PUTUS

1259 Words
"Salah lagi,salah lagi."Bian merungut sendiri karena kesalahannya walau tidak sepenuhnya ia salah. Deza melempar bantalnya dengan kuat saat sampai di kamar.Hasratnya yang tengah menggebu gebu malah harus buyar. Membuatnya benar benar ingin melampiaskan emosi tingkat tinggi.Hasrat belum tuntas tapi sudah keburu di hentikan. "Dasar cewek!Mulainya aja buat semangat!Endingnya malah buat emosi!"Deza duduk di ujung tempat tidurnya dan menatap kesal. Bian juga merasa ia tidak sepenuhnya salah,wajar saja kalau ia melarang keburukan yang akan di lakukan Deza kalau sampai kelewat batas.Ia yang akan merugi berat kalau sampai kebablasan. "Cowok kok bisanya pakai emosi aja!Nggak bisa tuh otaknya di dinginin bentar.Pakai perasaan kek.Perawan ting ting kayak aku ya wajar dong masih polos.Di terkam singa kayak dia apa nggak kaget tuh!Bodo ah,dasar labil.Sebentar baik sebentar ngeselin!" Bian lalu memutuskan tidur dan memaksakan matanya untuk terpejam. *** Bian tahu jika Deza pasti meninggalkannya lagi dan pergi sekolah lebih dulu. "Kemarin baik baik ngajak ke mall,nih kalau ngambek pasti kumat nggak mau bawa pacarnya ke sekolah sama sama!"Pagi ini Bian merungut kesal lagi karena Deza sudah lebih dulu pergi ke sekolah. Tapi kali ini Bian sedikit bandel,ia ingin membalas kelakuan Deza. Bian lalu menelepon Andri meminta tumpangan ke sekolah.Bian patut bangga dan bersyukur karena Andri mau menjemputnya. Sekitar 6 menit menunggu,Andri datang dengan motor N-Max hitamnya. "Yok,naik."Andri membuka kaca helmnya. "Aku aja deh yang bawa,pakai rok nih.Malas duduk nyamping."Tawar Bian. "Boleh aja."Andri memundurkan diri ke belakang dan membiarkan Bian yang membawa motornya. Bian naik dengan wajah kesenangan,sudah lama ia tidak membawa dan menjalankan sepeda motor. Bian langsung memulas gas dan melaju cukup kencang. "Gila,jangan laju laju Bian.Di kejar polisi nanti."Andri kaget karena Bian cukup lihai dengan melaju kencang. "Hoho,cemen,gini aja laju.Udah tenang aja kamu.Duduk cakep aja di belakang."Bian kesenangan dan asik sendiri. Tapi karena ulah Bian,Andri malah semakin tertarik pada Bian.Andri merasa,Bian adalah gadis yang asik dan tidak membosankan. Sampai di sekolah,di area parkiran,Bian malah bertemu Deza yang sedang mengambil sesuatu di jok motornya. Deza langsung menatap dengan mata laser melihat Bian yang membonceng Andri. Tapi Bian santai saja seolah tidak bersalah.Bian tetap tersenyum senyum dan berbicara dengan Andri. 'Nggak bisa ngerti kalau di bilangin!Nggak ada kapoknya!Nggak pernah capek buat kesal!'Deza benar benar tidak bisa mengendalikan kebengalan Bian. "Kamu duluan aja,aku mau ngomomg sama Deza."Bian menginterupsi Andri untuk pergi agar ia bisa bicara dengan Deza. "Oke oke.Tapi jadi ya ikut ngeband." "Iya,ntar aku pikirin lagi."Sahut Bian soal tawaran manggung untuk sebuah festival musik. Setelah Andri pergi,tinggallah Bian dan Deza saja lagi di parkiran itu. Bian mulai mendekati Deza. "Kita putus."Ujar Deza yang mewakili semua emosinya. "Oke,nggak apa apa."Bian sudah siap dengan semua kemungkinan terburuk. "Bagus,jadian aja kamu sama tuh cowok badung!"Deza masih di selimuti cemburu pekat. "Bukan urusan kamu aku mau jadian sama siapa!Urus aja tuh tingkah kamu yang kekanakan tapi sok mau ajak buat anak!"Bian juga tidak kalah kesal karena mulut rawit Deza. Bian dan Deza lalu sama sama berpisah di parkiran. *** Bian kembali duduk dengan Andri dan asik sendiri.Ia tidak menyesal ataupun seperti gadis manja yang sibuk menangisi pria. Deza juga lebih memusatkan belajar dan tidak hirau pada Bian walau sesekali ia melirik pada Bian. 'Percuma selama ini aku cinta sama dia!Nyatanya aku kasi madu tapi dia kasi racun!Hati aku udah salah suka sama cewek yang dulu waktu kecil baik tapi sekarang malah jadi cewek binal yang nggak bisa di kendaliin!'Deza merutuk Bian habis habisan di dalam hatinya. *** "Anak anak,hari sabtu kita ada acara kemah ya di sekolah.Semuanya wajib ikut."Tutur seorang guru didepan kelas. "Iya pak guru."Jawab semua murid. "Bian,ikutan ya.Kemahnya asik tau."Andri menyenggol bahu Bian. "Ikutan dong,rugi banget nggak ikut.Apalagi kalau ada jerit malamnya."Bian sangat exited menantikan perkemahan ini. "Gila,kamu tuh jadi cewek memang beda banget ya.Nggak ada takut takutnya coba." "Stop,kamu bakalan kaget dan lebih terpesona lagi kalau kamu lebih tahu aku.Siap siap aja jadi bucin akut karena aku."Bian mengibaskan rambutnya sok keren. "Ciahh elahhh,belagu banget."Andri terkekeh pada ulah Bian. "Udah,aku mau ke Wc dulu."Bian undur diri lalu ke wc sendirian. Tapi saat keluar Wc,Bian kaget karena melihat Deza di sudut wc sedang berciuman dengan seorang gadis. Bian memerhatikan betul siap gadis yang Deza emut emut bibirnya itu. 'Melzha!!!'Yapz,rupanya yang berciuman dengan Deza adalah Melzha. Beberapa saat yang lalu Melzha mengejar Deza saat hendak ke Wc juga.Disana Melzha menyatakan perasaan lagi pada Deza. Deza tahu jika Bian ada di wc dan sengaja melakukan adegan ini agar Bian melihat. Deza melepaskan ciuman itu."Aku terima cinta kamu."Itulah yang Deza katakan. Melzha kelihatan bahagia dan berseri. Deza sekilas memandang pada Bian,tapi Bian segera memalingkan wajah dan pergi. Bian pergi sembari membiarkan perasaannya untuk Deza juga lebih baik menghilang di banding terus merasa sakit. 'Oke,nggak apa apa.Aku ngelihat hal menyakitkan ini pasti buat di sadarin kalau dia memang bukan yang terbaik buat aku.'Bian menenangkan hatinya yang terguncang.Ia tidak menyangka Deza akan keterlaluan seperti ini. Bian terlalu kuat dan tidak cengeng untuk menangisi pecundang sekelas Deza.'Nggak penting banget nangisin apalagi ngemis cinta sama cowok kayak kamu Deza!Mulai sekarang kamu nggak ada artinya di mata aku!' Sesampainya di kelas,Bian kembali mengkondisikan diri seperti biasa dan merasa lepas setelah merelakan perasaannya. Deza juga tidak lama menyusul masuk kekelas.Ia sempat melihat Bian yang sekarang malah biasa saja dan tidak tertekan seperti dugannya. Bian mulai beraksi,Bian mengeluarkan bajunya yang di masukkan ke dalam."Yok Ndri,biar rame kita ribut ribut dikit."Ajak Bian yang kebetulan guru tidak bisa melanjutkan belajar mengajar dan hanya meninggalkan tugas. "Wisss,seru nih.Ngapain kita?"Tanya Andri penasaran. "Kekantin dulu beli jajan,habis itu main kejar kejaran di kelas.Buat video tik tok atau apa kek."Ajak Bian lagi. "Oh,oke oke.Ayok deh,beli es kantong sama gorengan dulu." Bian senang karena Andri setuju.Tabiat bingal dan jahil Bian di sekolah lama mulai bangkit.Karena pribadinya yang menyenangkan teman temannya yang lain juga ikut ikutan baik pria maupun wanita. Di banding meratap dan memikirkan yang bukan bukan,Bian memilih happy happy saja.Bian benar benar kekantin untuk jajan dan sampai di kelas membuat keributan berlari kesana sini. Deza semakin dongkol karena Bian kelihatan senang dan bahagia. *** Pulang sekolah,Bian dan Deza makan bersama di meja makan. Tapi Bian sibuk sambil makan bermain dengan ponselnya.Ponselnya juga tidak berhenti berbunyi terus menerus karena adanya pesan di group yang masuk ke WA nya. "Bisa nggak,nggak berisik!"Deza merasa terganggu dengan kesibukan hp Bian. "Ups,iya iya sorry."Bian lalu berdiri dari kursinya."Bilang orang tua kamu aku pergi dulu ya.Bilang aja ngumpul sama teman terus pulangnya agak malam." Deza tercekat pada ucapab Bian,tanpa sempat menjawab,Bian sudah pergi dan berlalu seperti hembusan angin. Hanya Deza yang sendiri di rumah sekarang.Ponselnya juga tidak lama menerima panggilan masuk dan Deza mengangkatnya. "Halo Honey,lagi ngapain?"Ternyata Melzha yang menelepon. "Aku lagi ngerjain tugas,jangan ganggu."Deza mematikan ponselnya saat itu juga. Melzha paham saja kalau mood Deza memang berubah ubah dan tidak mau menentangnya lagi.Yang terpenting ia sudah jadian dengan Deza dan bahkan berciuman. Deza bangun dari kursinya juga,dari jendela ruang tamunya ia bisa melihat jelas jika Andri yang menjemput Bian dan membawanya pergi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD