Bab 22 - Tidak Boleh Sama

2015 Words

“Selamat siang, Komandan!” “Ada apa?” “Aihhh, jutek banget kamu, Cak. Ke mana aja? Aku cariin loh nggak ada.” “Ada, mau cerita lagi? Maaf, saya sibuk, sebentar lagi pun harus ke luar, ada pekerjaan yang harus segera diurus.” “Please, maafin sikapku yang tadi, Cak. Nggak seharusnya aku selalu curhat sama kamu, pasti di balik itu semua kamu mumet, ya? Pusing pastinya, sekali lagi aku minta maaf.” Cakra menyimpan kembali beberapa alat tersebut di atas meja, lalu kedua tangannya memegangi pundak Cindy dengan tulus, menatapnya lalu tersenyum kembali, itu bukti bahwa Cakra sudah tak marah lagi seperti tadi, lagi pula untuk apa dia marah? Untuk sekadar cemburu pun rasanya tidak berhak. Walaupun kenyataannya begitu, hatinya sakit jika Cindy membicarakan laki-laki lain di hadapannya, terlebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD