BATASAN

1278 Words
"Hai Deza."Melzha dengan percaya diri menghampiri Bian dan Deza. Bian langsung merasa tidak enak dan menggeser sedikit badannya dari Deza.Wajah Bian nampak muram dan sedih. Deza juga merasa tidak enak dan tahu jika Bian pasti sedih. "Ada apa."Sahut Deza dingin pada Melzha. "Kamu nggak baca pesan dari aku?"Tanya Melzha to the point. "Nggak,"Jawab Deza singkat. Melzha jadi semakin canggung,apalagi ada Bian dan temannya di dekatnya. "Kita nggak usah pdkt lagi,aku nggak ngerasa cocok sama kamu."Deza menolak tanpa melihat situasi dan kondisi. "Apa?"Melzha malu dengan wajah merah padam. Bian juga memandang Deza dari samping.Ia tahu jika Deza melakukan hal ini untuknya. "Tapi,tapi kan kita udah dekat.Kamu juga baik sama aku.Aku rasa kita tuh udah dekat banget buat jadian."Melzha membela diri. "Perasaan kamu aja,kamu kebaperan aja kali.Aku betah sama kesendirian aku,jadi jangan berharap lebih lagi sama aku."Deza tetap dengan raut datar dan dingin. Deza lalu membawa Bian pergi dan melintasi meninggalkan Melzha. Melzha menahan tangis dan malunya,saat ia berbalik,Deza hanya menyisakan punggung untuknya. "Well,gadis tercantik di sekolah juga nggak ngejamin bakalan di sukain semua cowok."Celetuk asal teman Melzha. Melzha menatap marah pada temannya."Tutup mulut kamu atau aku robek pakai cutter!"Tekan Melzha ganas. Teman Melzha serta merta mengatupkan kedua bibirnya dengan rapat dan tidak berani bicara lagi. *** Bian senyum senyum senang saat Melzha kecewa. "Kamu kenapa senyum senyum?"Tanya Deza yang mengamati Bian. "Hah?Memangnya aku senyum?"Bian bahkan tidak sadar ia mengekspresikan kesenangannya. "Senang karena aku nolak Melzha kan?Harusnya kamu sujud sukur dulu tuh."Canda Deza lagi. "Berasa kamu hebat banget ya."Bian melihat Deza yang mulai sangat percaya diri sambil menahan senyum itu. "Mana ada sih yang nggak senang kalau di perjuangin sama cowok ganteng kayak aku?" Bian mendengus dengan lubang hidung yang mengembang."Tak Ku sangka kamu begitu narsis!"Canda Bian. Deza memencet hidung Bian dan makan bersama di mall saat itu.Bian menikmati kencan dengan sepupunya yang juga kekasihnya itu. *** Malam sudah larut,Bian dan Deza lalu pulang kerumah. "Darimana aja kalian?"Tanya ibu Deza yang membukakan pintu. "Ngemall tante,makan makan,Deza traktir."Sahut Bian. "Nah gitu dong Deza,bagus Bian bawa Deza tuh sering sering keluar.Tante sampai takut banget dia itu jadi anti sosial karena di rumah terus." "Gampang tante,ada Bian pasti Deza keluar kok.Ngapain mendap di rumah aja." Bian memang pandai berbaur dengan kepribadiannya yang periang. Deza memandang Bian penuh kebahagiaan.'Aku beruntung bisa milikin kamu Bian.'Sejenak kenyataan ia bukan anak ayahnya bisa di tepiskan dengan kehadiran Bian saat ini. *** "Kamu udah bobok?"Deza menchat Bian yang kamarnya bahkan tidak jauh dari kamarnya. "Belum,lagi main hp nih."Bian senyum senyum sambil berbaring di ranjangnya. "Aku pengen bobok sama kamu,boleh nggak?"Tanya Deza gugup walau hanya lewat pesan dan gelisah menanti jawaban. Bian langsung melek selebar lebarnya. "Duar!!!"Meletup heboh petasan di hatinya. 'Deza to the point banget!Jawab boleh ntar aku dikira murahan,jawab nggak nanti dia kecewa dan ngira sok jual mahal.Iya sih aku sama dia udah pacaran.Cuma kan aku sama dia udah dewasa dan bukannya anak anak,bukan suami isteri juga.Kudu jawab apa ini!!'Bian bingung dan belum bisa mengetik balasan. "Krek." Bian kaget tahu tahu pintu kamarnya terbuka dan melihat Deza sudah masuk sambil membawa bantalnya sendiri. Deza masuk lalu berjalan menghampiri Bian. Deza masih mematung menunggu kode dari Bian. Tanpa sadar,Bian menggeser tubuhnya dan memberi ruang untuk Deza. 'Bian!Kamu pengen ya!Kok gitu banget langsung meper!'Bian juga aneh karena dirinya malah menggeser badan memberi ruang untuk Deza. Melihat hal itu,Deza lalu menaruh bantalnya disamping Bian lalu berbaring berasama di atas kasur Bian. Deza dan Bian terbaring kaku seperti mayat hidup dengan raut yang tegang. 'Aku harus ngapain?Seriusan udah nguat nguatin mental buat datang kesini cuma buat tidur kaku kayak gini aja?Kamu laki laki apa bukan Deza!'Deza tidak tenang dan memaki dirinya dalam hati. Berkali kali ia menelan ludahnya karena tegang. Bian juga sama sekaratnya sekarang,ia bahkan tidak berani memandang kesamping.Namun,ia memberanikan diri lalu melirik Deza. "Srek."Deza juga menatapnya. Melihat hal itu Deza lalu berbaring miring,Deza juga memegang lengan Bian dan mengajak Bian berbaring miring.Jadilah keduanya saling berhadap hadapan sekarang. "Aku sayang sama kamu,aku nggak akan macam macam yang kelewat batas yang kamu tahu maksudnya apa kan."Deza bicara lebih dulu. Bian mengangguk."Jadi,malam ini kita tidur sama sama aja?Nanti ketahuan mama sama papa kamu gimana?" "Subuh aku bakalan balik kekamar aku lagi.Kamu tidur aja,udah malam." "Iya,kamu juga ya."Bian masih kaku dan segan sambil menatap Deza. "Slap."Deza menambatkan sebuah kecupan di hidung Bian. Bian meringkuk dan menutup mata. Deza berhenti sejenak,ia menatap Bian yang meringkul sambil memejamkan mata.Tangannya masih memegang kepala Bian.Deza juga belum beranjak dari posisinya. "Cup."Deza mengecup bibir atas Bian. Di saat yang sama,rintik hujan mulai membasahi tanah.Gemerciknya semakin kencang dan berisik. Menutupi suara suara lain yang kalah dengan suara gempuran hujan yang cukup deras ini. *** Andri yang ada dirumahnya lagi lagi memergoki ayahnya bertukar pesan hingga larut malam. Andri hanya bisa merasa sedih,ibunya sama sekali tidak di perhatikan karena menikah atas dasar di jodohkan dengan ayahnya. Tapi yang membuat Andri ganjal adalaha,ayahnya sangat antusias jika bertemu Deza.Saat ada pertemuan orang tua murid,ayahnya menghampiri Deza dan ibunya. Tatapan ayahnya sangat hangat pada Deza.Ayahnya mengaku,ibu Deza adalah temannya saat sekolah dulu. Tapi Andri sangat iri pada tatapan kasih sayang ayahnya pada Deza.Sementara ia tidak begitu di perhatikan. Tidak etis baginya jika memperlakukan anak seorang teman lebih baik dari memperlakukan anaknya sendiri. *** Bian membuka matanya saat Deza meletakkan bibir di atas bibirnya. Sesaat perasaan Bian benar benar berdesir dan kehilangan kendalinya.Tanpa sadar,ia malah menyambar bibir Deza lebih dahulu.Seolah ia ingin memulai permulaan. 'Biarin aja deh!Daripada nanti malah kebawa mimpi,yang penting ingat batas aja.Walaupun batasnya juga kayaknya makin pudar ini!' Deza menyambut ciuman itu dan membenamkan bibirnya lebih dalam.Bian dan Deza saling menyesap dalam bibir masing masing. Hawa dingin hujan yang menerpa dan dinginnya ac ruangan yang juga menusuk membuat keduanya saling mencari kehangatan. "GRAB."Deza mulai naik dan menindih Bian. Deza sudah benar benar larut dalam nafsunya,apalagi tubuhnya juga menindih d**a Bian yang kenyal itu. Deza semakin terangsang,hingga celah untuk Bian bernafas pun semakin sempit karena Deza yang terus mendesaknya. Bian memasrahkan dirinya saat itu.Bahkan saat tangan Deza sudah menyusup masuk dan meremas gundukan dadanya. Bian merasa dirinya seakan berada di atas awan sekarang.Tapi terlintas lagi pada pikirannya.'Gimana kalau udah ngelakuin dia ninggalin aku karena udah dapat yang dia mau?Gimana kalau setelah ini aku ketergantungan karena dia udah megang kunci hidup aku?Nggak,aku nggak boleh lakuin ini sekarang atau hidup dan sekolah aku bakalan berantakan.Terlebih masalah hubungan sepupu aku sama dia juga belum kelar walaupun kami memang bukan sepupu sebenarnya.' "GRAB."Bian lalu mendorong tubuh Deza keatas dan menaham Deza berjarak darinya. Nafas Deza masih terengah dan tangannya bahkan masih didalam baju Bian. "Deza,udah nggak usah.Nggak boleh."Bian mencoba waras dan tenang. Deza kelihatan marah dan tidak senang."Kan,kamu yang mulai."Protes Deza tidak terima di hentikan. "Iya maaf,tapi aku nggak mau aja kita malah kesetanan terus malah kelewat batas." "Kamu nggak percaya sama aku?"Deza masih kesal dan marah. "Bukannya gitu,cuma yah.Aku takut aja sampai gimana gimana."Bian juga ikutan tidak enak. Deza yang kesal lalu bangun dan bahkan keluar dari kamar Bian.Ia keluar dengan marah dan kembali kemarnya.Ia batal menginap di kamar Bian karena Bian menolak bermesraan tadi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD