Beberapa wanita masih sibuk di ruangan tempat Bella akan bersiap. Felis juga membantu persiapan itu. Pernikahan akan dilakukan dalam waktu kurang dari setengah jam lagi. Ini adalah hari di mana Axele akan menikah untuk kedua kalinya.
Bella tak henti-hentinya terkejut melihat pantulan wajahnya di cermin. Ia tak menyangka jika dirinya akan terlihat berbeda sekali di sana. Sang penata rias sangat jago sekali mendadaninya.
"Apakah sudah selesai?" tanya Felis kepada orang yang ia tugaskan merias wajah Bella.
"Sudah, Ratu." Orang itu pun undur diri. Memberikan ruang banyak untuk Felis dan Bella. Felis menatap Bella yang sudah berubah banyak di sini.
"Kamu sangat cantik, Nak," puji Felis.
"Ini berkat orang itu, Bu," jawab Bella malu-malu. "Ibu apakah di luar sudah banyak orang?" tanya Bella. Jujur, dia tidak terlalu percaya diri ketika dihadapkan oleh orang banyak, apalagi menjadi pusat perhatian. Itu sama sekali bukan dirinya.
"Tentu orang-orang berdatang sejak sejam atau dua jam lalu, Nak. Semuanya sudah menunggumu dan Axele."
"Aku ... aku gugup, Bu," kata Bella jujur. Entah kenapa dirinya sekarang tak percaya diri.
"Gugup itu wajar, Ibu dulu juga mengalaminya. Kamu hanya perlu percaya kepada Axele karena itulah yang Ibu lakukan dulu ketika akan menikah. Pasangan kitalah yang tau bagaimana perasaan kita. Dia akan membuat kita merasa aman dan nyaman dalam kondisi apa pun," papar Felis.
Bella paham, mungkin yang Felis katakan ada benarnya. "Jika sudah semuanya, lebih baik kita segera keluar. Sepertinya semua orang sudah tidak sabar melihat ratu baru mereka."
Ratu? Haruskah Bella bangga dengan gelar barunya?
Bella yang ditemani Felis menuju ke tempat pernikahan pun mencoba menjaga kegugupannya saat itu. Ia berdoa semoga tak melakukan kesalahan hari ini. Benar kata Felis, keadaan benar-benar ramai. Apakah seantusias itu mereka ingin melihat dirinya?
Baru saja Felis dan Bella keluar, sorak sorai orang-orang pun terdengar. Bella mendengar bagaimana mereka memuji dirinya. Mungkin jika tidak ada penata rias, wajahnya tak akan terlihat secantik ini. Felis membawa Bella ke dekat Axele. Pria itu sudah ada di tempatnya sejak tadi.
Bella melirik sedikit Axele di mana pria itu malah menatap dirinya dengan terang-terangan. Hal ini membuatnya gugup. "Cantik." Meskipun sangat pelan, tetapi Bella tahu jika Axele mengatakan hal itu dan ditujukan kepada dirinya.
Wizard Berta lagi dan lagi yang memimpin upacara. Ini seperti mengulang masa lalu. Pernikahan Axele dan Celesse masih mampu diingat oleh Axele sendiri. Tetapi, sekarang yang berada di sebelahnya bukan Celesse lagi. Sekarang tanggungjawab Axele sudah berpindah kepada sosok Bella.
Di acara itu turut hadir Luc dan Frey, serta Kennard dan Alice, dan juga Agata tentunya. Keluarga dari kerajaan werewolf ini benar-benar memenuhi undangan yang Axele berikan. Di sana juga ada Reynart bersama keluarganya.
“Bella terlihat cantik, Luc,” puji Frey yang tak berhenti menatap ratu barunya di sana. Luc mengangguk. Meskipun demikian, yang ada di pikiran Luc serta Ben hanyalah Frey dan Grace wanita paling tercantik. “Aku jadi mengingat masa-masa pernikahan kita dulu. Itu adalah masa-masa yang paling membahagiakan, bukan?” imbuh Frey dengan kekehan kecil seolah masa itu adalah masa menyenangka bagi dirinya.
Akan tetapi Luc nampak setuju dengan sang mate. “Masa-masa itu berada jauh di masa lalu, tetapi kita berdua masih mengingat bagaimana kebahagiaan itu hinggap di dalam diri kita. Oh iya, dan jangan lupakan insiden kecil di mana kamu hampir membuat satu meja berisi minuman hampir jatuh.”
Perkataan Luc itu membuat wajah Frey seketika memerah karena menahan malu. Dia masih ingat betul kejadian memalukan itu. Kalau saja Luc tak membantunya, pasti dia akan menjadi pengantin paling malu sepanjang sejarah.
“Aku menikmati setiap momen yang kita buat. Entah itu bahagia atau sedih, aku akan terus mengingatnya,” tutur Luc dengan lembut dan berhasil mencubit perasaan Frey.
“Grace mengatakan jika kamu berubah menjadi semakin romantis sekarang,” seloroh wanita ini yang berhasil mendapat kekehan dari Luc.
“Grace atau dirimu?” tebak Luc. Frey pun mencebik sifat pede pria ini. “Katakan pada Grace, jangan memujiku karena Ben bisa marah,” lanjut Luc di sana.
“Dirimu dan Ben kan sama saja. Mana mungkin wolf cemburu kepada dirinya sendiri,” kata Frey.
“Kamu lupa, Sayang? Ben lebih posesif dan pencemburu dari pada diriku. Bahkan terhadapku saja dia bisa cemburu. Benar-benar serigala yang menarik bukan?”
“Menarik? Mungkin aneh maksudnya. Tapi, tidak apa-apa. Toh Grace tetap mencintainya.”
“Tutup mulutmu itu.”
Frey terkekeh ketika mendengar u*****n Grace itu. Dia sengaja menggoda sang wolf karena Grace memang mudah terpancing emosi.
Setelah upacara pernikahan dilakukan, semua tamu di persilakan menikmati hidangan yang tersedia. Luc serta Frey memilih untuk menyapa Axele dan Bella lebih dulu.
“Wah, selamat untuk kalian berdua,” ucap Luc pertama kali.
“Selamat untuk kalian Axele, Bella,” imbuh Frey juga.
“Terima kasih Luc, Frey,” balas Bella dengan senyum hangatnya di sana.
“Terima kasih sudah datang,” lanjut Axele juga.
“Kita pasti datang. Oh iya, jangan lupa untuk menyapa Reynart. Kasihan juga melihat dia yang selalu sendirian tanpa pasangan,” seloroh Luc.
“Aku baru tau kalau pangeran dari kerajaan werewolf suka membicarakan orang lain,” ucap Reynart yang tepat berada di sekitar mereka. Luc pun terkekeh, merasa jika dirinya tidak bersalah sama sekali.
“Hai, kawan,” sapa Luc yang Reynart abaikan dan memilih untuk menyapa tuan rumah.
“Selamat untuk pernikahan kalian. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian,” kata Reynart.
“Terima kasih, Rey. Doa terbaik juga untukmu.” Reynart mengangguk di sana. “Oh iya, Luc. Aku dengar kau berlibur bersama Frey beberapa waktu lalu,” tutur Axele.
Luc mengangguk. “Ya. Kami berada di dunia manusia selama sepekan.”
“Dunia manusia?” sahut Reynart yang diangguki oleh Luc.
“Ya. Bukan tempat dulu kita tinggal yang pasti. Di sana lebih sunyi dan membuat aku serta Frey merasa bebas beraktivitas,” ungkap Luc. Terlihat ketiga temannya hanya mengangguk di sana. “bagaimana dengan kalian berdua? Apa rencana ke depan?” tanya Luc pada Axele dan Bella.
Bella terdiam, mereka tidak membicarakan rencana apa setelah pernikahan terjadi. “Rencana? Rencana kami adalah membangun keluarga bahagia sembari memimpin kerajaan ini,” kata Axele.
Luc pun terkekeh. Sosok raja memang sangat susah sekali untuk melakukan berlibur apalagi Axele memiliki peran penting di dunia immortal ini. “Kalau kau bagaimana, Rey?” tanya Luc.
Reynart menggeleng. “Tidak ada rencana apa pun. Aku akan menghabiskan waktuku untuk berkonsultasi dengan Wizard Berta,” ungkap pria tersebut. Beginilah sosok Reynart adanya.
Di saat mereka sibuk dengan obrolan, terlihat Kennard dan Alice menikmati makanan serta minuman yang ada. Agata turut diajak di sana dan di perkenalkan ke beberapa orang. Tentu semua orang menanti kedatangan putri kerajaan werewolf ini.
“Kami sangat menantik kepulangan Anda, Putri. Selamat datang kembali,” ucap salah satu wanita di sana. Agata pun tersenyum canggung. Maklum, dia sudah lama tidak mendapat perlakuan seperti ini.
Tahu jika sang putri nampak kurang nyaman, Kennard pun meminta orang-orang itu untuk lebih menikmati pernikahan raja mereka di bandingkan fokus kepada Agata.
“Sayang, kamu pilih makanan yang kamu suka,” ucap Alice dengan sabar. Agata mengangguk, dia mengambil satu cake di sana. Melihat interaksi ibu dan anak ini membuat Kennard lega. Ya, dia lega bila Alice bahagia.
“Sepertinya aku harus ke kamar mandi sebentar,” ucap Alice. Kennard mengangguk dan membiarkan sang istri pergi. Kemudian hanya ada ayah dan anak di sana dalam kecanggungan mereka.
“Setelah pulang, apakah kamu sudah memikirkan permintaan apa yang akan kamu ajukan?” tanya Kennard yang malah mengingat jika dia memiliki janji.
Agata yang mendapat pertanyaan demikian pun langsung menatap sang ayah di sana. Dia telah selesai menikmati cake manis miliknya, dilanjutkan dengan menenggak sedikit minuman di sana.
“Permintaan? Sudah sejak lama aku memiliki sebuah permintaan yang mungkin akan Ayah kabulkan,” kata Agata yang untuk pertama kalinya memanggil sebutan ayah di depan Kennard sendiri. Kennard yang mendengar putrinya memakai panggilan itu lagi pun merasa lega.
“Permintaanku sederhana, Ayah,” ucap Agata dengan tatapan seriusnya. “Aku minta Ayah untuk tidak memisahkan Agata dan Kak Owen dengan Ibu. Agata ingin kita berempat selalu berkumpul bersama dalam keluarga yang utuh. Hanya itu permintaan yang Agata inginkan,” ungkap gadis ini yang telah berhasil mencubit hati pria di depannya. Sekarang Kennard malah merasa seperti ayah yang kejam bagi anak-anaknya sendiri.
“Baiklah. Permintaan itu akan Ayah kabulkan,” balas Kennard. Agata terlihat lega karena pada akhirnya dia tak akan dipisahkan dari kedua orang tuanya.
Singkat cerita, setelah proses panjang upacara pernikahan itu dilakukan, Axele memilih langsung membawa Bella pergi. Seperti kata Felis, pasangan kitalah yang tahu bagaimana perasaan kita saat itu. Dan Axele tahu jika Bella sudah sangat kelelahan menanggapi orang-orang dari berbagai golongan mencoba mengobrol dengannya.
"Bergantilah baju, aku rasa kamu tidak akan bisa tidur dengan gaun itu," kata Axele setelah keduanya sudah sampai di dalam kamar.
Bella mengangguk dan langsung menuju ke ruang ganti baju lebih dulu, setelah itu ia akan mandi dan membersihkan make up. Sembari menunggu Bella selesai, Axele juga membersihkan dirinya. Dia menggunakan kamar mandi lainnya agar cepat selesai.
Setelah kurang lebih tiga puluh menit barulah Bella keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang benar-benar segar dan rambut yang basah. Axele yang pada dasarnya adalah seorang pria tidak membutuhkan waktu selama itu. Dia tak habis pikir dengan para wanita yang selalu lama dalam bersiap-siap.
Bella langsung naik ke tempat tidur dan masuk ke dalam selimut.
"Kenapa jendelanya tidak kamu tutup? Ini dingin, Axel," ujar gadis itu.
Axele langsung berdiri dari tempatnya dan segera menutup semua jendela. "Aku lelah sekali. Besok tidak ada kegiatan lagi, kan?" tanyanya. Jujur, sederet persiapan pernikahan itu benar-benar membuat tubuhnya kelelahan.
"Tidak ada. Ya sudah, istirahatlah," jawab Axele. Seperti malam-malam sebelumnya pria ini akan membawa Bella ke dalam dekapannya. Dan Bella juga tak menolak. Ini adalah malam pertama mereka sebagai suami istri, tapi Axele memberikan Bella jeda untuk memulihkan diri sebelum mengklaim gadis itu.