Part Empat belas

1045 Words
Mobil milik Aldo berhenti didepan pagar rumah Miracle. Bertepatan dengan kedatangan mobil pemilik rumah. Miracle yang melihat ada mobil didepan rumahnya, segera turun dari mobil. Pria itu berjalan mendekati mobil itu , kemudian mengetuk pintunya agar si empu membukan pintunya. Tak lama pintu mobil terbuka, dapat dilihat dengan jelas gadis yang sedari tadi dicari nya sedang bersama pria lain. Tatapan Miracle tajam dan dingin kemudian berjalan masuk ke dalam rumah. Rose yang melihat kepergin Miracle, hanya mampu terdiam. Ia turun dari mobil milik Aldo. “ Makasih ya Mas atas tumpangannya.” Aldo tersenyum. “ Iya sama-sama. Itu siapa kamu? Ayah kamu?” Rose yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya terkekeh mendengarnya. Emangnya Miracle terlihat setua itu dimata laki-laki lain. “ Dia bos aku.” Jawaban dari Rose membuat Aldo kaget. Terlihat dari ekspresi Aldo yang menatap kearah Rose. “ Kamu tinggal sama bos kamu?” tanya Aldo tidak percaya. “ Iya. “ jawab Rose simpel. Dia tidak ingin berlama-lama berada diluar karna angin malam sangat dingin apalagi Rose sedang memakai croptop. “ Yaudah Mas. Aku masuk dulu ya. Selamat malam.” Pamit Rose lalu berjalan masuk tanpa menunggu Aldo pergi. Rose tersenyum kearah security, setelah itu ia masuk kedalam rumah tempat dimana dirinya tinggal. Rose masih kepikiran tentang Miracle yang menatap dirinya tajam. Entah ada apa dengan pria itu, ia juga tidak tau. Rose pikir Miracle sedang berada dirumah. Ternyata pria itu juga baru pulang. Entah dari mana, Rose semakin dibuat penasaran dengan sikapnya yang sangat misterius. “ HM!“ Deheman seseorang memberhentikan langkah Rose yang hendak masuk kedalam kamarnya. Rose memutar balikkan badan, dilihatnya Miracle sedang menatap nya tajam dengan kedua tangan dimasukkan kedalam kantong celana. “ Dari mana saja? Siapa pria itu?” tanya Miracle dingin. Rose sudah tidak takut dengan tatapan tajam dan dingin milik Miracle. Ia masih berdiri santai menghadapi pria didepannya ini. “ Jalan-jalan.” jawab Rose singkat. Dia tidak ingin berdebat, badannya sudah lelah dan perasaannya kacau. “ Siapa pria itu?” tanya Miracle mengulang pertanyaannya. “ Siapa?” “ Jangan pura-pura tidak tau Rose.” geram Miracle. “ Oh yang itu. Dia Aldo pacar aku.” ledek Rose. Rose sengaja mengatakan Aldo adalah ‘pacarnya’ karna gadis itu ingin melihat reaksi Miracle seperti apa. “ Pacar?” tanya Miracle memastikan. “ Iya pacar aku? Kenapa?” Miracle tertawa keras. Kemudian menatap gadis didepannya ini dengan tajam. “ Dari kapan seorang p*****r punya pacar?” Rose terdiam. Entah kenapa hatinya terasa sakit terlebih lagi pikiran-pikiran tentang Miracle yang hanya menganggap dirinya sebagai p*****r itu benar. Rose membalikkan badan kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya. Baru saja ingin menutup pintu, tangan kekar milik Miracle menahannya. “ Lepaskan. Aku mau tidur.” ucap Rose lirih. “ Kamu gaboleh tidur. Sebelum layani aku.” Rose melepaskan tangannya dari pintu, kemudian menatap Miracle. “ Aku capek. “ keluh Rose. “ Aku tidak mau tau.” “ Emang dimata kamu aku hanya seorang p*****r pribadi! Tapi aku juga punya perasaan Cle. Aku ini wanita, aku juga bisa merasa lelah. Seharusnya kamu ngerti.” jelas Rose malah membuat pria didepannya semakin mendekat kearahnya. Rose berjalan mundur untuk memperkikis jarak. “ Kamu lelah karna berjalan dengan pacar kamu itu? Terus apa hubungannya denganku? Kecuali kamu lelah akibat ulahku, aku pasti akan membiarkan kamu istirahat.” Rose menatap Miracle jengah. “ Apa urusannya dengan mu kalau aku punya pacar? Lagi pula kamu cuma menganggap ku sebagai p*****r kan?” “ Ya. Memang begitu kenyataannya.” Rose tersenyum getir. “ Ya sudah biarkan p*****r kamu ini istirahat.” “ Sudah ku katakan. Kalo aku mau sekarang, kamu harus mengikutinya.” “ TAPI AKU CAPEK CLE. “ teriak Rose membuat Miracle terdiam. Suasana hening, yang terdengar hanya deru nafas Rose yang menggebu-gebu. Gadis itu kacau, ia menyalahi dirinya yang terlalu bawa perasaan terhadap pria didepannya ini. Rose melihat Miracle yang melangkah meninggalkan kamarnya. Rose bernafas lega, kemudian menutup pintu kamar. ____________ Pagi sekali, Rose sudah tiba di depan kost Mika. Ia sengaja pergi pagi karena tidak ingin menjumpai Miracle. Rose benar-benar ingin menjauhi Miracle saat ini, agar perasaan nya menghilang. Rose mengetuk pintu kost Mika, tidak lama wanita hamil itu membukanya. “ Hei Ose. Kenapa pagi sekali ?” tanya Mika kaget melihat Rose yang sudah berada didepan kostnya. Rose memang tidak memberitahu kepada Mika bahwa dirinya mau mampir ke kost. “ Aku mau ketemu bumi aja.” ucap Rose. “ Yudah masuk yuk.” Rose membuntuti Mika yang masuk kedalam kostnya. Rose sangat bersyukur punya teman seperti Mika. Mika ini bisa terbilang wanita yang mandiri dan wanita yang sangat baik. Sudah berkali-kali Mika dicaci keluarga, tetapi dia tidak patah semangat bahkan untuk mengejar cinta nya bersama pria yang di cintai. Tetapi laki-laki tidak tau diri itu malah meninggalkan wanita ini. Sampai saat ini Rose belum mendapat kabar laki-laki yang menghamili Rose. Sebenarnya Rose ingin menemui laki-laki itu, agar ia bertanggung jawab atas perbuatannya pada Mika. “ Kenapa pagi-pagi sudah ada di kost Gua Ose?” tanya Mika membuyarkan lamunan Rose. “ Emang gua gaboleh main ya?” “ Gapapa sih. Tapi lo kan mau kerja.” “ Iya tapi kerjanya ntar masuk jam 9.00 aja.” “ Loh kenapa jam 9? Bukannya Pak Cle ga suka karyawan masuk melebihi jam kerja ya?” tanya Mika. “ Sengaja. Aku mau cari cara buat dia memecat aku.” Mika menatap Rose tidak percaya.” Loh kenapa Ose? Ada apa? Lo punya masalah apa ?” “ Gua ga punya masalah. Cuma gua merasa capek aja kerja sama dia.” alibi Rose. “ ASTAGA Ose. Sebelumnya lo ga pernah kek gini. Tumben-tumbenan si. Pasti lo punya masalah. Buruan cerita jangan ada yang lo sembunyiin dari gua.” “ Tapi gua gamau lo kepikiran. Gua takut lo kenapa-kenapa apalagi lo lagi hamil Ka.” jujur Rose. “ Udah gua bilang. Gua ini gapapa Ose. Bahkan kalau gua kerja aja gua sanggup. Lagi pula lo itu udah gua anggap keluarga gua. Apapun kalo lo punya masalah lo bisa cerita sama gua. Gua siap mendengarkan bahkan kalau punya solusi, gua akan kasi solusi sama lo. “ jelas Mika panjang lebar membuat Rose menarik nafasnya panjang. Mungkin sudah seharusnya ia bercerita tentang apa yang terjadi pada Mika. Semoga saja Mika mengerti dan tidak menjadi beban pikiran wanita didepannya ini. “ Gua dan Miracle itu—
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD