"Abhinaya Niswara." Suara berat dan tenang Ayah, menarik perhatian seluruh sanak saudara yang hadir di ruang tengah rumah kami. "Hari ini, Papa serahkan putri Papa padamu. Jaga, sayangi dan cintai dia seperti yang selama ini sudah kamu lakukan." Di sampingku, Mas Abhi mengangguk patuh tanpa suara. "Papa percaya, kamu bisa menjaga putri Papa dengan baik. Seperti yang selalu kamu lakukan, bahkan sejak usia kalian masih sangat muda." Ada jeda sejenak ketika Ayah menarik nafas panjang. "Kamu, yang saat itu baru berusia 7 tahun, tapi sudah bisa Papa andalkan untuk menjaga dan menemani Jani kecil tiap kali Papa pergi." Ayah menyebutku bukan dengan panggilan Caca tapi Jani, seperti yang dilakuin Mas Abhi. "Papa yang pengecut dan coba melarikan diri dari duka saat itu," lanjut Ayah dengan

