Bab 19. Ingin Ngobrol Denganmu

976 Words

Sambil menggendong Pandu dengan satu tangan, Anik membuat kopi pagi itu di dapur dengan menggunakan mesin kopi. Sebuah mesin kopi yang tidak terlalu besar seperti di café tempatnya bekerja dulu, dan hasilnya yang tidak kalah nikmat. Sebenarnya mesin itu jarang sekali digunakan karena Seno dan Anna yang lebih sering minum kopi di café, juga para asisten rumah tangga yang tidak tahu cara menggunakan mesin kopi dan selera mereka yang berbeda, lebih suka kopi tradisional. “Hm, sama Papa ya?” Anik terkejut mendengar suara bass Seno di belakangnya, dan dia mencium aroma segar yang khas dari tubuh Seno yang berdekatan dengannya. “Nggak mau,” rengek Pandu, dan dia mengeratkan pelukannya ke leher Anik, menolak tangan besar papanya yang ingin menggendongnya. “Nggak apa-apa, Pak. Biasa dia manja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD