Batas Langit NaimaUpdated at Sep 12, 2026, 02:53
Naima Putrian paham betul batasan hati. Dibesarkan di bawah penjagaan ketat sang kakak, Uzair, dan keteduhan Pesantren Al-Falah, hidupnya dilingkupi kesederhanaan dan ketakwaan.Bagi Naima, kehormatan diri bukan untuk diperjudikan.Sampai ia melangkah ke kelas Filsafat milik Jordian Naldo Varez.Pria 29 tahun itu adalah putra penerus Varez Group, cerdas, dingin, dan skeptis terhadap segalanya, terutama keyakinan Naima.Bagi Naldo, kesucian Naima hanyalah ilusi kaku yang bisa digoyahkan. Berawal dari taruhan sinis bersama rekannya, Naldo bertekad menjatuhkan pertahanan mahasiswi paling taat di kampus itu."Kamu berlindung di balik aturan agama karena kamu takut berfikir bebas, Naima," cibir Naldo di ruang kuliah yang sepi."Agama bukan penjara untuk pikiran, Pak Naldo. Tapi, benteng untuk moral yang runtuh," balas Naima tenang.Ketika argumen berubah menjadi getaran yang tak terduga, dinding pembatas berdiri makin tinggi. Uzair membenci Naldo dengan seluruh jiwanya dan siap menikahkan Naima dengan Fatih, pria berakhlak mulia pilihan keluarga.Di antara intrik Clarissa, manipulasi masa lalu Avena, dan utang budi besar pesantren pada nama Varez, mampukah seorang pria yang mengagungkan logika menemukan jalan hidayah? Dan, akankah hati Naima luluh pada pria yang awalnya hanya menjadikan imannya sebagai bahan taruhan?