Sinar matahari pagi menyinari kamar di apartemen Raka membuat Raka terbangun tanpa bunyi alarmnya. Raka melihat jam kecil di atas mejanya yang menunjukkan tepat pukul delapan pagi. Masih ada waktu untuk bersantai - santai sebelum Raka berangkat ke bandara karena penerbangannya pukul dua belas siang. Raka berdiri dari tempat tidurnya yang berukuran king size yang cukup untuk tiga orang dewasa. Raka berjalan ke mini bar di apartemennya dan membuat sesuatu yang hangat, yap cappuncino hangat yang sangat cocok di pagi hari. Raka yang tinggal sendirian di apartemen yang cukup besar dan sangat mewah membuatnya semakin kesepian. Tapi Raka sendiri yang telah membuat keputusan untuk pergi dari rumah orang tuanya. Di balkon apartemennya Raka duduk sendiri menikmati secangkir cappucino yang baru saja ia buat.
Setengah jam Raka bersantai di balkonnya, dan tiba - tiba di kagetkan dengan suara bell apartemennya yang begitu menggebu - gebu.
Ting tong ting tong ting tong ting tonggg. (Suara bell apartemen Raka.)
“Aduuhh nih anak kenapa siihhh? Nggak berhenti - berhentinya gangguin gue, katanya ketemu di bandara, tapi malah ke sini.” Gumam Raka pada dirinya sendiri
Raka tau kalau yang datang tidak lain dan tidak bukan adalah Andika. Suara bell terus menerus berbunyi. Raka berlari menuju pintu masuk apartemennya.
“Iya tunggu - tunggu. Kenapa sih Lo?? Sampai membunyikan bell segitu banyak kalinya.” Kata Raka sambil membukakan pintu untuk Andika.
“SURPRIIISEEEEEE !!!!!” Teriak Andika dan Zara.
Andika dan Zara membawa kue ulang tahun untuk Raka. Raka tidak mengingat hari ulang tahunnya sendiri. Raka tersenyum melihat Andika dan Zara, kemudian meniup lilin yang berada di atas kue ulang tahunnya.
“Ayo masuk.” Kata Raka setelah menium Lilin ulang tahunnya.
Andika dan Zara saling menatap karena cuma seperti itu ekspresi yang di berikan Raka.
“Udahh nggak papa, dia emang gitu. Lo tau kan?” Bisik Andika ke telinga Zara dan Zara pun tertawa mendengar ucapan Andika.
“Happy birthday Raka, semoga kamu menjadi seseorang yang lebih baik lagi.” Kata Zara memberikan kue ulang tahun yang di bawanya ke Raka.
“Iya makasih banyak Zara. Makasih Andika. “ Kata Raka datar.
“Lo pasti lupa lagi kan kalau hari ini ulang tahun Lo?” Tanya Andika.
“Iya, ngapain juga di inget sih. Nggak ada yang berubah juga kok.” Jawab Raka.
“Hmm iyaa - iyaa. Nih makanya sekarang gue bawa Zara kesini biar ada yang berubah di hari ulang tahun Lo ini.” Kata Andika lagi.
“Hmmm.” Raka hanya membalas ucapan Andika dengan seperti itu.
Semenjak Raka kehilangan adiknya dan juga eyangnya, Raka tidak pernah lagi memperdulikan hari ulang tahunnya. Tahun demi tahun Raka lewati dengan kesendiriannya. Meskipun tiga tahun belakangan Raka selalu mendapat surprise dari orang - orangnya yang berada di kantornya, tetapi Raka masih tetap merasa kesepian. Raka tidak pernah berharap lagi di hari ulang tahunnya ada spesial.
“Wahhh besar sekali apartemen kamu Raka, ya Ampun ini sih betah banget emang. Ada mini bar ya pula.” Kata Zara yang melangkahkan kakinya satu demi satu melihat seisi apartemen Raka.
“Tinggal pasangan aja yang kurang, iyakan Raka?” Tanya Andika yang lagi - lagi menganggu Raka.
Raka tidak merespon ucapan Andika, Raka sibuk mengeluarkan minuman untuk Zara dan Andika dari dalam kulkasnya.
“Sini biar aku aja.” Kata Zara lalu mengambil minuman kemasan dari tangan Raka.
“Akhirnya aku ke sini juga.” Kata Zara pelan.
“Hmm.” Balas Raka.
“Kamu nggak suka yah kalau aku ke apartemen kamu?” Tanya Zara.
“Hah? Nggak kok. saya malah senang kamu ada di sini. Apalagi sekarang adalah hari yang special untuk saya.” Jawab Raka.
Andika mendengar ucapan yang baru saja di lontarkan oleh Raka.
“Jadi Lo nggak marah kan gue tunjukin rumah Lo ke Zara?” Tanya Andika.
“Nggak kok.” Jawab Raka.
“Kalau begitu, gue boleh undang yang lain dong.” Kata Andika.
“Yang lain siapa?” Tanya Raka.
“Ardya, Prilly sama Bella. Mereka mau banget datang ke sini, karena gue sama Zara ngabarin mereka kalau kita mau surprisein Lo.” Jawab Andika.
“Kalau kamu nggak mau juga nggak papa kok. Kita nggak maksa.” Kata Zara sambil menuangkan minuman ke gelas Raka dan juga Andika.
“Hmm.. bukannya nggak mau sih, tapi kan kita harus berangkat jam setengah sepuluh ke bandara. Udah nggak keburu kalau mereka kesini, kalau pas sampai juga bakalan cepat pulangnya kan.” Kata Jelas Raka.
“Iya sihh.” Jawab Zara sambil memberi kode ke Andika.
Andika langsung membuka ponselnya dan segera mengabari Ardya untuk segera naik ke apartemen Raka. Karena Ardya, Prilly dan Bella sudah ada di parkiran menunggu kepastian Raka mengizinkan mereka mengetahui apartemen Raka atau tidak.
Zara dan Andika terus mengajak ngobrol Raka, sampai Ardya, Prilly dan juga Bella sampai.
Tidak lama kemudian, suara bell apartemen Raka kembali berbunyi.
Ting tongg ting tongg. (Suara Bell apartemen Raka)
“Ohhh pesanan makanan udah datang tuh.” Seru Andika.
“Hah? Lo pesen makanan?” Tanya Raka.
“Iya Raka, lebih baik kita sarapan dulukan sebelum berangkat, hitung - hitung untuk pesta kecil - kecilan ulang tahun Kamu kan.” Kata Zara.
“Ohh ya udah, biar saya yang buka pintunya.” Kata Raka kemudian berjalan ke pintu apartemennya.
Zara dan Andika menepuk tangan mereka, karena berhasil membuat Raka percaya. Adrya, Prilly dan juga Bella sudah menunggu di depan pintu.
“SURPRISEEEEEE !!!!!” Terika Ardya, Prilly dan Bella yang masing - masing memegang semprotan salju ulang tahun di tangannya. Dan lagi - lagi Raka di berikan kejutan oleh Ardya, Prilly dan juga Bella.
Raka berbalik ke Zara dan Andika, Raka tidak bisa berkata apa - apa lagi. Raka senang karena orang - orang yang selama ini hanya dia anggap rekan kerjanya, sekarang sudah semakin dekatnya.
“Happy birthdayyy untuk bos tampan kita.” Seru Bella.
“Selamat ulang tahun yah Raka, semoga Lo makin - makin sukses lagi. Biar gaji kita makin bertambah, iya nggak?” Kata Ardya.
“Hahaha.. bener juga kamu sayang. Happy birthday yahh Raka, jangan galak - galak lagi.” Kata Prilly juga.
“Yeeeyyyy.. kita berhasil Andika.” Teriak Zara sambil tertawa bahagia.
“Iya dong, siapa dulu yang nyiapin semuanya, Zara lahh hahahahah.” Teriak Andika.
“Yahhh gue kirain Lo Andika hahaha. Dasar !!!!” Seru Bella.
“Gue cuma memberi informasi aja kan kalau hari ini Raka ulang tahun, dan selebihnya Zara yang punya ide.” Jelas Andika.
“Terima kasih Zara, terima kasih sudah hadir kembali di kehidupanku.” Raka mengucap syukur di dalam hatinya dan melihat Zara dengan penuh tatapan yang sangat dalam ke wajah ceria Zara.
Raka tidak menyangka kalau Zara berhasil membawa hal positif di dalam hidup Raka.
====