Part Tujuh

1000 Words
Malam semakin larut sejak kedatangan Rose kerumah Miracle dari satu jam yang lalu. Badannya terasa letih setelah menganggkut dan memgemas barang-barang yang berada dikostnya tadi sore. Ya. Rose sudah resmi satu atap dengan Miracle. Semua barangnya sudah disusun rapi dengan bantuan art-Bi Ayu. Rose menguap, gadis berpiyama merah miliknya berjalan merangkak keatas tempat tidur. Ia hendak mematikan lampu tidur yang berada diatas nakas, namun kegiatan itu diurungkan saat mendengar ketukan pintu dikamarnya. “ Siapa si yang ganggu tengah malam begini.” kesal Rose sambil melangkah kedepan pintu. Tangannya memutar ganggang pintu hingga menampilkan wajah khas Miracle. Rose mendengus, mungkin hidupnya tidak akan tenang sejak kedatangan Miracle. “ Kenapa Pak?” tanya Rose menatap mata Miracle yang sayu. “ Kalau dirumah, kamu tidak usah memanggil aku Pak. Panggil saja Cle.” perintah Miracle pada Rose. Pria itu tidak ingin pembicaraan formal itu dibawa sampe kerumah pribadinya. Rose menyerngit, terlebih ketika panggilan Miracle menjadi aku-kamu. “ Tapi saya sudah terbiasa.” “ Nanti kamu akan terbiasa memanggil Cle. Minggir aku mau lewat.” Badan Cle yang kekar, membuat badan Rose yang mungil tersingkir dari depan pintu. Cle berjalan masuk tanpa izin dari Rose. Rose hanya menatap kosong pintu didepannya. Tidak lama setelahnya, ia menutup pintu dan berjalan membuntuti Cle. “ Pak, eh maksud gua. Cle. Kenapa lo kekamar gua? Gua mau tidur besok pagi harus berangkat pergi kerja.” Cle berhenti tepat di atas tempat tidur, ia menduduki bokongnya di kasur empuk itu. “ Ini rumah aku. Jadi aku punya hak. “ “ Tapi gua kan udah tinggal disini. Minimal izin dulu kalau mau ke kamar seorang perempuan lajang.” “ Kamu tidak usah pura-pura polos Rose. Aku kesini semata-mata untuk menagih persyaratan yang kita berdua setujui.” Memgetahui kearah mana pembicaraan Cle, jantung Rose berdegup kencang. Sial. Rose gerogi terhadap Cle. “ Kita masih punya banyak waktu. Tidak harus sekarang kan? Gua capek. Dari tadi pagi ga dapet istirahat.” Cle berdiri hingga membuat tinggi Rose berada sejajar dengan dadanya. “ Kalau aku mau nya sekarang, mau tidak mau kamu harus melakukannya untuk ku.” Tangan Cle memegang pundak Rose, sedetik kemudian memutar balikkan badan Rose dan menjatuhkannya diatas tempat tidur. Kini posisi mereka , Cle berada diatas Rose. “ Kamu begitu menggoda Rose. “ bisik Cle lirih. Rose menegang, ia mengalihkan pandangan ke lain arah. Tidak mau menatap perbuatan yang tengah dilakukan Cle. Namun, Cle menyadari kemana arah tatapan Rose hingga membuat Cle memegang dagu Rose dan memaksa mata gadis itu menatap dirinya. Setelah mereka bersitatap, Cle menyunggingkan senyum puas lalu melahap bibir ranum milik Rose. Pelan namun menuntut Rose untuk melakukannya juga. Tapi tidak ada tanda-tanda gadis itu akan melakukannya, dengan jahil Cle mengginggit bibir bawah Rose sehingga gadis dibawahnya meringis. “ Aduh. Sakit.” jawab Rose. Cle berhenti sejenak lalu ditatap bibir bawah Rose yang berdarah akibat ulahnya. “ Makanya balas ciuman aku Rose.” Setelah mengucapkan itu, Cle memburu bibir Rose. Memberontak lidahnya untuk masuk kedalam mulut Rose sampai membuat gadis cantik bersurai panjang itu terpejam menikmati. Tak lama hasrat Rose terpancing, ia membalas ciuman Cle dengan kasar. Rose tidak dapat berbohong, bahwa ini semua sangat nikmat. Mereka berciuman lama sekali, sampai Rose terengah kehabisan nafas. Cle tersenyum manis menatap Rose, ia membelai wajah Rose dan menciumi wajah hingga leher Rose. “ Ahh.” desahan pelan lolos dari bibir Rose. Mendapat reaksi yang berbeda dari Rose, Cle semakin membabi buta menikmati tubuh Rose. Sedangkan Rose yang tak tahan akan kenikmatan yang diberikan Cle, ia mendorong d**a bidang milik Cle sehingga membuat kegiatan Cle berhenti. “ Ada apa?” tanya Cle heran. “ Biar gua yang ambil alih.” ucap Rose tersipu malu. Cle tersenyum jahil. Ia menjatuhkan dirinya dan mengangkat Rose keatas tubuhnya. “ Kamu sungguh menggoda Rose. “ _________ “Ah! Ya teruskan Rose! Ah! Enak sekali!” Sella yang mendengar suara itu hanya mendengus kesal. Gadis cantik itu baru saja tiba dirumah kakaknya, ia hendak memanggil Rose untuk pergi menemani nya mencari sate. Namun saat tiba didepan pintu kamar Rose, ia malah mendengar suara desahan Miracle. Sudah Sella pastikan bahwa mereka berdua sedang bercinta. Sella berdiam diri diruang tamu, sampai Bi ayu menghampiri dirinya. “ Eh Non Sella. Dari kapan non menunggu disini sendiri? Kenapa tidak memanggil bibi.” tanya Bi Ayu melihat majikannya menopang dagu di lengan sofa. “ Baru saja kok Bi. Sebenarnya Sella mau langsung mengajak Rose pergi. Tapi sepertinya , dia sudah tidur.” “ Oh gitu. Iya Non, tadi teh bibi bantuin non Rose beres-beres. Keliatannya dia capek.” Sella mengangguk. “ Iya Bi. Mungkin lain kali saja. Bi buatkan saya air perasan lemon panas ya.” “ Baik Non. Bibi tinggal dulu ya.” Sella mengangguk. Sepeninggalan Bi Ayu, Sella memainkan ponselnya. Baru hendak meng-scroll i********:, Sella mendapatkan panggilan masuk dari mamanya. Jari tangannya menekan tombol hijau dengan tulisan “jawab” , lalu didekatkan ponsel itu ditelinganya. “ Halo Ma.” “ Halo sayang. Sella lagi dimana? Kenapa belum tidur” “ Sella lagi dirumah kakak. “ “ Loh? Tumben kamu dirumah kak Cle. Kenapa? Ada sesuatu yang tidak mama ketahui kah?” Sella menghembuskan nafasnya pelan. Wanita tua itu selalu kepo dengan urusan anaknya. Padahal bisa saja wanita yang menjadi-mamanya itu pergi berkunjung ke Indonesia untuk bertemu langsung dengan anaknya. Mamanya atau kerap dipanggil Ms. Greate memang tidak tinggal di Indonesia. Wanita yang berumur itu lebih memilih tinggal di Eropa bersama suami barunya. Mama dan Papa kandung mereka sudah 2 tahun bercerai. Orangtua itu lebih memilih hidup dengan pasangan mereka masing-masing. Papanya-Mr. Hotman menikahi janda muda dan menetap di Bali bersama keluarga barunya. Begitulah kita-kira hidup keluarga mereka. “Sella?” Panggilan Greate membuat Sella tersentak dari lamunannya. “ Iya Ma. Sella ingin berjumpa bersama kekasih kak Cle yang saat ini tinggal bersama kakak.” “ Seriously?? Cle sudah punya kekasih?! Gimana Sella? Apakah wanita itu cantik? Berasal dari keluarga kaya?” Pertanyaan bertubi-tubi yang keluar dari mulut mamanya, membuat Sella jengah. “ Sudah lah Ma. Jangan pernah ikut campur dalam urusan percintaan kakak lagi. “ ___________
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD