Ben memasuki ruangan kerja Aris sambil membawa beberapa berkas. Ini berkaitan dengan tugas yang diberikan Aris tentu saja. “Uangnya sudah siap?” tanya Aris. Ben menganggukkan kepala seraya menyerahkan berkas tersebut kepada Aris. “Good,” ucap Aris seraya melihat isi berkas tersebut. “Apa saya boleh kapan pembelian saham ini dimulai?” “Tugas kamu cukup siapkan uang saja. Saya sudah percayakan dana taktisnya kepada kamu kan. Pembelian saham akan diurus oleh yang lain. Terkait jadwal, masih belum pasti. Tergantung kondisi market.” Ben mengangkat satu alisnya. “Anda yakin membeli sesuai kondisi market, Pak? Atau ada isu yang sengaja Anda ciptakan supaya saham turun sehingga Anda bisa membeli banyak saham dengan harga murah?” tanya Ben curiga. Bermain sebersih itu, bukan gaya Aris tentu

