“Kamu duluan, nanti Abi nyusul.” “Ya udah, jangan lama nanti umi marah.” “Iya, Nak.” Namun, rasa ingin tahu Naya itu selalu tinggi terhadap apapun, apalagi saat ini abinya sangat mencurigakan sekali sikap dan gelagatnya. Membuat Naya ingin mencari tahu apa penyebabnya, walaupun masih sangat kesal pada abinya mengenai kejadian dulu, tetap saja dia sebagai seorang anak harus bisa memantau kedua orang tuanya, jika berbuat salah tidak ditegur, kan, Naya sendiri yang akan ikut-ikutan disalahkan nantinya. Selain tidak mau keluarganya berantakan lagi, Naya pun tidak langsung pergi melainkan mengintip apa yang tengah abinya lakukan di sana, entahlah belum ada yang dilakukan selain mematung menyandarkan tubuhnya di tembok. “Nay, ayo, yang lain sudah menunggu, ngapain kamu ....” “Ssst, jangan

