Kau (Anehnya) Tampak Luar Biasa

1514 Words

            “Gila lo ya, absen latihan berkali-kali tapi sama sekali nggak dimarahin sama Kak Ivo? Pakai jimat apaan lo?” Alan mendengus kesal menatap Aji yang hanya nyengir santai sembari menjilati es krim cone miliknya. Ini sudah kelima kalinya Aji mangkir dari latihan. Padahal, semi-final turnamen basket provinsi akan diadakan besok. Tentu saja turnamen ini sangat penting, terutama untuk anak-anak kelas tiga seperti Ivo yang akan segera hengkang dari klub.             Alan menjitak kepala Aji, membuat pemuda yang lebih kecil darinya itu mengaduh kesakitan. “Apaan sih, Lan. Kepala gue terlalu suci untuk lo sentuh.”             Alan tersenyum horor, yang benar saja. Aji kira dirinya itu Ivo, atau anak-anak lain yang bakalan luluh hanya dengan tatapan sok polos Aji? Tentu saja tidak. Buk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD