gadis itu selagi gadis itu mengamatinya lamat-lamat hingga turun ke ereksinya tanpa melewatkan satu pun bagian. Apakah ekspresi malunya sebelumnya itu nyata? Sakura bergerak lebih rendah ke belakang, membuat kejantanan Xiao Lang berkontak dengan bagian basah di antara paha Sakura. Gadis itu tersentak ke atas, terengah-engah. Melepaskan diri dari Xiao Lang, Sakura menatap ereksi pria itu; benar-benar menyaksikannya secara utuh untuk pertama kalinya. Segelintir rasa takut spontan menghantui hatinya. Apakah Xiao Lang benar-benar akan memasukkannya ke dalam dirinya? Cairan bening mulai keluar dari ujungnya. Xiao Lang menyaksikan dengan napas tertahan saat Sakura, Ying Hua-nya, mengulurkan tangan dan menyentuh bagian paling intimnya. Ia mengamati cairan di jemarinya sebelum meraihnya lagi. Tapi, kini ragu-ragu. "Sentuh itu,” ujar Xiao Lang. Dalam sekali gerakan, Sakura menggenggamnya dengan kedua tangan. Ujung kejantannya mengintip kepadanya. Setiap ujung saraf tampaknya memuncak pada anggotanya pada saat yang tepat. Dengan gemetar, terengah-engah, Xiao Lang mengarahkan kepala Sakura lebih rendah. Tidak yakin, tapi bersedia untuk memuaskannya, Sakura menjulurkan lidahnya secara gugup untuk menjilat ujungnya. "Bawa aku ke dalam mulutmu,” instruksi Xiao Lang. Xiao Lang yang mengharapkan sesuatu dengan cepat dan efektif, mengerang dengan sangat puas saat gadisnya menyelimuti seluruh ujungnya dan mengisapnya begitu kuat. Pikirannya dibawa ke surga kesenangan, mayoritas karena Sakuralah yang sedang melayaninya, walau sebenarnya tiada teknik yang mengesankan di dalamnya. Sakura menatap Xiao Lang, menduga-duga apakah posisinya cocok untuknya. Pemandangan mulut Sakura penuh olehnya dengan mata bertanya-tanya membuat tubuh pria itu gemetar. Gigi Sakura sedikit menggigitnya, spontan Xiao Lang menyentuh rambut cokelat gadis itu, meringis. “Hati-hati, Ying Hua.” Sakura mengangguk selagi melanjutkan hisapannya, wajahnya semakin memerah. Kehabisan napas, dia melepaskan Xiao Lang, terengah-engah mengatur napas. "Apakah itu bagus?” tanya Sakura. Xiao Lang, siap meledak, hanya bisa mengangguk. Dia menarik gadis itu turun kepadanya lalu memutar posisi kembali seperti semula. "Buka kakimu untukku,” perintah Xiao Lang serak sambil mencium telinga Sakura. “Sekarang.” Sakura merona luar biasa tapi tidak melakukan apa pun. Membuat sang kaisar meraih pahanya lalu membukanya sangat lebar. Sakura melotot. "Patuhlah lain kali.” Sakura hendak menutup diri dengan tangannya, tetapi tertangkap oleh Xiao Lang, dan menahannya jauh dari pemandangan e****s menakjubkan yang terbentang di hadapannya. Mencium mulutnya dengan panas, Xiao Lang jemarinya di antara lipatan kewanitaan gadis itu. Sakura terengah-engah, punggungnya melengkung ke atas selagi tubuhnya bergerak tidak tenang di atas seprai. "Biar kutunjukkan cara terbaik untuk mengambil Yin,” cetus Xiao Lang. Mata cokelatnya tidak pernah beralih dari mata hijau selirnya selagi memosisikan kepalanya di antara kaki gadis itu. Menghiasi area itu dengan ciuman ringan yang dengan cepat meningkatkan adrenalin. Lidahnya melesat keluar untuk menjilat keintiman dengan sapuan panjang, memusatkannya pada titik yang paling sensitif. Sukses menyihir pinggang Sakura meliuk liar dengan wajah Xiao Lang. Xiao Lang tersenyum di antara keintiman selirnya. Dia tidak seharusnya menyerah kepada wanita, tapi lihatlah dirinya sekarang, menikmati setiap momen. Dia mengangkat kepala untuk melihat hasil kerjanya, lalu menyeringai. Bibir Sakura penuh, memerah dan membengkak. Matanya tertutup selagi tubuhnya menari di atas ranjangnya. "Ah… saya mohon….” Xiao Lang memanjakannya lagi, dan mendadak, kedua kaki gadis itu menjepit kedua sisi kepala Xiao Lang. Ia bergidik. Sekali. Dua kali. Lidah Xiao Lang terus membelainya selagi aromanya menyeruak hidung pria itu, sepenuhnya memikatnya. Akhirnya, Xiao Lang merangkak ke atas, mencium bibir Sakura. Gadis itu segera menariknya mendekat seraya membuka mulutnya untuk menerima lidah sang kaisar. Ereksi pria itu membelai kewanitaannya lagi secara tidak sengaja, mengirimkan gelombang kejut ke seluruh tubuh Xiao Lang dan memburamkan pandangannya. "Sekarang, kau akan menjadi seorang wanita.” Xiao Lang meluruskan diri di atas Sakura. Cincin gadis itu menggores punggungnya saat dia mendorong ke depan dengan mantap sampai kepala kejantanannya benar-benar ada di dalam Sakura. Butir-butir keringat membasahi keningnya, gemetar merasakan kehangatan basah dan kerapatan Sakura. Sakura menggeliat di sekitar ereksinya, membuat Xiao Lang mengumpat dalam kepalanya. Dia tidak bisa mengendalikan diri jika Sakura melakukan itu. Menutup mata kuat-kuat, Xiao Lang mendorong ke dalam diri Sakura diiringi erangan keras. Napas kesakitan Sakura segera diredam oleh bibirnya dengan ciuman keras. Perlahan-lahan, Xiao Lang mengayunkan pinggulnya ke depan dan belakang. Sedikit demi sedikit Sakura mulai merespon, mendorong pinggangnya seirama dengan Xiao Lang. Pengekangan pria itu segera runtuh. Ia mengakhiri ciuman mereka lalu menatap Sakura dengan tatapan meminta maaf. Meraih pinggul wanita itu, ia mendorong ke dalam dengan dorongan yang panjang dan kuat. Payudara Sakura bergerak naik dan turun seirama dorongan kuat Xiao Lang. Wajahnya tampak tidak tahu apakah tubuhnya mengalami rasa sakit atau kepuasan. Kepala Xiao Lang tertarik ke belakang dalam buaian hawa nafsu, cairan membasahi s**********n Sakura, mempermudahnya bergerak masuk dan keluar. Apakah Sakura menikmatinya? Xiao Lang berharap begitu. Dia tidak tahan jika nyatanya dirinya tengah menyakitinya. Gerakannya melambat kala merasakan dirinya mencapai k*****s. Xiao Lang menarik Sakura ke pinggangnya. Melingkarkan lengannya di sana, dia mengangkatnya lalu membawanya turun untuk kembali dimasuki oleh ereksinya. "Sangat cantik,” gumam Xiao Lang, dan Sakura memberikan erangan pelan. “Sangat cantik.” Sakura memeluk leher Xiao Lang demi topangan. Pria itu dapat merasakan bagian dalam Sakura mencengkeram ereksinya, membasahi setiap sisi yang dikuasai. Pikirannya meneriakkan untuk bergerak perlahan, menikmati Sakura lebih lama dan intens. Tetapi tubuhnya menolak. Dia menjilat leher Sakura. "Anata…," desah Sakura. Sakura dikuasai oleh sensasi itu. Rasa sakit di awal yang menusuk dan keras tergantikan oleh s*****l yang mengatasi seluruhnya. Kata-kata Xiao Lang untuknya membelai telinga dan hatinya. Dan Sakura sepenuhnya puas bersatu dengan sang kaisar seperti sekarang. Mengapa Sakura menunggu begitu lama untuk memberikan dirinya sendiri kepada Xiao Lang, dia pun lupa. Akankah mereka seperti ini setiap malam? Oh, betapa dia berharap demikian. Jadikan aku wanitamu, Xiao Lang, batin Sakura. Sakura mencium Xiao Lang seintens yang dia bisa sebelum kemudian mereka jatuh kembali ke ranjang. Dorongan pria itu di dalam dirinya semakin berpacu cepat. Sakura dapat merasakan ketegangan manis muncul di dalam dirinya lagi, sama seperti ketika Xiao Lang menyapu kewanitaannya menggunakan lidahnya. "Ahhhh...!" Xiao Lang mendorong untuk terakhir kalinya, menumpahkan seluruh cairan benihnya jauh di dalam perut Sakura. Dia menempelkan tubuhnya dengan Sakura, kemudian berguling, membuat wanita itu berada di atasnya. Kejantanannya telah melunak di dalam Sakura. "Setiap malam di setiap tahun,” ujar Xiao Lang, mengikrarkan sebuah janji. Xiao Lang mengusap p****t Sakura selagi mereka mengatur napas, tubuh mereka lembap dan memerah. Senyuman pria itu menjadi hal terakhir yang Sakura lihat sebelum tertidur. Menarik selimut ke atas mereka, Xiao Lang juga menyerah memasuki mimpi yang tidak akan mungkin semanis wanita di atasnya. TO BE CONTINUED Duh kan ya, untung puasa sudah selesai :')
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD