100 HARI TERAKHIR BERSAMAMUDiperbarui pada May 30, 2025, 19:47
Bagi Hara, seorang wanita ceria dengan semangat seni yang besar, pernikahan bukanlah akhir dari cerita cinta—melainkan awal dari sebuah proyek paling indah yang ingin ia bangun bersama suaminya, Reo. Namun di usia yang masih muda, Hara menerima vonis mengejutkan: Alzheimer stadium awal. Perlahan tapi pasti, hari-harinya akan hilang… ingatan demi ingatan akan tergerus, termasuk cinta yang kini ia genggam begitu erat.
Alih-alih menyerah, Hara mengusulkan sebuah ide: "Mari rekam 100 hari pernikahan kita."
Bukan sekadar dokumentasi—tetapi kapsul cinta, harapan, dan tawa, agar jika ia lupa segalanya, setidaknya ada bukti bahwa ia pernah sangat mencintai, dan dicintai.
Reo, seorang pria yang lebih pendiam dan rasional, setuju. Ia mulai merekam—dari hari pertama mereka bangun sebagai pasangan sah, hingga hari-hari penuh canda, pertengkaran kecil, kebiasaan aneh, bahkan detik-detik hening yang terasa paling nyata. Kamera menjadi saksi bisu dari cinta yang tumbuh, berubah, dan diuji oleh penyakit yang tak memberi ampun.
Namun di hari ke-100… Hara bangun dan tak mengenali siapa Reo.
Video-video itu kini beralih fungsi: dari kenangan menjadi petunjuk, dari dokumentasi menjadi jangkar, dari rutinitas menjadi satu-satunya cara Reo mencintai Hara kembali—setiap hari, dari awal.
Setiap pagi, ia putar satu video. Setiap malam, ia jelaskan siapa dirinya. Ia tidak meminta Hara mencintainya kembali… ia hanya ingin hadir untuknya, bahkan saat ia menjadi orang asing baginya sendiri.
Tapi ketika Hara mulai mempertanyakan kenyataan, video-video itu tak lagi cukup. Reo pun dihadapkan pada pertanyaan memilukan:
Apa arti cinta jika hanya satu orang yang mengingatnya? Dan sampai kapan ia sanggup mencintai seseorang yang tak lagi mengenal dirinya?
100 Hari Terakhir Bersamamu adalah sebuah surat cinta yang perlahan terbakar oleh waktu, sebuah kisah tentang keberanian mencintai di tengah hilangnya makna, dan tentang bagaimana manusia bisa tetap bertahan… bahkan ketika kenangan tak lagi berpihak