Halo, pembaca setia!
Selamat datang di duniamu para pencinta kisah penuh warna. Aku adalah seorang pemimpi yang hobi merangkai kata dan menyelipkan emosi ke dalam setiap bab cerita.
Bagi penulis, pembaca adalah alasan terbesar mengapa pena ini terus menari. Mari tertawa, menangis, dan jatuh cinta bersama lewat karakter-karakter hidup di dalam novelku!
📚 Genre Favorit: Romance, Adult, Drama
☕ Bahan Bakar Utama: Kopi hitam & playlist sendu di malam hari
Yuk, berteman & ikuti terus pembaruannya!
Jangan lupa klik tombol Follow (+) supaya tidak ketinggalan jadwal update bab terbaru.
Dukung karya-karyaku dengan Vote, Like, dan Komentar ya, karena interaksi kalian adalah energi terbesarku! ❤️
🔞‼️Hanya untuk usia 21 tahun ke atas🔞‼️
---------------------------------------------
Di ruang sidang SCBD yang gemerlap, Ratu Ayu Kirana adalah monster berwujud pengacara anggun. Ia tak kenal ampun, rela memelintir Kitab Undang-Undang Hukum Pidana demi membebaskan para konglomerat korup. Namun, kemenangan terbesarnya justru berujung petaka. Kirana dibius, diculik, dan terbangun di sebuah ruang sidang bawah tanah terisolasi di Lembang.Penculiknya bukanlah kriminal biasa. Ia adalah Baskoro Siregar, mantan Jaksa Penuntut Umum yang hidupnya hancur lebur akibat kelicikan Kirana. Bertindak sebagai "Sang Hakim", Baskoro memenjarakan Kirana dan menuntut satu hal: membongkar konspirasi kotor dan pencucian uang dari kliennya sendiri.Di sinilah batas antara penyekapan dan hasrat mengabur. Di atas meja sidang kayu jati itu, adu argumen hukum bertransformasi menjadi permainan dominasi erotis yang memabukkan. Setiap rahasia pasal yang Kirana pecahkan dihargai dengan sentuhan liar; dan setiap kebohongan yang ia ucapkan dibayar dengan hukuman fisik yang perlahan membuat sang pengacara arogan itu kecanduan pada penyiksanya.Terjebak di antara ancaman mafia elit Jakarta dan intrik penegak hukum korup, Kirana dihadapkan pada dilema mematikan. Apakah ia akan merancang eksepsi hukum pamungkas untuk melarikan diri, atau memilih bertekuk lutut seutuhnya di bawah belenggu gairah sang penuntut? Dua predator saling memangsa dalam persidangan rahasia, di mana vonis tertingginya adalah ketertundukan mutlak.
Tari Danita hanya punya satu misi: selamat dari hajatan pernikahan sepupunya yang digelar tujuh hari tujuh malam, sekaligus menghindari interogasi maut Tante Linda soal kapan nikah. Solusinya sebenarnya brilian dan praktis, yaitu menyewa pacar pura-pura lewat aplikasi PacarKilat.Sialnya, jempol Tari terlalu panik saat memilih filter kriteria. Alih-alih mendapatkan pria hangat dan kasual, yang muncul di meja kafe justru Dimas. Mantan bosnya di firma hukum lama yang terkenal sedingin kanebo kering, sangat kaku, dan selalu berbicara menggunakan bahasa Indonesia baku sesuai EYD! Dimas yang kebetulan sedang rehat merintis kantor barunya menganggap peran "pacar sewaan" ini sebagai eksperimen sosial dan proyek profesional yang pantang gagal.Alih-alih merayu, Dimas menyodorkan "Standar Operasional Prosedur Kencan Pura-Pura" setebal sepuluh halaman. Kini, Tari harus bertahan hidup di tengah kepungan panci rendang hajatan, kasur lantai yang sesak, dan tatapan tajam Tante Linda, bersama pria yang menghitung durasi tatapan mata dengan stopwatch. Namun, di balik kemeja rapinya yang disetrika tanpa celah, Dimas ternyata punya cara paling absurd dan sistematis untuk membuat jantung Tari berdebar di luar kendali.Bisakah Tari menyelesaikan proyek fiktif ini tanpa sungguhan jatuh cinta pada mantan bosnya?
"Lima tahun lalu, dia hanya pemuda desa bersarung yang membuatku kehilangan akal sehat di Bali. Sekarang? Dia adalah CEO arogan yang memegang kendali penuh atas karierku."Pengacara korporat Rania Mahardika memiliki satu aturan emas dalam hidupnya: Jangan pernah mencampuradukkan pekerjaan dengan perasaan. Namun, ia pernah melanggarnya sekali. Lima tahun lalu, saat melakukan penelitian hukum di pelosok Bali, Rania takluk pada pesona 'Bli Arya', pemuda lokal eksotis yang menemaninya.Panik karena one-night stand yang tak terduga, Rania kabur keesokan paginya kembali ke Jakarta. Ia meninggalkan Bali, namun membawa sebuah rahasia bernapas yang kini memanggilnya dengan sebutan 'Mama'. Anak laki-lakinya, Bumi.Kini, Rania harus menelan ludah saat firma hukumnya kedatangan klien VVIP. Pria yang melangkah masuk ke ruang rapat dalam balutan setelan jas bespoke miliaran rupiah itu adalah Arya. Pemuda desa masa lalunya itu ternyata adalah Arya Wiraguna, pewaris tunggal konglomerat paling ditakuti di Jakarta yang dulu sedang menyembunyikan identitas aslinya.Ironisnya, Arya menyewa Rania secara rahasia untuk menangani sengketa lahan di desa tempat mereka dulu menghabiskan malam bersama. Terikat oleh Non-Disclosure Agreement (NDA) yang ketat dan terkurung berdua setiap malam di ruang rapat kedap suara, Rania harus berjuang mati-matian menahan pesona Arya yang semakin berbahaya.Namun, sekeras apa pun Rania menutup rapat rahasianya, insting sang CEO terlalu tajam. Apa yang akan terjadi saat Arya secara tak sengaja bertatap muka dengan bocah laki-laki berusia empat tahun yang memiliki sepasang mata, senyum sinis, dan alergi yang sama persis dengannya?"Sengketa tanah ini milikku, Rania. Tapi anak itu... dia juga milikku, kan?"
Kaila Vistara terbiasa mengendalikan segalanya. Sebagai The Ice Queen, ia mendominasi ruang sidang dengan dingin dan tanpa ampun. Namun, seluruh pertahanannya runtuh seketika saat Damian Blackwood melangkah masuk ke hidupnya—membawa serta aura dominasi mutlak yang membakar setiap inci pertahanannya. Damian bukan sekadar mitra kerja baru dalam kasus merger bernilai triliun rupiah. Ia adalah predator berbahaya yang menuntut satu hal: ketundukan mutlak. Di balik dokumen hukum yang menumpuk di meja kerja, aturan profesional dilanggar secara sengaja. Ruang rapat berubah menjadi arena permainan kekuasaan, dan malam hari menjadi saksi atas sentuhan-sentuhan intim yang menuntut penyerahan total.Ketika skandal korporasi tempat kerja mereka mulai mengancam karier dan reputasi, Kaila terjebak dalam dilema terbesar dalam hidupnya. Di satu sisi, ia harus mempertahankan integritas hukum yang dihuninya. Di sisi lain, ia terperangkap dalam jerat hasrat dan obsesi gelap Damian yang menuntutnya menyerahkan segalanya—jiwa, raga, dan sumpahnya.“Di hadapan hukum, kau mungkin tak tersentuh. Tapi di bawah selimutku, Kaila... kau sepenuhnya milikku.”