"Amal, temen lo ganteng deh, kenalin sama gue dong."
"Gak boleh!"
**
"Amal, temen lo nembak gue, gue harus gimana?"
"Tolak dia."
**
"Amal Ketos kita ganteng banget dan dia kemaren minta nomer gue di parkiran."
"Terus lo kasih?"
"Iyalah."
"Ck. Harus berapa kali gue bilang sih Kris dia gak baik buat lo."
Dan seminggu kemudian Kristi melihat dengan mata kepalanya sendiri Ketos gebetannya itu sedang asik-asik dengan sekretaris osis di ruang osis.
**
Semenjak SMP, Amal selalu saja melarang Kristi untuk dekat dengan teman-temannya, Kakak kelas, Ketos bahkan hampir semua cowok yang mendekati Kristi. Kira-kira seperti di atas tadi larangan dari Amal. Kristi selalu menurut tiap kali Amal melarangnya, karena apa yang Amal katakan terbukti benar.
Kristi sudah sering mendengar larangan itu dan harusnya sudah terbiasa. Karna ada pepatah yang bilang, 'bisa karna biasa'. Namun, mau sesering apapun Kristi masih saja merasa debaran hangat di hatinya. Seperti sekarang ini. Saat Amal sibuk memilih penbrush yang cowok itu inginkan, hati Kristi malah jadi semakin hangat saat Amal menggenggam tangan kirinya dan membawa Kristi ke rak penbrush di sebelah. Seakan tak ingin Kristi jauh-jauh darinya.
"Kira-kira gue udah cocok jadi brand ambassador sabun cuci muka cowok gak?"
"Ha? Maksud lo?"
"Abisnya lo liatin gue mulu dari tadi, gue kira lo lagi kegantengan gue yang cocok jadi brand ambassador sabun cuci muka."
Kristi berdecak. Ia memukul belakang kepala Amal pelan. "Ngimpi lo!"
"Loh? Padahal banyak yang bilang gue ganteng tau."
"Ck. Males gue ngomong sama lo Mal. Udah dapat penbrushnya?"
"Udah nih!" Amal menunjukkan dua penbrush yang dipilihnya.
"Gak mau beli yang lain?" tanya Kristi basa-basi. Matanya sudah jelalatan melihat ke sana kemari.
"Ck. Lo kan yang mau jajan. Yaudah mau beli apa?"
Mata Kristi berbinar. Ia lalu menunjuk rak berisi buku catatan dengan sampul beragam. "Mau beli itu."
Seperti anak kecil yang menunjuk mainan kesukaannya, seperti itu pulalah Kristi di mata Amal. Imut sekali. Ia lalu menggandeng Kristi dan membawa gadis itu ke depan rak berisi buku catatan yang gadis itu suka. Kristi tentu saja senang. Ia bergumam wah beberapa kali sembari melihat-lihat, lalu mengambil asal foto rak buku catatan itu untuk ia posting di instastorynya.
"Mal bagusan mana?" Kristi menunjukkan dua buku catatan di ke dua tangannya. Yang satu bersampul biru dengan gambar karakter binatang dan yang satu lagi berwarna kuning dengan gambar karakter makanan.
"Yang kuning deh, kan lo suka masak."
"Hm iya juga sih." Lalu Kristi meletakkan buku catatan warna biru dengan gambar karakter binatang kembali ke rak, sebagai gantinya ia mengambil yang berwarna ungu dengan karakter pasangan yang sedang makan berdua. "Kalau sekarang yang mana yang bagus?"
"Hm. Terserah lo deh Kris. Ini kan sampulnya doang yang beda, isi dalemnya masih kertas kosong ngapain ribet sih."
"Ih Amal gak asik!" Kristi cemberut. Dan akhirnya ia memilih buku catatan berwarna ungu itu dan meletakkan yang warna kuning kembali ke rak.
"Udah?"
"Udah." Kristi masih sedikit kesal.
"Masa sih? Aku kan lebih suka yang ini."
Kristi berhenti melangkah, ia lalu menoleh ke belakang dan mendapati sepasang kekasih sedang berdiri di depan rak buku catatan tempat Kristi tadi. Kristi mengerjapkan mata melihat cowok itu, ia mengusap matanya merasa tak percaya dengan yang ia lihat.
"Liat apa sih?" Amal di sebelahnya pun juga dibuat heran.
"Itu, cowok itu... "
Kristi segera berbalik saat cowok itu hendak menoleh ke arahnya. Dengan tangan memegang lengan Amal, Kristi berlari menjauhi tempat tadi.
"Kris! Dia siapa? Cowok itu siapa? Dia ngedekatin lo ya? Kok gue gak tau?"
Kristi jadi ngos-ngosan, berlari sembari menarik Amal yang beratnya melebih berat badan Kristi. Mereka kini berhenti di depan kasir, membayar belanjaan mereka dan Kristi menyuruh Amal untuk diam menunggu jawabannya.
Baru sesampainya di mobil Kristi bicara.
"Cowok itu Raka. Tim basket sekolah. Dia pacarnya Dina, temen gue."
"..."
"Lo liat kan tadi dia bareng cewek, deket banget, dan gue gak yakin kalau cewek itu keluarganya. Pasti ada sesuatu yang dia sembunyiin dari Dina."
"Terus lo mau apa?"
"Gue? Hm, gue jadinya mau les ditempatnya Dina les."
"Korelasinya sama tempat les apa?"
"Karena, Raka pacarnya Dina ini juga les di situ."
"Terus?"
"Terus gue mau nyelamatin Dina dari cowok b******k kayak dia."
"Ck. Jangan ikut campur urusan orang lain Kristi. Lo inget kejadian pas kita SMP dulu?"
**
Sesampainya di rumah, Kristi menaruh buku catatan yang ia beli tadi bersama buku catatan lainnya di atas meja belajar. Kristi menaruhnya di rak kecil di atas meja dengan urutan warna yang menarik mata. Kristi senang sekali melihat buku catatan itu, memang ya buku catatan dengan sampul beragam warna dan gambar selalu sukses membuat mood membaik. Meskipun beberapa dari buku catatan itu masih kosong dan belum ditulisi tapi tetap saja kalau Kristi ke toko buku lagi, ia pasti akan membawa pulang buku catatan baru.
Seperti anak zaman milenial sekarang yang sedikit-sedikit foto untuk instastory, Kristi pun tak mau kalah. Ia kembali memotret meja belajarnya dan menampakkan rak buku catatan itu serta membuatnya terlihat se-estetik mungkin lalu ia mempostingnya di instastory sosial medianya.
Langsung saja Kristi kembali melihat-lihat instastorynya dari awal postingan dan juga melihat siapa yang sudah menonton instastorynya. Sampai di instastory yang baru Kristi posting ia mendapat reply dari Rara.
Rarachan_ Ih, anjir lo pasti beli notebook lucu lagi ya?
Olana_Kris Iya dongg, sekalian tadi nemenin Amal beli penbrush
Rarachan_ Uhh, gue juga pengen
Olana_Kris Nanti deh gue temenin ke toko buku. Gue juga mau beli lagi, banyak yang lucuuuuu
Rarachan_ Harus loh yaaa....
Olana_Kris Iyaa Ra... Eh btw, gue tadi liat Raka sama cewek lain di toko buku tadi
Rarachan_ Raka pacarnya Dina? Serius lo?
Olana_Kris Iyaaa!! Gue liat sendiri pas beli notebook. Amal juga liat
Rarachan_ Kalau gitu kita perlu nyelidikin dulu Kris, cewek yang bareng Raka itu siapanya Raka. Lo jangan bilang ke Dina langsung ya, takutnya kejadian yang kayak dulu ke ulang
Olana_Kris Iya iya. Makanya gue bilang ke lo dulu. Tapi lo sama kayak Amal deh, bilangnya kejadian yang dulu terus :(
Rarachan_ Itu tandanya gue sama Amal khawatir Kristi
Olana_Kris Iyaa Raa, duh sayang kalian dehh
Setelah mengirim balasan seperti itu Kristi keluar dari akun sosial medianya dan jadi kepikiran dengan kejadian yang telah lalu.
Ketika SMP, Kristi punya teman dekat selain Rara. Namanya Dea, dia ini dijuluki anak sultan di sekolah. Sebab ayahnya yang seorang pengusaha sukses dan seorang single parent. Namun, meskipun anak sultan Dea sama sekali tidak seperti anak sultan yang sombong dan angkuh karna punya banyak uang. Melainkan gadis itu ramah dan kelewat polos. Hingga Kristi merasa kalau dirinya harus menjaga Dea.
Saat itu Dea sedang bucin-bucinnya dengan Kakak kelas. Mereka sudah pacaran sekitar tiga bulan lebih. Awalnya sih, Kristi merasa hubungan mereka baik-baik saja. Rara pun juga saat itu sedang penddkatan dengan teman pacarnya Dea.
Namun, saat Kristi menunggui Amal yang sedang latihan karate, (saat itu Amal masih ikut karate dan Kristi masih dalam pendekatan dengan Ari), Kristi mendengar pembicaraan di belakang tempat latihan karate.
Ekstrakurikuler karate punya ruangan latihan tersendiri yang terletak di belakang gedung kelas, yang benar-benar ruangan paling belakang di sekolah. Namun, tempat ini tidak selalu sepi sebab suara latihan karate yang membuat suasana jadi ramai.
Saat itu Kristi duduk di dalam ruanga paling sudut dekat tas anak-anak karate ditaruh. Kristi duduk dekat jendela yang terbuka sedikit, jendela itu menghadap tanah kosong di belakang sekolah.
Awalnya Kristi hanya mendengar suara anak karate sedang latihan. Namun, lambat laun Kristi mencium bau rokok serta mendengar suara orang mengobrol.
Kristi pun mengintip lewat celah jendela, dimana asap rokok itu masuk lewat celah tersebut. Dan saat itu lah Kristi melihat pacar Dea dan temannya. Inti obrolan itu, pacar Dea ini tidak benar-benar suka pada Dea, ia hanya memanfaatkan Dea karna uang Dea banyak.
Setelahnya, Kristi mengatakan pada Dea secara langsung. Meskipun Amal sudah bilang kalau tidak usah dan jangan mencampuri urusan orang lain, Kristi tetap keukeuh memberitahu Dea. Alhasil, Dea yang sedang bucin-bucinnya tidak percaya dengan apa yang Kristi bicarakan. Namanya juga cinta itu buta kan?
Rara juga ikut membantu Kristi mencari tahu kebenaran kalau pavar Dea ini hanya memanfaatkan Dea saja. Namun, karna pacar Dea ini liciknya bukan main. Usaha Rara dan Kristi berakhir sia-sia. Yang lebih buruknya, Dea tidak mau berteman dengan mereka lagi.
Selang tiga bulan berlalu. Dea yang dulunya polos berubah arogan dan sombong setelah berteman dengan anak-anak nakal. Hingga gadis itu tahu sendiri kalau pacarnya hanya memanfaatkan dia saja. Dea pun malu, tidak ingin pergi sekolah sampai harus pindah segala. Seingat Kristi dulu, Dea bahkan sampai pindah rumah ke luar kota.
Sejak saat itu, Rara dan Kristi tidak ingin lagi mencampuri urusan orang lain dan berharap untuk ke depannya agar lebih berhati-hati dalam berteman dan tidak boleh berlebihan ikut dalam urusan pribadi teman mereka. Karna keduanya hanya tidak ingin kejadian yang telah lewat kembali terulang. Memangnya siapa yang ingin kehilangan teman? Tidak ada bukan?
Maka dari itu untuk masalah Dina kali ini, Rara dan Kristi akan menyelidiki diam-diam. Dengan kemampuan stalking Rara dan juga gadis itu memiliki akun palsu khusus untuk stalking yang kemarin-kemarin digunakannya untuk stalk akun sosial media calon gebetannya, Rara pasti akan mendapat info baru mengenai Raka dan gadis yang bersama Raka di toko buku tadi.
Tak lama, ponsel Kristi bergetar. Ada chat masuk dari Rara.
From Rara : Kris, gue udah nemu siapa cewek itu
To Rara : Anjir beneran? Gercep banget lo
From Rara : Lo kan tau gue itu calon intel polisi cyber
To Rara : Haduh gaya lo
From Rara : Ini gue kirim link akun si cewek, lo liat aja dulu
Lalu, Kristi mengklik link yang Rara kirim. Link itu menuju akun sosial media dengan nama akun Jenra_23. Kristi mengscrool postingan gadis itu hingga yang paling akhir dan menemukan bukti kalau ada foto gadis itu bersama dengan Raka. Caption love yang gadis itu posting sudah menjelaskan kalau Raka dan gadis itu agaknya punya hubungan di masa lalu. Sebab postingan gadis itu akhir-akhir ini bersama cowok lain. Apakah gadis itu ingin kembali hadir di hidupnya Raka, atau mereka hanya berteman saja. Namun, apakah mantan bisa menjadi teman?
Kristi kembali mendapat pesan dari Rara.
From Rara : Gimana? Lo udah liat?
To Rara : Udah, dia mantannya Raka ya?
From Rara : Iya cuy, dan lo tau gak itu cewek ternyata les juga di tempatnya Raka
To Rara : Jangan bilang karena satu tempat les mereka jadi deket lagi?
From Rara : Bisa jadii.Tapi kan si Dina juga bakal les di sana, otomatis Raka sama tu cewek gak bakal deket lagi dong. Semoga aja Raka sadar kalau dia masih punya Dina
To Rara : Iyaaa. Gue gak mau hubungan mereka putus gitu aja. Lagian si cewe itu juga udah punya pacar kan. Di postingannya aja mesra banget
From Rara : Nah itu... Tapi ya Kris, namanya mantan kalau masih sayang mau semesra apapun sama pacar yang sekarang, si mantan bakalan masih di hati.
To Rara : Cielahhhh bahas lo Ra.... Wkwkwk...
From Rara : Itulah kenyataan di dunia percintaan Kristi. Makanya banyak kasus CLBK terjadi disebabkan masih sayang
To Rara : Bener juga. Yaudah kalau gitu... Gue jadi mau ikut les di tempatnya Raka. Lo gimana?
From Rara : Kata emak gue terserah mau dimana. Tapi kalau pas kelas tiga nanti emak gue sendiri bakal nyariin tempat les. Kalau gitu gue ngikut lo
To Rara : Okey. Besok pulang sekolah langsung cuss ke tempat les
From Rara : Sipsip
Kristi pun kembali melihat-lihat akun sosial media gadis itu. Kristi tak memakai akunnya kali ini, ia memakai akun lain. Karena ajaran Rara, kalau hendak stalk akun orang lain lebih baik pakai akun berbeda untuk mengurangi kesalah menekan tanda love yang berakibat orang yang kita stalk tahu kita sedang stalking akunnya. Maka dari itu Kristi pun juga punya akun khusus untuk stalking.
Tiba-tiba saja gadis itu memposting instastory, Kristi dengan segera melihatnya. Dan mendapati potret Raka dari samping dengan latar toko buku. Seketika Kristi syhok, dan segera menscreenshoot tampilan layar ponselnya.
Ternyata instastory itu hanya diposting sebentar saja. Sebeb setelah berhasil mendapat screenshoot, Kristi sudah tidak melihat instastory itu lagi.
Wah, Kristi merasa beruntung malam ini.
**