Andri benar benar galau malam itu,atas hasutan temannya yang badung,Andri lalu mencoba narkoba agar mendapat ketenangan.
Andri terhasut hasutan setan di tengah kondisi perasaannya yang terguncang erat.
Dalam keadaan fly,Andri tersenyum senyum membayangkan ayah dan ibunya bisa akur kembali.
Ia juga mengkhayal menikmati hari yang indah dan menyenangkan bersama Bian.Sesaat,Andri bisa lupa dan bebas dari keterpurukan perasaannya.Ia berada di bawah pengaruh benda haram dan hanya memberi angan palsu padanya.Ia membiarkan aliran darahnya tercemari benda haram yang hanya akan merusak masa depannya.
***
"Bian,kamu nggak apa apa?"Ibu Deza kaget saat tahu Bian terkena air panas saat pulang kerja.
"Nggak apa apa tante,untung Deza nolongin Bian.Jadi Bian bisa cepat di sembuhin deh."
Tapi Deza curiga pada sesuatu."Ma,kenapa pulangnya suka malam terus?"Deza mencurigai sesuatu karena hubungan ayah dan ibunya sepertinya sedang renggang dan tidak saling bertegur sapa.
"Oh,itu ya di kantor lagi banyak proyek.Jadi mama sibuk kalau musim proyek gini."Ibu Deza agak gelagapan melihat tatapan Deza yang tidak biasa.
Bian tahu jika ada sesuatu yang mengganggu Deza.'Pasti ada sesuatu yang buat Deza curiga.'
Ibu Deza lalu pergi dan meninggalkan Deza dan Bian.
"Deza,kenapa kamu kayaknya natap mama kamu gitu?Kayak introgasi di kantor polisi."
"Nggak,aku curiga aja dia berhubungan dengan papa kandung aku di belakang papa aku.Aku kasihan sama papa.Walau yang ada di rumah ini bukan papa kandung aku,tapi aku sayang sama dia."Deza jujur pada Bian tentang apa yang di rasakannya.
Bian lalu menggenggam tangan Deza."Sabar ya,aku selalu ada buat kamu kok."
Deza damai melihat senyum indah yang terukir di bibir Bian.
Deza lalu menggendong Bian kekamarnya agar Bian bisa istirahat.Tapi setelah kembali ke kamarnya,Deza memikirkan lagi tentang ibunya,juga siapa sebenarnya ayah kandungnya dan kenapa mereka tidak meresmikan hubungan padahal pastinya ia tahu ibunya sudah mengandung dirinya.
Kenapa ibunya malah menikah dengan ayahnya sekarang,banyak tanda tanya di kepala Deza.
***
Esok harinya Di sekolah,Bian kembali duduk dengan Deza.Dari jauh,Bian memerhatikan Andri yang tidak biasa.
Tubuhnya kelihatan lemas dan lunglai seperti orang sakit.
Deza kebetulan menghampiri Andri untuk memberitahukan sesuatu dari pesan guru.
Tapi yang terjadi,tidak ada suatu apapun,Andri yang kacau balau langsung memukul Deza dengan kuat.
"Bruk."Sebuah tinjuan menghantam wajah Deza.
"Woi!!!"Deza tentu kaget.
Sementara Andri berdiri dengan mata merah dan tubun oyoh.Andri sepertinya dalam pengaruh narkoba lagi.
Bian dan seisi kelas jadi tegang.
"Kamu!Jangan kamu dekatin aku hah!Ngerti!"Omongan Andri juga melantur seperti orang mabuk.Andri tertawa tawa sambil melihat seisi kelas.
Deza tahu ada yang tidak beres,tepat saat Andri ingin menghantamnya lagi,Deza yang sudah bisa membaca gerakan Andri lalu membela diri.
Deza berhasil meringkus Andri dan menyelesaikan ini dengan membawa Andri ke ruang guru.
Semuanya heboh dalam kelas,Bian juga penasaran dengan apa yang terjadi.Bian lalu ikut menemani Deza kekantor guru.
***
Orang tua Deza dan Andri di panggil,juga ada psikolog dan tenaga medis disana.
Diketahuilah,Andri memang positif menggunakan narkoba.Ayah dan ibu Andri sangat sedih dan menyesali perbuatan Andri.
Orang tua Deza mendampigi Deza yang tadi di tinju Andri.Bian juga duduk di dekat Deza.
"Andri,kamu kenapa sampai pakai narkoba nak?"Tanya ibu Andri sambil berderai air mata pada Andri.
Andri yang sudah mulai sadar memandang ayah dan ibunya."Itu semua gara gara kalian!!!Kalian bertengkar dan mau cerai kan!"
Orang tua Andri merasa tertampar karena ternyata merekalah yang membuat Andri rusak.
"Papa nggak pernah sayang sama aku!Mama juga terus nangis dan tersakiti!Kalian pikir mental aku bisa stabil terus dengan tinggal di rumah yang keadaannya kayak gitu!Kalian sama sekali nggak sayang dan perhatian sama aku!Tapi anehnya kalian bingung kenapa aku rusak!"Andri meluapkan kemarahnnya pada orang tuanya.
Ayah Andri merasa bersalah."Maafin papa Andri."Ujar Ayah Andri penuh penyesalan.
Andri lalu membidik tatapan tajam pada ayahnya."Papa yang paling buruk."Andri lalu menunjuk Deza."Dia kan anak papa!Dan mamanya Deza itu kan pacar papa!Mereka yang buat papa nggak sayang sama aku dan mama!"
Seisi ruangan kaget,rupanya tadi pagi,sebelum berangkat kesekolah,Andri menemukan hp ayahnya yang tergeletak di ruang tamu.Disanalah ia terpancing ingin mengecek dan menemukan fakta jika ibu Deza adalah kekasih ayahnya dan Deza adalah anak ayahnya juga.
Deza kaget memamg,tapi sekarang pertanyaan siapa ayahnya terjawab juga yang ternyata adalah ayah Andri.
"Deza tahu kalau Deza memang bukan anak ayah dari dulu."Giliran Deza yang menatap orang tuanya.
"D…De..Deza,itu nggak."Ibu Deza langsung ketakutan dan bergetar.
"Deza,"Ayah Deza juga panik tentunya.
"Nggak usah di tutupin lagi!Deza sama Andri itu korban hubungan kotor kalian!"Bentak Deza keras sambil berdiri.
Andri juga iba pada Deza yang ternyata sama menderita sepertinya dan selama ini hanya bisa memendam.
"Deza,maafin mama nak."Ibu Deza mulai menangis.
"Sekarang ceritain!Kenapa bisa mama nikah sama papa sementara udah hamil aku yang bukan anak papa!Kenapa juga mama selingkuh sama papa Andri padahal udah jelas dia nggak mau tanggung jawab sama aku!"Deza menuntut keras untuk tahu akan hal itu.
Ayah Andri lalu ambil bagian untuk menjelaskan."Biar om yang ceritain Deza."
Semua mata lalu tertuju pada ayah Andri."Sebenarnya om sama mama kamu bakalan nikah.Tapi keluarga mama kamu nggak mau nerima om karena om waktu itu belum sukses.Keluarga mama kamu tahu mama kamu hamil dan minta kamu di gugurin aja.Tapi mama kamu nggak mau.Karena itu,mama kamu di jodohkan sama papa kamu yang sekarang.Dia pria baik yang mau nerima kamu dan tulus sayang sama mama kamu."Ayah Andri salut pada ayah Deza.
Ia lalu melanjutkan ceritanya lagi."Om juga lalu menikah dengan mamanya Andri.Om nggak sengaja mabuk lalu hamilin dia.Dia adalah teman om.Keluarga dia juga mau nerima om dan buat om bisa sukses kayak sekarang.Sebagai ungkapan terima kasih karena jadiin om sukses,om tetap bertahan walaupun nggak cinta."
Ibu Andri nampak menyeka air mata karena mendengar hal itu.
"Terus kenapa om jalin hubungan lagi sama mama!"Deza ingin mengulik itu sekarang.
"Om nggak sengaja ketemu mama kamu lagi dan bibit cinta itu ternyata masih ada.Om akuin salah karena dekat lagi sama mama kamu.Om juga nggak nyangka jadinya kayak gini.Om minta maaf."
"Kalian orang dewasa egois!Mama sama om adalah orang paling menjijikkan yang pernah aku kenal!"Deza marah lalu pergi.
Bian yang juga shock tahu hal ini menyusul Deza dengan lekas.
Andri yang masih di bawah umur akan di rehabilitasi untuk masalah kecanduan narkobanya.Tapi sekarang ia tahu,jika Deza juga adalah korban dan saudaranya.
Ia kasihan pada Deza yang hidupnya tertutup dan pendiam ternyata memendam masalah besar pada dirinya.
Andri juga membenci ayahnya yang tidak gentleman itu.
Adegan berikutnya,ibu Andri memaki ibu Deza dan para suami saling menahan mereka.
***
Bian ikut Deza bolos saat itu.Ia memeluk Deza dengan erat.Deza memacu motor dengan sangat kencang.
Ada air mata Deza yang terus berderai di balik kaca helmnya yang tertutup.
Bian tahu jika perasaan Deza pasti sedang kacau balau dan luar biasa sakit sekarang.Bian dengan sedia menjadikan dirinya bayangan Deza yang akan mengikuti dan menemani Deza kemanapun.