Langkah Yang Mengendap-endap

1258 Words

Dengan langkah gontai, tiga manusia keluar dari ruang praktek dokter kandungan. Wajah ketiganya tampak muram. Terutama Ambar. “Mama akan langsung pulang menggunakan taksi. Kalian pulang berdua saja,” ucap Ambar dengan nada ketus. Gandi mengangguk. “Iya, ma. Hati-hati di jalan ya, ma.” “Hum,” jawab Ambar sembari berbalik. Masih ketus seperti tadi. Gandi dan Putri memperhatikan kepergiaan Ambar dengan perasaan sedih. Dia tahu Ambar sedang sangat kecewa karena Putri ternyata tidak hamil. “Gan, aku minta maaf jika hasilnya tidak sesuai dengan angan kamu dan mama. Aku kan sudah bilang kalau aku hanya demam biasa,” ucap Putri setelah Ambar hilang dari pandangan. Gandi mengusap punggung Ambar. “Iya, tidak apa-apa. Mama itu sudah sangat mengharapkan aku mempunyai keturunan. Karena itu dia jad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD