Chapter 16-INSECURE

1105 Words

Ceril berjalan lunglai dan terus melangkah menuju kamar. Sesampainya Ceril di kamar, ia menemukan Lusi yang meringkuk di bawah selimut. Ceril menarik napas lelah, ia tahu jika sahabatnya hanya pura-pura tidur. "Mana ada orang tidur, tapi bola matanya gerak-gerak," cibir Ceril sambil ikut meringkuk di bawah selimut. Lusi menggeliat dan menampilkan cengiran lebar. "Lo gak apa-apa, kan?" tanyanya. Yang ditanya hanya menggeleng. Bohong. "Udah biasa." "Enak, ya, jadi lo, Cer." "Apanya yang enak?" Ceril bingung. "Ibu lo peduli banget sama lo. Kentara banget kalau dia takut lo kembali disakitin sama cowok," ujar Lusi pelan. Tangannya bergerak menepuk pipi sahabatnya. Lusi memang tak sengaja mendengar keributan di depan rumah Ceril. Karena ia memiliki jiwa kekepoan yang terlampau tinggi,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD