Part Enam

1000 Words
“ Rose. Sehabis makan siang, kita akan ke kost kamu.” “ Ngapain Pak?” tanya Rose disela-sela tangannya sedang membereskan lembaran pekerjaan. “ Mulai hari ini dan seterusnya, kamu tinggal bersama saya. “ ujar Miracle tenang namun berimbas pada Rose. Rose berhenti dalam kegiatannya. “ Tapi saya sudah capek-capek membersihkan kost saya Pak.” Rose merasa tidak rela saja, masa dirinya membuang tenaga hanya untuk meninggalkan kost yang sudah bersusah payah dibersihkannya itu. “ Apa salahnya? Lagi pula kalau kamu dirumah saya, saya tidak akan menyuruh kamu untuk membersihkan rumah. Saya punya art pribadi.” “ Maksud saya, kenapa tidak bulan depan saja. Bertepatan dengan pembayaran uang kost.” “ Saya tidak sanggup selama itu.” Rose menyerngit tidak paham maksud Miracle. Tapi ia acuhkan, dari pada berlama-lama berdebat dengan Miracle. Tidak ada gunanya. “ Baiklah. “ jawab Rose dengan pasrah. “ Nah seperti itu, sesekali menjadi wanita penurut. Rose, bereskan meja kamu, kita akan makan siang bersama.” Setelah mengucapkan itu, Miracle melenggang pergi meninggal kan Rose seorang diri. Rose hanya bisa mendengus lalu melanjutkan merapikan meja nya. Setelah beberapa menit, pekerjaanya selesai, kemudian langkahnya berjalan keluar ruangan. “ Rose!” panggil seorang Wanita cantik dari tempat duduknya. Rose mengenali siapa orang yang memanggilnya. Wanita itu adalah Mika, karyawan Miracle yang bergerak dibidang promosi. Rose berjalan ke meja-tempat Mika bekerja. Disana banyak karyawan yang masih berkutat dengan pekerjaan mereka masing-masing. “ Hai Mika. “ sapa Rose setelah sampai di meja kerja Mika. “ Kemana aja lu dua hari kemarin Ose.” tanya Mika dengan nama panggilan wanita itu untuk Rose. Bisa dibilang, Mika ini lumayan dekat dengan Rose. Karena sejak pertama kali Rose bekerja, Mika lah orang yang pertama membantunya. Saat itu Rose masih bekerja sebagai Ob, namun berkat kemampuan skill yang dimiliki Mika, Miracle mau menaiki jabatan Rose setara dengan Mika. “ Gua sakit Ka. Mungkin kebanyakan begadang.” Alibi Rose. “ Tapi gua dengar-dengar ni ya dari gosip Windi, lu dapet SP?” tanya Mika pelan saat menyebutkan kata ‘SP’ Rose yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya bisa mengangguk. Memang, Windi adalah biang gosip di perusahaan ini, jadi berita apapun itu pasti tersebar luas dengan cepat. “ Kenapa lu bisa di sp si Oseeee.” “ Ya mo gimana. Kemarin gua sakit ga kasi kabar ke perusahaan. Gua bolos tu selama dua hari. “ “ Astaga Ose. Lu kan punya kontak gua. Kenapa ga hubungi gua biar gua hubungi pak Abdul. “ “ Biarin aja lah Ka. Lagian udah lewat juga kejadiannya. Eh Ka, gua duluan ya, ada janji noh sama si bos. Ntar kalo gua telat datangin, di sp lagi gua.” Canda Rose. “ Yudah hati-hati ya. Happy selalu Ose. Semangat! “ Mika menggelengkan kepalanya mendengar candaan Rose. Sebelum Rose menghilang dari pandangan nya. ________ Setiba dikantin yang dipenuhi karyawan-karyawan, mata Rose menoleh kesana kemari mencari keberadaan Miracle. Ia menyusuri kantin sampai ke ujung untuk menyusul Miracle di ruang vip. Gadis itu berjalan menaiki tangga untuk sampai keruang VIP kantin. Tepat saat tiba dilantai itu, ia melihat Miracle sedang berbicara dengan seorang perempuan. Rose rasa ia pernah ketemu dengan perempuan itu. Tapi siapa ya namanya. Rose mencoba mengingat-ingat kembali nama nya. Misella. Ya Misella, perempuan yang ditemui nya saat berada dirumah Miracle. Dari kejauhan, Miracle menyadari keberadaan Rose lantas ia memanggil gadis itu. Merasa namanya terpanggil, Rose berjalan kearah dua manusia yang sedang duduk bercengkrama. “ Hei, kita ketemu lagi. “ ujar Sella ketika Rose bergabung bersama mereka dan ikut duduk disamping Sella. “ Senang bertemu kembali.” jawab Rose. Miracle hanya memperhatikan dua wanita yang berada dihadapannya ini. Sebetulnya, Miracle ingin memperkenalkan Misella-adiknya pada Rose. Tapi sepertinya Rose sudah lebih dulu mengenal Sella. Syukurlah, jadi ia tidak perlu repot-repot. “ Kenapa lama sekali?” tanya Miracle pada Rose. “ Tadi aku menghampiri Mika sebentar.” “ Yaelah kak. Takut banget jauh dari Rose. “ ledek Sella yang hanya mendapat respon biasa saja dari Miracle. “ Rose kamu mau makan apa? Biar aku hubungi orang kantinnya. Kebetulan makanan kami juga baru dipesan.” “ Banyakin makan daging biar semua badan kamu empuk.” timpal Miracle mendapat tatapan tajam dari Rose. “ Samain aja sama kamu Sella.” Tutur Rose dibalas anggukan oleh Sella. Mereka terdiam menunggu Sella memesan makanan. Sampai Sella membuka kembali obrolan yang terasa canggung. Sebetulnya yang merasa canggung disini hanyalah Rose. “ Jadi kakak aku bilang kamu akan tinggal bersama nya. Benarkah itu?” Tanya Sella mencari kebenaran. Sella hanya takut kalau Miracle berbohong padanya, karena setaunya Rose hanyalah sebatas sekretaris Miracle tidak lebih. Jadi untuk apa Miracle memerintah Rose untuk satu atap bersama pria itu. “ hm. Iya begitu. Sebetulnya aku ingin menolak, tapi dia memaksa.” tuduh Rose. Sella mendelik ke arah Miracle. “ Benar begitu kak?” Miracle menyandarkan punggungnya tak acuh. “ Ya.” “ Kak! Kakak ga boleh gitu sama perempuan. Lagi pula kalian itu tidak menikah, kalau kalian berdua dalam satu rumah, yang ada pasti kalian bercinta lagi seperti waktu itu.” cerocos Sella tak sadar sudah membuat pipi Rose memerah. “ Sella..” tegur Rose pelan. “ Eh iya sorry. Aku keceplosan. “ Sella menatap lagi Miracle. “ Kak, kenapa kakak memaksa Rose tinggal bersama kakak?” “ Buat teman.” “ Teman hidup?” Sambung Sella geram karena Miracle ngomong tidak sampai-sampai. “ iya.” Rose tersedak air ludahnya sendiri mendengar penuturan asal jawab Miracle. “ Rose kamu gapapa kan?” “ Iya santai aja Sella. Cuma kaget aja sama ucapan dia.” “ Aduh maaf ya atas tingkah kakak ku. Aku sebagai adek cuma bisa minta maaf sama kamu Rose. Semoga nanti kalo kamu serumah sama dia, kamu bisa tahan sama sikap dia ya. “ jelas Sella. Dalam hati Rose berkata kalau gua ga betah, udah pasti gua resign dari perusahaan ini. “ Aku udah biasa sama Miracle Sella. Maksudnya , kan sudah lama bekerja sama dia juga.” Jelas Rose membuat hati Sella lega. Ternyata masih ada yang tahan akan sikap pria yang notabane nya merupakan kakak kandung Sella. _______
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD