LukaUpdated at Oct 28, 2022, 16:19
#Squel me and my teacher
Story Sandi dan Yasmin.
Yasmin menggeliat,kemudian perlahan membuka matanya
sejenak, dia tetap berada dalam posisinya.
Dia bisa bernafas lega ketika Sandi tidak berada di kamar ini,itu artinya laki laki itu tidur di sofa .
Gadis itu melirik kearah jam dinding yang menempel tepat diatas pintu kamar.
Tiba tiba saja dalam hatinya dipenuhi oleh kekhawatiran,bagaimana jika nanti ayah dan ibu nya menghubungi,mencemaskan sampai akhirnya mencari keberadaan nya?.Sedangkan ponsel gadis itu berada dalam tas dan tertinggal di mobil Sandi bersama heels nya juga.
Lalu, tentang pakaian ini?bagaimana jika mereka bertanya tanya,kemudian menaruh curiga?tentu mereka tahu bahwa Yasmin tidak mungkin mengoleksi kemeja pria dirumah nya.
Terlalu pusing memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti,lebih baik gadis itu mandi saja,dia beranjak dari ranjang besar di kamar itu kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Dia memulai kegiatannya yang diawali dengan gosok gigi,menyabuni tubuhnya hingga membasahi rambutnya yang terasa lengket,gadis itu menggunakan shampoo yang berada di rak stainless di sana.
Wangi banget,batinnya.
Hanya beberapa menit saja gadis itu menyelesaikan kegiatan mandi nya,setelah itu dia memakai kembali kemeja yang dipakai sebelum nya.
Tepat saat membuka pintu kamar,gadis itu memekik kaget karena keberadaan Sandi yang tiba tiba sudah berdiri diambang pintu.
"Kamu pakai ,ini!," Sandi menyodorkan paper bag berwarna putih kepada gadis itu.
"Apa ini?,"tanya Yasmin.
"Baju buat kamu." Tanpa ingin membantah,Yasmin menerima uluran benda tersebut dari tangan pria di depannya.
"Makasih,"jawabnya kemudian.
Saat Yasmin hendak menutup pintu kamar itu kembali,tangan kekar Sandi segera menahan daun pintu yang membuat Yasmin bertanya tanya.
"Ada apa?,"tanya nya ,mata mereka saling bertemu dan saling menatap.
Sedetik kemudian ,Sandi mendorong tubuh gadis itu masuk disusul oleh Sandi.
Lalu, pria itu menutup pintu kamar tersebut tak lupa menguncinya.
Sandi menyandarkan tubuh gadis itu ke pintu,untuk kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Yasmin.
"B-bang..."belum sempat menuntaskan kalimatnya,Sandi terlebih dulu menempelkan bibirnya tepat di permukaan benda kenyal milik Yasmin.
Bukan hanya sekedar menempel,namun Sandi mulai menyesap nya perlahan,kedua tangan kekarnya meremas bahu Yasmin.
Entah,apa yang terjadi pada laki laki itu,tiba tiba tindakannya pagi ini membuat Yasmin bertanya tanya.
Yasmin masih terdiam,tak membalas ataupun menolak tindakan Sandi.
Tentu saja,dirinya tidak munafik bahwa dia suka ketika pria yang dicintai nya menyentuh bibir nya seperti ini,ini sesuatu yang menakjubkan bagi nya.
Hingga beberapa detik kemudian, tangan pria itu menyelinap masuk diantara rambut Yasmin yang basah,menekan tengkuk Yasmin semakin dalam lalu membelainya naik turun.
Seolah menegaskan pada gadis yang diciumnya untuk membalas cumbuan laki laki dewasa itu.
Seakan paham,perlahan Yasmin mulai mengikuti naluri.
Gadis itu memejamkan mata,untuk kemudian mengikuti ritme ciuman mereka.
Gadis itu memang sering menyaksikan adegan seperti ini ketika dia menonton film.Dan hari ini,dia merasakan sendiri sensasi berciuman dibawah kendali pria yang dia cintai.
Mereka masih saling mencecap satu sama lain,Yasmin bisa merasakan bagaimana hembusan nafas yang keluar dari hidung pria itu mengenai permukaan wajahnya yang tidak berjarak.
Tangan yang semula berada di bahu bergerak turun perlahan untuk menarik pinggang ramping Yasmin,dan sebelah lagi membelai pelan punggung gadis itu.
Mereka terbilang cukup hebat melakukan ciuman tanpa jeda dalam kurun waktu yang lama.
Beberapa lama berselang,wajah pria itu menjauh menyisakan benang saliva diantara bibir keduanya.
Tangannya kembali mencengkeram erat bahu Yasmin,kepala Sandi tertunduk sembari menormalkan deru nafasnya yang memburu.
"Maaf,aku minta maaf" ucapnya, lalu menarik Yasmin kedalam dekapannya,memeluknya sangat erat.
Kenapa aku harus dapat kabar mengejutkan seperti ini?
apa aku harus kehilangan gadis ini setelah ini?.
Batin Sandi.