Penyuka cappucino, hujan, senja, dan dia.
Gadis pendek yang memiliki cita-cita tinggi.
Follow IG : @yadika_putri untuk mengenalnya lebih dekat lagi
Atau kalian bisa kunjungi Wattpad yadika putri untuk membaca tulisan-tulisannya yang lain.
Sehari sebelum menikah, calon Istri Oliver mendadak hilang dan memutus hubungan mereka lewat sebuah pesan.
.
Kepergiannya berhasil menggagalkan serangkaian acara yang sudah 95% dipersiapkan.Oliver langsung menyimpulkan, bahwa kepergian sang calon Istri disebabkan oleh ancaman yang telah dilakukan Aileen.
.
Karena hanya dialah satu-satunya Perempuan yang menentang hubungan Oliver dan Caroline sedari awal. Entah itu mengatakan Caroline terlalu tua lah, bibir Caroline seperti bebek lah, dan masih banyak hinaan yang lainnya.
.
“Aku benar-benar gak melakukan apapun, Oliver. Sumpah!”
Tetapi Oliver bukanlah Lelaki bodoh yang mudah dikelabui oleh kata-kata seperti itu. Sebagai hukumannya, Ia memaksa Aileen untuk menggantikan posisi Caroline di pelaminan, esok hari.Ya. Dengan kata lain Oliver meminta Aileen untuk menjadi Istrinya.
.
Tentu saja kedua orangtua mereka langsung setuju, mengingat hubungan baik yang sudah terjalin sedari lama. Hubungan baik itu juga yang membuat perangai Oliver dan Aileen bak tikus dan kucing setiap kali bertemu.
.
Rumah tangga keduanya tidaklah berjalan baik. Tiada hari yang dilalui tanpa bertengkar hingga semakin membenci satu sama lain. Memang inilah tujuan Oliver sedari awal, membalaskan dendam dengan menyakiti Aileen selama yang Ia bisa.
.
Lantas, bagaimana jika suatu hari Caroline datang dan membeberkan alasan yang sebenarnya?
.
Akankah Oliver merasa bersalah?
.
Atau justru mengakhir pernikahan lalu kembali bersama sang kekasih hati?
.
Sejak SMP Elsie sudah menyukai Daniel, teman Kakaknya. Hal tersebut ia ceritakan juga pada sahabatnya, Firda.
Secara mengejutkan di beberapa tahun setelahnya, justru Firda mengenalkan Daniel sebagai pacarnya. Dikarenakan sakit hati, Pada malam pesta pernikahan Kakaknya, Elsie menjebak Daniel. Membuat keadaan seolah-olah Daniel telah melecehkannya.
Setidaknya dari sana Elsie berhasil membuat Daniel menikahinya. Elsie tidaklah jahat. Ia hanya mengambil apa yang seharusnya dimilikinya sedari awal. Sayang cinta butanya tidak dibenarkan oleh Daniel dan keluarganya.
Apapun alasannya Elsie tetaplah jahat, karena tega menjebak kekasih sahabatnya dalam sebuah pernikahan.
Hal tersebut berimbas pada hubungan pernikahannya.
Daniel tidak pernah menyentuhnya.
Daniel juga tidak pernah memperlakukannya dengan baik.
Daniel hanya melihat Elsie sebagai orang asing.
Parahnya lagi, meski sudah menikah Daniel tetap mempertahankan hubungannya dengan Firda.
Bagaimana cara memberitahukan Daniel, bahwa Firda tidak sebaik yang Laki-laki itu pikirkan?
Dia Alea, Anak pembawa sial penyebab Ibunya meninggal.Dia Alea, Anak bungsu yang selalu dikucilkan kedua Saudari kembarnya.Alea tumbuh terabaikan dan baginya hidup tidak lebih baik daripada mati.Niat hati ingin mengakhiri hidup, justru malah cacat fisik yang didapat. Alea yang semakin tidak berguna, dipaksa menikah oleh sang Ayah dengan tujuan membuatnya keluar dari rumah.Namun kesialannya tidak berhenti disana. Sosok yang menjadi suaminya tidak pernah tergiur untuk menyentuhnya. Dan hal itu sudah berlangsung selama 3 tahun pernikahan.Tidak ada kebahagiaan. Setelah menjadi Istri hidup Alea terpenjara kembali.Kemudian Pria itu datang, bagai setitik cahaya dalam dunianya yang gelap, menghangatkan tubuh Alea yang mendamba sentuhan."Akhirnya saya menemukanmu, Alea Wiraatmaja." Suaranya datar namun terdengar begitu lembut di telinga Alea.Siapakah sosok itu sebenarnya?
Perselingkuhan yang dilakukan sang tunangan, membuat Sakha frustrasi hingga membawanya pada dunia malam. Sementara itu, Shabina yang malang dipaksa menjual tubuh demi melunasi hutang Ayah tirinya. Kesalah pahaman pun terjadi hingga Sakha berhasil meniduri Shabina yang tidak sadarkan diri.
Satu bulan kemudian Shabina dinyatakan hamil. Dikarenakan tidak tahu siapa Ayah dari bayi yang dikandungnya, Ia pun terpaksa menerima lamaran dari Pria bernama Sakha. Katanya pria tersebut ingin membalas kebaikan Ibu Shabina yang telah mendonorkan jantung pada Omanya.
Pernikahan Sakha dan Shabina pun dilakukan atas dasar balas budi, setidaknya itulah anggapan semua orang. Tetapi tidak bagi Sakha, Ia menikahi Shabina atas dasar tanggung jawab terkait insiden satu malamnya bersama Shabina.
Beranikah Sakha mengungkapkan kebenaran dan mengatakan bahwa Ia merupakan Ayah dari bayi yang dikandung oleh Shabina? Dan bagaimanakah Ia menyikapi mantan tunangan yang tiba-tiba datang untuk mengusik kehidupan rumah tangganya?