KONFLİK DRAHUMORİSTİS

1029 Words
Haduh... aku cukup pusing kalau begini. Peyo aku tanya malah dia balik tanya seperti tadinya. "Hey Pey, apa kau suka drama atau humor,?" Tanyaku lagi. "Oh iya dong, Drahumoristis Kak Yup, aku suka banget pelajaran itu," Katanya dia dan baru menyambung kepadaku. Kami berbincang sejenak sambil menunggu. Aku melihatnya Pak Dosen baru kali ini, bahkan kami pun belum berkenalan. Katanya mereka kalau ia adalah seorang Dosen yang senior, tentunya sangatlah berpengalaman. Maka dari itu aku sedikit segan kepadanya. "Hey...,! kalian ini, apa kamu tidak kenal saya ya,? mana ketua kelasnya,? ayo sini,?" Tanyanya Pak Dosen yang sungguh marah. Peyo langsung merespon dan menjawab perkataannya Pak Dosen. "Anu... Pak, saya ketua kelasnya Pak, dan tidak kenal juga sama Bapak, kenapa memangnya ya Pak,?" Katanya Peyo dengan tegas dan hormat. "Wah...Kamu ketua kelasnya,! kok kamu diam-diam saja,! ketua kelas macam apa kamu,!" Katanya Pak Dosen yang sungguh marah dan tampak seperti Bos besar. PEYO YOPİO Bagaimana ya Pak Dosennya ini,? loh dia yang nanyain saya kok ia malah mengomel. Saya kan memang tidak kenal dengannya, lah ini kan baru pertemuan pertama kami di semester ini. Aneh Pak Dosennya?. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, tentu ku menuruti saja apapun keinginannnya. Selagi aku sanggup, maka akan ku layani. Aku adalah ketua kelas, tapi kan ku juga butuh penjelasan dan perkenalan, Peyo berkata dalam benaknya. YUPİ YUPİTER Beberapa detik setelahnya Peyo menjawab lagi perkataannya Pak Dosen dengan lebih cepat. "Permisi ya Pak, saya ketua kelas macam inilah Pak, apa adanya Pak, gitu,!" Katanya Peyo santai namun ia tampak gugup. Tiba-tiba Pak Dosennya langsung menatap Peyo dan berkata dengan beringas. Matanya melotot dan tampak marah. "Ah..., macam apa pula kau, sudah-sudah. Saya tidak mau tahu, cepat cari sana mahasiswa yang lainnya,!" Katanya Pak Dosen yang tidak mau tahu. Kami cukup kesal kepadanya Pak Dosen, namun tetap hormat dan menyanjungnya. Kemudian Peyo menjawab lagi seruan Pak Dosennya dengan cukup sopan. Meskipun kami hanyalah mahasiswa humoristis biasa, namun kami tetap akan menjalankan perintahnya Pak Dosennya. "Mahasiswa HUMORİSTİS yang taat akan perintah Dosennya." "Gimana saya bisa mencarinya ya Pak?. Kemana saya harus mencarinya,? Saya kan tidak tahu, mereka-mereka itu ada dimana Pak,?" Tanyanya Peyo yang sedang bingung dan menjelaskannya. Mereka itu sudah di hubungi melalui aplikasi Chatyuk, tapi tidak ada tanggapan. Hingga sampai saat ini pun semuanya belum ada kabarnya. Suasana di sekitaran kampus Kimer malah semakin ramai. Aku dan Peyo terkadang dilihat oleh para mahasiswa dan mahasiswi kelas lainnya. Setelah Pak Dosen galak menyuruh Peyo tadinya, ketua kelas mulai beranjak berjalan ke arah depan Aula kampus, dan mencoba melihat-lihat jika ada yang datang. PEYO YOPİO Wah gawat nih Pak Dosennya, Bolak-balik dan mondar-mandir aku ke kelas karenanya, sebentar-sebentar ke Aula, ke parkiran, pie toh?. Wah gimana ini ya?. Aku kan maunya berkuliah, tapi kok malah seperti ini. Namun aku pikir tidak mengapa juga, walaupun cuma kami bertiga, kalau Pak Dosennya mau mengajar, ya tidak masalah. Yang penting kan perkuliahannya berjalan dengan baik, begitu, iya kan,! Peyo berkata dalam benaknya. YUPI YUPİTER Aku sekarang sedang berdiri di depan pintu kelas dan menemaninya Pak Dosen, tapi sepertinya ia cukup geram juga kepadaku. "Pak Dosennya ditemani kok malah marah." Untung saja aku cukup mampu dalam menghadapinya. Aku mendengarkan apa saja yang di omelkannya, dan suaranya begitu keras. "Hey kamu...,! siapa kamu...,! mengapa yang lainnya belum juga datang,?" Tanyanya Pak Dosen kepadaku. Dia orangnya tinggi besar, berotot keras dan tampak seperti pegulat, tentu aku merasa sedikit takut kepadanya. "Hmm...Permisi ya Pak, saya Yup, Yup, Yupi Pak,!" Kataku yang sedikit terbata-bata, karena pada saat ini aku sedang deg-degan dan terkejut olehnya. "Apa kamu... Yap yup, Yap yup begitu, saya tanya mana yang lainnya, Kok malah Yap yup yap yup saja kamu jawab,!" Katanya Pak Dosen kepadaku. "Oh... Saya tidak tahu Pak, coba Bapak lihat langsung di grup ya Pak,!" Kataku menjelaskan kepadanya. "Wah... İtu bukan urusan saya ya,! saya tidak mau tahu,! pokoknya mahasiswanya harus ada di kelas,!" Kata Pak Dosennya padaku. DOSEN GALAK Apa mahasiswa ini, ditanyakan kok Yap yup yip yup saja jawabannya. Mereka pikir saya siapa?. Mereka itu harusnya hormat kepadaku. Saya akan membentaki mereka semuanya, terutamanya jika terlambat seperti ini, dan Minggu depannya, kalau tidak ada lagi mahasiswanya, tidak akan mengajar juga. Mereka pikir saya siapa?. Berani-beraninya mereka begitu kepadaku. Wah, mesti aku teriakin tuh, agar mereka takut dan segan kepadaku, Pak Dosennya berkata dalam benaknya. YUPİ YUPİTER Aku heran dengannya Pak Dosen, apakah ia benar-benar galak,? ataukah hanya bercanda saja,? dan mengapa sikapnya seperti itu?. "Loh..., tadi kan Bapak yang nanya siapa saya,? saya tidak tahu Pak kemana mereka semuanya, di grup Chatyuk juga tidak ada kabarnya Pak," Kataku kepadanya menjelaskan. "Oh... Ya ya ya...," Katanya Pak Dosen terdengar cukup santai pada kali ini, mungkin dia cukup capek pikirku. Aku memang belum kenal dengannya, tapi ia seperti tidak mau tahu, bahkan bentakannya itu terdengar seperti orang yang ingin berantem. Mengapa sikapnya begitu arogan?. Terutamanya kepada kami bertiga pada pagi ini. Tentu aku ingin mencari tahu, ada apakah sebenarnya?. Aku dan Peyo tidak bisa berbuat apa-apa. Pada saat ini suasananya semakin dramatis dan humoristis Konflik ini terasakan, atau bila disingkat menjadi. "KONFLİK DRAHUMORİSTİS, berdebat dan mengobrol dengan Dosen, penuh drama dan juga penghormatan." Aku merasa seperti berdebat di dalam sebuah kebingungan dan juga kegalauan, bahkan ku seperti tengah menghadapi seorang pegulat. SHESİ RHEİNYU Wah, kenapa ya Kak Yupi dan Peyo di omelin terus olehnya Pak Dosen?. Aku melihat mereka berdebat, dan ku mendengarkannya. Akan tetapi, aku tidak punya solusi apapun. Lagi pula, ku juga takut kepadanya Pak Dosen. Hmm... bagaimana ya?. Aku tadinya ingin berkenalan dengannya Pak Dosen, tapi ia begitu galak dan jadinya ku sedikit takut. İni kan adalah pertemuan pertama kami di semester ini. Aku harap tidak terjadi apa-apa, semoga saja perkuliahannya lancar, tapi kami telah telat jam masuknya, Shesi berkata dalam benaknya. YUPİ YUPİTER Aku pada saat ini sedang berpikir, bagaimana caranya untuk menenangkan dan memenangkan perdebatan dengannya Pak Dosen. Aku lihat dia sekarang sepertinya sudah cukup capek, dan kemungkinan ia akan beristirahat sebentar. Kemudian aku mendapatkan ide, bagaimana kalau aku layani ia dengan baik,? dan aku tawarkan kopi atau teh. Tentunya untuk mencairkan suasana yang tegang tadinya. Haduh... aku cukup pusing kalau begini, Pak Dosennya ini bercanda atau serius ya,? dan tentu aku bertanya-tanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD